
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Amie mengerjap.
Dia merasakan Putut sedang mengusap anak mereka dan bicara. Itu rutin dilakukan suaminya.
Suaminya juga selalu mengaji untuk putri mereka.
Amie mengusap rambut suaminya. Dia bahagia. Amie sudah mengingat semua saat dia bersama Angga. Tak pernah Amie membelai tubuh suaminya itu.
Amie sering merasa bersalah dengan pernikahan pertamanya. Pernikahan atas dasar tak enak sudah ditembung.
'*Maafkan, aku mas Angga. Maaf kalau aku memang tak bisa membagi cintaku sejak aku SD*.'
'*Cinta yang tumbuh tak bisa kubunuh. Cinta pada 'kakak lelaki sebelah rumah ku*!'
"Koq udah bangun?" Tanya Putro.
"Mas kenapa enggak bobo?" Amie maalh balas tanya.
"Tadi liat kamu tidur, Mas ngerasa enggak percaya kalau kamu beneran istri Mas. Mas inget saat kita SD kamu ngobatin kaki Mas. Mas inget saat kita mulai punya panggilan spesial."
"Mas ingat saat kamu sakit, gimana ngambegnya kamu. Lalu saat Mas ditodong ayah Siswojo buat nikahin kamu saat itu juga karena kamu cuma mau tenang kalau bobo dikelonin Mas yang bukan mahramnya."
"Proses sembuhku lama ya Mas? Makasih Mas sabar ama aku."
"Aku mulai ingat saat Mas 'memperkenalkan hubungan pernikahan' saat akan menghadiri pernikahan mas Putro." Amie ingat itu.
Sore itu Putut mengajak Amie menonton di kamarnya. Putut sengaja memutar rekaman sinetron pendek yang bercerita tentang pernikahan. Sengaja Putut duduk di belakang Amie yang bersandar dipelukannya. Putut harus menciptakan rasa aman dan hangat bagi Amie.
Putut sudah memberitahu semua orang di rumah dan bulek perawat sudah jangan mengganggu.
Pintu sengaja dia tidak kunci bahkan tak di tutup rapat agar bila Putut butuh bantuan orang yang dibutuhkan atau Putut panggil bisa segera membantunya.
"Kamu ingat proses itu Yank?" Tanya Putut.
"Bukan Mas dan aku enggak lihat mas Angga. Hanya ada sosok tubuh di sebelahku aja," sahut Amie.
"Aku inget saat itu aku merasakan badanmu kaku saat melihat proses akad nikah di televisi Yank."
"Saat itu Mas langsung ingetin itu kita."
Ya, Amie ingat ketika itu Putut mengecup pelipisnya sambil berbisik lembut dan manis. “Kita pernah seperti itu. Kita sudah pernah melakukan akad nikah. Itu kisah bahagia kita!”
Amie menoleh dan melihat manik mata Putut. Mencari kebenaran di sana. “Iya, kita sudah menikah. Kamu ingat ‘kan? Ini cincin nikah kita,” Putut mengangguk sambil memperlihatkan pada Amie cincin yang melingkar di jari manis tangan kanan istrinya yang sama dengan cincin di jarinya.
“Kita sudah menikah sayang, kita sudah menikah.” Kata-kata itu terus diulang-ulang sebagai kata-kata afirmasi pada Amie.
Putut bisikkan dengan lembut dan manis sambil terus memeluk dan mengecup puncak kepala, pelipis atau pipi istrinya. Putut juga menggenggam dan meremas lembut jemari istrinya sambil terus menonton rekaman sinetron itu.
"Terima kasih sudah bersedia merawatku ketika itu ya Mas. Aku enggak ngebayangin kalau aku tinggal dirumah keluarga mas Angga. Akan jadi apa aku sekarang?" Amie tahu dari cerita semuanya kalau saat itu mereka diskusi dia mau dibawa kemana dengan kondisi yang tanpa reaksi itu.
"Mas terlalu mencintaimu melebihi apa pun. Sampai masa depan yang menurut orang akan cemerlang rela Mas lepas demi merawatmu Yank."
"Maka kalau kamu masih meragukan cintaku atau kamu menyangka aku akan mudah berpaling itu aku tak terima." Putut memeluk lembut istrinya. Dia kecup bibir yang selalu dia rindu.
"Kita salat Ashar yok," ajak Putut. Dia berdiri untuk membantu istrinya bangkit.
Amie sudah terbatas geraknya karena perutnya sangat besar.
Amie menyambut tangan suaminya tercinta. Benar. Putut telah membuktikan cintanya dengan perbuatan nyata.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.