
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Farah masuk ke ruangan Farhat saat Husain dan Indra sudah ada di ruangan itu. Dia segera membuka plastik gule dan dia letakkan plastik dengan alas mangkok yang disediakan Husain. Sengaja tidak dia tuang ke mangkok agar tidak kotor mangkoknya.
“Abi mau pakai gule?” tanya Farah.
“Enggak, Abi mau dengan sate aja. Lama ya kita enggak beli sate buntel ini. Kapan kita terakhir makan disana?” pancing Farhat.
“Yang kita ketemu kak Jhon Bi. Waktu itu sama Indra juga makan disananya,” jawab Farah.
“Wah iya. Kemana temanmu itu?” tanya Farhat sambil menyuap nasi dan sate.
“Beberapa hari lalu. Atau minggu lalu dia kesini koq Bi. Sama kakak iparnya,” sahut Farah. “Trus kami makan di mie gajah mas. Karena Putri belum pernah makan disana. Jadi kak Jhon antar kakak iparnya.”
“Ini nasiku masih separo, makan saja,” Farah menawarkan nasi yang sejak sebelum makan dia hanya ambil separuh. Jadi bukan sisaan.
“Makan Ndra, karena aku sudah ambil nasi pak Farhat tadi,” Husain memberitahu Indra agar tak membuang makanan.
“Siyaaaaaaaaaap,” sahut Indra. Lalu mereka berbincang tentang issue politik yang sedang viral saat itu.
“Aku duluan ya, sekalian mau ke pantry,” Farah pamit terlebih dahulu dari ruangan itu.
“Iya Mbak?” Farah menerima telepon dari Putri, saat dia sedang di pantry kantornya. Disana ada Indira yang sedang membuat teh panas.
Farah hanya bingung siang-siang koq minum teh panas. Tapi dia tak peduli. Dia ke pantry karena ingin memanggil office girl untuk membersihkan ruang kerjanya.
“Wah kapan Mbak? Kalau hari Sabtu dan Minggu ini sepertinya kak Jhon terbang, jadi enggak bisa,” jawab Farah.
Putri mengajak Farah untuk mengadakan makan di tambak karena Putut sudah pulang dari rumah sakit.
Farah ingin membiasakan karena takut di depan keluarga masih langsung menyebut nama. Itu tidak sopan dalam adat keluarga mereka.
‘*Kak, mbak Putri nanya kapan Kakak libur di hari Sabtu dan Minggu. Dia ngajak makan di tambaknya Amie*,’ Farah mengirim chat untuk Jhon. Dia sedang diruangannya.
Jhon sedang sibuk memperhatikan perkembangan pembuatan pompa bensin pertama miliknya. Setelah pompa ini berjalan satu bulan baru dia akan membangun di lokasi kedua.
Begitu pun yang ketiga akan dia beri waktu satu bulan setelah yang kedua beroperasi. Itu untuk menjaga kesediaan dana miliknya. Dia takut ada kendala yang membutuhkan dana tak terduga.
Jhon bukan milyuner sehingga harus berhitung cermat membangun tiga pompa bensin miliknya ini.
‘*Minggu ini aku enggak bisa Honey. Kamu ‘kan tahu hari Jumat aku terbang*.’ sahut Jhon membalas chat istrinya.
‘*Aku sudah sampaikan begitu saat mbak Putri telepon tadi*,’ kembali masuk pesan dari Farah diponsel Jhon.
'*Suruh atur saja hari Sabtu atau Minggu depan. Aku akan tukar jadwal agar bisa ambil libur pada hari itu*,’ balas Jhon.
Memang resiko kerja yang tidak umum ya seperti ini. Semua yang dekat dengan dirinya harus bisa memaklumi.
‘*Baik. Aku kasih tahu mbak Putri. Bila mbak Putri dan mas Putro sudah fix bisa, tinggal atur waktu dengan Ragil dan Putut*,’ sahut Farah semangat.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.