THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
DIACAK KEPALANYA, YANG BERANTAKAN HATINYA



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Terima kasih  undangan makan malamnya Tante, hidangannya sangat enak,” Jhon memuji tuan rumah dan mengucapkan terima kasih atas undangan makan malamnya.


“Semoga tidak kapok makan malam di sini ya Nak Jhon,” balas bu Basalamah. Biasanya dia jarang berinteraksi dengan tamu anak atau suaminya. Tentu saja Farah dan Farhat agak kaget dengan perlakuan yang diberikan perempuan bersahaja ini pada Jhon.


“Ayo Nak Jhon, kita ngobrol di ruang tengah,” ajak pak Farhat saat mereka sudah selesai makan malam.


“Kamu besok mulai masuk kerja?” tanya pak Farhat saat mereka baru saja duduk di ruang keluarga.


“Benar Pak. Besok saya mulai masuk kerja, dan sebelum saya kembali rutin dengan tugas saya, saya ingin memperjelas hubungan pertemanan saya dengan putri Bapak dan Ibu,” Jhon langsung bicara to the poin sebelum pembicaraan melebar kemana-mana. Jhon sudah mulai gugup sehingga mengubah panggilan OM dan TANTE menjadi BAPAK dan IBU.


“Kalau Bapak dan Ibu berkenan, saya ingin serius dengan Farah. Tapi untuk lamaran dan akad nikah, mungkin tak bisa dalam waktu dekat. Karena tak sampai tiga bulan lagi orang tua saya akan mengadakan resepsi pernikahan adik saya di Jogja.”


“Seperti Bapak dan Ibu ketahui kakak saya baru nikah minggu lalu,” jelas Jhon.


Farah kaget karena Jhon langsung bicara seperti itu pada kedua orang tuanya. Farah mengira Jhon hanya akan mengakui mereka berhubungan, dan belum mengatakan akan melamar bila orang tuanya sudah agak longgar.


“Bagaimana Mi?” tanya pak Farhat pada istrinya. Sebenarnya sore tadi mereka sudah membahas masalah ini. Rencananya, kalau Jhon tak memulai, malah mereka yang ingin bertanya apa maksud Jhon mendekati putri mereka.


“Umi terserah Abi. Tapi yang pasti keputusan ada pada AYA,” sahut istrinya. Dia senang Jhon bersikap gentle.


“Kamu bagaimana YA?” tanya pak Farhat.


“Kalau AYA hanya terserah restu Abi dan Umi saja,”jawab Farah langsung. Dulu saat diberitahu akan dijodohkan dengan Farhan, Farah mendebat dengan panjang lebar.


“Itu jawaban anak dan istri saya Nak Jhon. Mereka terserah saya. Saya sebagai imam keluarga akan memberi restu untuk kamu berhubungan serius dengan anak saya,” Farhat menjeda kalimatnya, dia melihat wajah putrinya dan Jhon untuk melihat reaksi keduanya. Terlihat ada rona kebahagiaan pada kedua anak muda didepannya.


“Saya mengerti, kedua orang tuamu sedang sibuk, baru saja menikahkan Putro akan lanjut dengan pernikahan adikmu. Tapi saya meminta, saat kamu pulang terbang nanti, bawa orang tuamu kesini sebagai perkenalan.”


“Tak perlu dengan orang lain kalau kakak dan adikmu tak bisa hadir. Saya ingin anak saya berhubungan denganmu secara resmi diketahui kedua belah pihak keluarga. Ingat, saya hanya perlu perkenalan saja. Tidak usah repot-repot! Anggap saja kami mengundang makan malam,” ternyata pak Farhat mengizinkan keduanya berhubungan asal pak Siswojo bisa datang makan malam bersama.


Jhon pamit tak lama setelah pak Farhat memberi restu. Alasannya bersiap untuk terbang esok pagi. Padahal dia harus tiba di rumah sebelum kedua orang tuanya tidur. Karena tak enak bila bicara by phone kalau dia sudah kerja.


Sedang maunya pak Farhat mereka bertemu secepatnya saat dia sudah kembali ke Indonesia. Tentu tak mungkin dia minta kedua orang tuanya mendadak nanti ketika dia pulang terbang ‘kan?


“Inget ya Beib, harus sabar nunggu aku online. Kalau jadwal kita pas, aku akan berupaya menghubungimu lewat telepon, tidak dengan chat. Tapi kalau saat aku online kamu sudah tidur atau sedang kerja, ya aku hanya bisa kirim chat,” kembali Jhon mengingatkan Farah soal ritme kerjanya.


“Iya Kak, aku tahu,” jawab Farah.


“Aku pulang ya, Assalamu’alaykum,” pamit Jhon.


“Wa’alaykum salam.” Farah terpaku, sebelum memakai helmnya, Jhon mengacak puncak kepala Farah dengan lembut.


Walau tak langsung menyentuh rambutnya karena tertutup hijab, tetap saja Farah merasakan sensasi lain. ‘Apa ini yang disebut orang, yang diacak kepalanya, yang berantakan hatinya?’


Bagaimana bila Jhon mencium pipi atau keningnya? Seperti Putro yang sejak pacaran selalu mencium Wiwied dimana pun?


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL  INFIDELITY BEFORE MARRIAGE  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta