THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
PERSIAPAN RENOVASI RUMAH AMIE



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Amie baru saja selesai pemeriksaan di rumah sakit. Dia juga sekalian meminta surat keterangan sakit selama satu tahun terakhir untuk mengurus surat rekomendasi kuliah kembali.


Sengaja Putut membiarkan semua ditangani oleh Amie sendiri. Dia ingin membiasakan istrinya kembali berkegiatan normal tanpa bantuan siapa pun. Walau sejak tadi dia ada disisi Amie.


“Sudah?” tanya Putut sambil memberikan tissue.


“Sudah Mas,” sahut Amie lega. Kemarin dia sudah membuat rekening baru. Dan ternyata tabungan lamanya jumlahnya sangat banyak. Uang pensiun Angga, uang duka serta tabungan melahirkan semua ada di rekening lamanya.


Oleh Amie semua akan dipindahkan ke rekening baru secara bertahap. Karena dari rekening lamanya ada maksimal transfer setiap hari. Tabungan lamanya dulu memang hanya tabungan mahasiswi sehingga dia tak berpikir membuat tabungan yang bisa untuk transfer dalam jumlah besar. Sementara bila urus pindah buku dia harus urus ketempat membuka rekening yaitu di bank kampusnya di Solo. Karena merasa tak butuh cepat-cepat, ya Amie hanya mentransfer saja dalam jumlah maksimal hariannya.


“Jadi apa lagi yang hendak kamu butuhkan untuk pindah kuliah?” tanya Putut.


“Aku sekarang agak ragu Mas. Sekarang semester baru sudah berjalan, tentu pindah juga harus di semester baru ‘kan? Belum lagi kita sedang persiapan untuk resepsi. Jadi urus pindah kampusnya bisa kita tunda enggak?” tanya Amie ragu.


“Mas enggak bisa jawab, karena kan kita belum urus. Sebaiknya kamu tanya saja langsung ke kampus lama dan kampus baru yang akan kamu tuju. Itu lebih akurat,” jawab Putut. Dia takut salah memberi info.


“Ya wis kalau begitu. Hari Senin Mas bisa antar aku ke Solo? Sekalian kita ke rumah bude ya?” pinta Amie.


“Hari Senin jadwal angkat ikan Yank, hari Selasa aja ya?” Putut ingat hari Senin ada dua tambak yang akan dia panen.


“Ya, hari Senin berarti pak Marno juga enggak bisa ketemu Mas?” Amie mengingatkan penanggung jawab renovasi rumah akan datang hari Senin.


“Bisa, Mas sudah minta dia datang jam tujuh pagi sekalian kita sarapan,” sahut Putut sambil membuka pintu mobilnya.


Sesuai janji, pak Marno dan pak Jito datang pagi pukul 06.45 di rumah Putut. Putut mengajak keduanya langsung sarapan.


“Monggo Pak, kita langsung sarapan saja agar tidak buang waktu. Dan sekali lagi saya mohon maaf karena bisanya pagi-pagi sekali, sebab jam sembilan nanti saya mulai panen di tambak,” Putut sekali lagi meminta maaf pada kedua orang tamunya.


“Mboten menopo-menopo Pak,” jawab pak Marno. ( Mboten menopo-menopo = tidak apa-apa ). Sehabis sarapan Putut ditemani Amie langsung menuju ke rumah simbah yang akan direnovasi. Bicara on the spot tentu lebih akurat daripada bicara dengan gambar. Mereka membahas material dan semua perubahan yang akan dilakukan.


“Kalau ada perubahan, pergantian material atau apa pun, silakan langsung hubungi istri saya. Karena semua ini harus dia yang memutuskan,” Putut langsung memberitahu keputusan mutlak ada ditangan Amie.


“Yank, mBanking mu mulai aktif hari ini ‘kan?” tanya Putut. Kemarin mereka langsung mendaftarkan mbanking agar lebih mudah transaksi.


“Kenapa Mas? Bukannya saat kita lapor ke CS itu langsung aktiv?” tanya Amie.


“Nanti kalau renovasi kurang sesuatu dari yang sudah Mas bayar ke Hendri, ‘kan kamu lebih mudah bila bayar dengan mBanking aja,” balas Putut.


“Tidak perlu Pak, nanti bila ada, semua kekurangan biar langsung ditangani oleh kantor terlebih dahulu. Saya hanya akan mengajukan pada Ibu untuk di ACC sesuai kondisi di lapangan. Pembayaran semua via kantor saat selesai pengerjaan,” jawab pak Marno.


“Oh begitu. Baguslah. Nanti walau ada saya sekali pun, tetap laporannya ke istri saya agar tidak dua pintu,” jawab Putut.


Sehabis pembicaraan dengan pak Marno dan pak Jito selesai, Putut langsung pergi ke tambak yang akan di panen. “Nanti enggak usah bawain lauk ya Yank, kita bakar ikan aja disana. Bawakan bumbu ikan bakar dan goreng, sambal serta lalapan aja,” pesan Putut saat pamit pada istrinya.


Tidak setiap siang Amie mengantar bekal ke kebun atau ke tambak. Biasanya hanya bila di suruh atau saat panen seperti hari ini.


“Iya, hati-hati ya,” Amie meraih tangan suaminya untuk salim. Dan seperti biasa Putut mengecup kening Amie dan membisiki kata-kata cinta ditelinganya.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta