THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
RENGEKAN PUTRI



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Putri dan Putro masuk kedalam kantor pemasaran developer yang mereka kunjungi kali ini.



"Ada yang bisa saya bantu Pak? Bu?" tanya staff pemasaran di kantor itu.



"Rumah yang sudah ready dan siap huni ada nggak?" Putri antusias bertanya.



"Ibu cari rumah type seperti apa dan berapa kamar?" dengan sopan dan ramah staf pemasaran perumahan itu menjawab.



"Rumah siap huni yang tiga kamar," dengan cepat Putri menjawab.



"Ada rumah contoh Bu. Ada beberapa macam ini contoh bagannya," petugas pemasaran memeprlihatkan bagan di meja. 



"Ini tata letak ruangan di rumah kecil satu kamar tidur. Ini yang dua kamar tidur dan ini  yang tiga kamar atau jenis besar," petugas memerlihatkan dan menerangkan mana kamar mandi, dapur dan kamar di bagan itu.



"Yang kamar tiga kamar ini masuk jenis besar?" Tanya Putri bingung.



"Iya Bu ada yang tipe kecil di belakang,  itu satu kamar, atau type sedang yang dua kamar Bu," kata stafnya.



Putri memperhatikan bagan yang ada di meja di kantor pemasaran.



"Kalau lihat yang udah jadinya ada?" tanya Putri penasaran.



"Ada Bu. Mari saya antar," kata staf pemasaran itu sambil mengambil kunci rumah yang sudah jadi."



"Mari Bu, Pak bisa Ikuti saya." staf pemasaran langsung naik motor menuju rumah yang siap dengan lokasi tak jauh dari kantor pemasaran. Masih di depan karena tipe besar.



"Wah cantik ya Mas," kata Putri pada suaminya begitu melihat rumah itu dari luar.



"Iya cantik," Putro setuju dengan penilaian istrinya.



Mereka pun memasuki rumah contoh itu.



"Ini luas halaman depannya segini aja?" tanya Putro.



"Benar Pak, Bu."



"Apa maksimal seperti ini?" tanya Putro lagi. Dia ingin seperti ibu dan ayahnya memiliki kebun bunga kecil di rumah.



"Kalau rumah standar kami memang seluas ini Pak. Kecuali memang Bapak request tanah yang luas ya kami akan bangunkan di tanah itu."



"Enggak nggak nggak nggak. Kami mau yang sudah jadi aja," Putri  cepat mengatakan enggak berulang karena dia ingin segera memiliki rumah.



"Nyari rumah kok kayak beli pisang goreng. Maunya yang instan," ejek Putro pada istrinya. Putri tersenyum diejek suaminya seperti itu.



Mereka pun masuk ke rumah itu.



"Ada halaman belakang?" Putro masih penasaran dengan halaman karena dia ingin bertanam bunga. 



"Ada Pak. Ini bisa dibangun kamar atau ruang keluarga atau apa pun itu karena di tengah itu hanya ada ruang tamu dan ruang makan tak ada ruang keluarga," petugas membuka pintu belakang dan memperlihat halaman belakang yang sedikit lebih luas dari halaman depan yang tentunya nanti akan makin sempit karena akan terpotong carport.  



Putri sangat tertarik.



"Ini kamar utama nya Bu, Pak. Semua kamar langsung ber kamar mandi tidak ada yang tidak punya kamar mandi di dalamnya dan ini ada satu kamar pembantu kecil."



"Tiga kamar itu tidak termasuk kamar pembantu. Ada kamar mandi belakang untuk tamu dan pembantu sehingga tamu tak perlu masuk ke kamar bila ingin ke toilet."




"Apa harganya itu sudah fix?" Putri melihat tabel harga di brosur.



"Tergantung type pembayaran Bu, Pak. Kalau cash kita bisa kasih diskon lebih."



"Nanti saya pikir dulu," kata Putro dia tidak ingin Putri langsung bilang iya.



"Siap Pak," staf pemasaran pun senang karena melihat calon pembelinya antusias.



"Apa hanya satu type ini saja? Tak ada bentuk lain?" tanya Putro.



"Kalau mau beda tata letak bisa request Pak. Nanti kami buatkan. Paling cepat rumah siap huni dalam waktu dua bulan. Mungkin bisa lebih lama tergantung kerumitan bentuk," penjelasan staf pemasaran tentu tak disetujui Putri. Dia tidak mau menunggu lagi. 



Putri mencari yang sudah siap huni. Bukan yang akan dibangun lagi.



"Terus ada yang luas tanahnya lebih?" tanya Putro.



"Kalau yang ada kelebihan tanah ada dua luas Pak. Yang 100 meter atau 150 meter. Itu biasa terletak di HOEK atau pojok Pak,"



"Letak rumah itu dimana? Dibelakang?" Putro tentu tak mau bila letaknya dibelakang.



"Itu ujung yang sana Pak. Luas tanah sisa 150. Kalau yang di depannya kelebihan 100 meter tapi tanah belakangnya belum dibangun sehingga bisa dibeli tanahnya saja seluas 225 meter.  Jadi total tanah kosongnya nanti 325 meter," staff pemasaran tahu Putro sangat ingin tanah sisa yang luas sedang istrinya sangat ingin rumah langsung jadi.



"Kalau kami ambil, kan artinya  harus bongkar agar keliling rumah untuk menggabung rumah dengan tanah kosong?" Putro melihat setiap rumah bagian belakang dan samping sudah disekat agar tak ribut dengan tetangga.



"Mari Pak, saya perlihatkan. Rumah itu belum di buatkan pagar. Bila diambil, tembok keliling selesai terpasang satu minggu dari pembayaran. " Staff berjalan menuju rumah pojok.



Putro melihat memang rumah pojok itu butuh finishing. Tak seperti rumah yang tadi mereka lihat. 



"Nanti kami kabari, nomor yang bisa saya hubungi  yang mana?' kata Putro. Lalu mereka pun bertukar nomor ponsel.



Putri dan Putro keluar dari perumahan. 



"Mas aku mau itu aja," kata Putri.



"Eh kita belum lihat dua pengembang yang lain," kata Putro.



"Udah nggak usah lihat yang lain. Aku mau yang itu aja," rengek Putri persis anak kecil yang minta permen saat itu juga tak mau ditunda.



"Kita lihat dulu yang lain besok baru kita putuskan," tegas Putro.



"Enggak, udah yang itu aja aku cocok kok," kata Putri.



"Kita beli rumah yang bukan main-main. Enggak bisa asal mesti. Walau nanti pilihan kita jatuh pada rumah disini, kita wajib lihat pembanding," jawab Putro lembut tapi tak mau dibantah.



'*Emang susah kalo anak yang tidak pernah diberi pengertian untuk menerima penolakan*,' akhirnya seperti ini batin Putro.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.



![](/data/user/0/mobi.mangatoon.novel/files/dialognovel/6174183--1/IMG_CROP_20230209_01345671.jpeg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.