THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
TIBA DI SINGAPORE



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Jhon dan Farah baru saja tiba di bandara Singapore bersama Farouq dan Ilham. Dua orang pegawai mengantarkan mobil Farouq dan Ilham. Farah dan Jhon masuk ke mobil Farouq, sedang dua pegawai yang tadi membawa mobil ke bandara masuk ke mobil Ilham. 



Ini merupakan liburan Farah dan Jhon yang kedua setelah menikah. Liburan pertama mereka ke Cangkringan, Jogjakarta. 



Jhon dan Farah langsung tidur di rumah Farhat yang di Singapore. Farah memiliki kamar di rumah ini, begitu pun Farhat. Sehingga kalau mereka datang ke Singapore tak perlu bingung mau tidur dimana. Hari cukup larut sehingga memang waktunya tidur.



Minggu pagi Jhon bangun dengan segar. Dia sudah mandi besar sehabis landing di landasan pacu Farah. 



Jhon baru tiba Sabtu pagi di Solo. Sabtu malam langsung terbang ke Singapore. Tentu saja wajar kalau semalam pesawat pribadinya butuh landing dulu.  



Farah baru selesai mandi besar ketika dilihatnya Jhon sedang salat Fajri. Dia mengeringkan rambutnya dengan hair dryer agar mukenanya tidak basah dan lembab yang menyebabkan bau apek. 



Rambut Farah cukup kering ketika adzan subuh berkumandang. Mereka langsung salat Subuh berjamaah. 



Sesudah salat Farah langsung menyiapkan kopi untuk Jhon. Dibukanya kulkas. Tak ada bahan makanan yang bisa dia olah. 



Memang di keluarga Farhat seperti itu, karena tahu akan pergi maka hari-hari terakhir mereka akan mengosongkan kulkas sedikit demi sedikit agar tak ada makanan terbuang. 



Wajar ketika mereka datang kulkas kosong. Biasanya bila datang belum malam mereka akan belanja terlebih dulu. 



Farah melihat stock bahan kering. Ada lasagna disana, dia melihat aneka saos dan daging giling ready. Maka dia olah itu untuk sarapan tiga jagoan. Untuknya sendiri dia memilih makan *quaker oats* dengan banyak susuu.



“Abang, kopinya bikin sendiri ya,” Farah memberitahu Farouq yang keluar sudah rapi dengan kaos santai dan sarung sehabis salat subuh.




“Ha ha ha,  itu sadar Bang,” jawab Farah. 



“Hubby, itu kopimu. Kita sarapan yok. Lalu kita keluar lihat Singapore waktu pagi,” ajak Farah.



“Kalian kalau mau sarapan enggak perlu nunggu kami,” Ilham yang baru keluar kamarnya langsung memberitahu Jhon. 



Dia dan Farouq kalau hari Minggu sarapan bisa jam delapan pagi. Sesudah itu mereka akan main game berdua bila tak ada kegiatan keluar rumah. 



Pemuda Basalamah yang famous dan mapan ini bukan pemuda yang hobby hura-hura. Bila tak ada kepentingan mereka lebih suka di rumah, menonton televisi atau film, membaca dan main game selain mencoba resep masakan.



Dasar agama yang kuat membuat mereka sadar banyak hal buruk bila sering kelayaban terlebih dunia malam anak muda.



“Kalian pakai mobilku saja,” Ilham memberikan kunci mobil pada Farah. 



Semua tahu, Singapore yang hanya satu langkah dari Indonesia sudah tak aneh bagi Jhon. Dia sering pulang pergi dalam satu hari. Tapi untuk liburan, Jhon belum pernah. Karena bila trayek pendek umumnya maskapai membuat jadwal pulang pergi tak sampai 24 jam. Misal datang malam, paginya sudah kembali. Atau datang pagi, sore atau malam sudah kembali. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita BARU karya yanktie dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1675184664768.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.