THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
DENDAM SEJAK SMA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Di ballroom hotel tempat berlangsung pesta selain keluarga Basalamah dan keluarga Siswojo sebagai pemilik acara, masih ada keluarga Lesmana, keluarga Cokro, Dwi Pradipto dan istrinya.



Selain itu jadi ada sekitar tujuh pengusaha jadi delapan dengan Dwi. Mereka terkenal sebagai BIG TEN pengusaha Jogja dan Solo.



Masih ada wakil gubernur dan wakil walikota Solo. Serta dua petinggi dari Pertamina yang sedang berbincang dengan Jhon.



Tadi Farhat sengaja menahan beberapa pengusaha besar untuk melihat kejadian puncak acara malam ini.



Dengan banyak saksi dari petinggi perusahaan rumors akan cepat beredar!   



"Nggak mungkin suami saya seperti itu!" kata Sri sambil menggeleng kepala. Dia tak percaya harus kembali terluka dengan video dari keluarga Farhat. Pertama saat anaknya Farhan dipermalukan ketika mengadakan lamaran!



Dan kedua adalah saat ini. Sri nggak nggak habis mikir mengapa suaminya bertindak seperti itu. Sri belum tahu alasan suaminya berkelakuan seperti itu.



Sri berlari menuju suaminya dia memukul-mukul dadda lelaki itu.



"Kenapa Pa? Kenapa Papa lakuin ini? Kenapa?" tanya Sri. Dia tak percaya suaminya yang sangat santun, sering menolong orang kok bisa berbuat jahat kepada sahabatnya sendiri.



"Ha ha ha," kata Dwi Pradipto.



"Sejak dulu aku tak pernah menganggap dia sahabat!"



"Dia itu adalah sainganku sejak dulu, sejak SMA, aku benci dia," Dwi  mengemukakan apa yang selama ini dia rasakan.



"Sejak dulu kami selalu bersaing dalam harta, dalam ketenaran, dalam kepintaran, bahkan dalam wanita!"



"Dia selalu bisa membuat terpesona perempuan yang aku inginkan. Semua perempuan yang aku inginkan selalu tergoda oleh dia, walau dia tak mau tapi perempuannya memang tergoda!"



"Aku berkeinginan berbesan karena ingin menguasai semua harta Farhat paling tidak 50% sahamnya akan jatuh ke tangan Farhan melalui pernikahan Farhan dan Farah!" 



"Aku benci pada Farah karena bisa membongkar kelakuan Farhan, Itu sebabnya aku ingin membuat Farah tersakiti dengan meracun agar tak bisa hamil dan punya keturunan."



"Aku tak pernah merebut pacarmu satu kali pun. Kalau perempuan yang kau taksir lalu mereka naksir aku saat dikenalin sebagai sahabatmu berarti bukan salahku kan? Apa mereka aku ladeni? Apa mereka aku tanggapi? Mereka yang salah mengapa aku yang kamu benci?" Farhat jadi gatel langsung merespon ucapan Dwi Pradipto.



"Dan soal Farah membuka aib Farhan nggak ada yang tahu kecuali keluargamu.  Tapi karena kamu sudah membukanya sekarang, besok semua video Farhan akan keluar lihat saja," kata Farhat kesal. Selama ini dia tak pernah menyebar aib Farhan dan menceritakan kegagalan rencana berbesannya mereka.



Dan seperti yang kemarin Juned janji kan begitu Dwi Pradipto ditangkap maka video tentang pengakuan kecoa gendut sudah beredar di dunia maya. Harga saham PT Pradipta Makmusr Sentosa langsung anjlok.



Entah siapa yang melakukan, video tentang keburukan Farhan pun langsung tersebar! 



Sri tak tahu kalau kelakuan suaminya seperti itu. Sri nggak tahu bahwa Dwi selalu benci pada Farhat karena yang dia tahu sejak dulu Dwi selalu memuji kebaikan Farhat dan Farahdina.



"Serius Din aku nggak tahu apa-apa. Serius aku nggak pernah tahu kalau dia membenci suamimu dan dia juga benci Farah karena Farah membongkar aib Farhan. Aku nggak pernah tahu," kata Sri dan nggak lama dia pun pingsan.



Tujuh pengusaha yang berada di ruangan itu pun tak percaya kalau Dwi bertindak seperti itu. Dwi adalah orang terkaya keenam di Solo tapi kelakuannya kok sangat buruk kayak gitu tentu saja akhirnya semua pengusaha tahu kan dari omongan para pengusaha kakap itu.


\*\*\*



Farhan yang sejak kejadian terbongkarnya kelakuan buruknya sembunyi pondok pesantren. Farhan benar-benar ingin bertaubat. 



Tapi barusan dia mendapat kabar kalau ibunya sakit pingsan dan bapaknya ditangkap karena sudah mencoba meracuni pesta pernikahannya Farah! Farhan tak percaya bapaknya per kelakuan seperti itu.



Farhan pun langsung menuju ke rumah sakit tempat ibunya dirawat.  Farhan belum bisa bergerak mengetahui di mana nanti  papanya akan ditahan karena kasusnya terlalu berat.


\*\*\*



"Akhirnya mulut kita bisa kebuka ya kita udah nggak dilarang cerita lagi," Putri mulai bicara. Mereka akan makan pagi di ruang makan hotel. Satu meja mereka berisi enam orang.



Tiga pasangan muda. Jhon, Farah, Putro, Putri, Putut dan Amie.



"Untung kamu enggak jadi sama Farhan ya YA." Lanjut Putri yang masih sering memanggil Farah dengan sebutan AYA seperti panggilan Farah dalam keluarga intinya.



"Bener, ternyata om Dwi cuma pengen harta Abi aja. Aku pikir dia jodohin aku karena mereka bersahabat sangat dekat dan ingin jadi saudara." Balas Farah.




"Farhan juga sama.  Dia butuh hartaku doang. Untung aku enggak main terima aja di jodohin ama dia," Farah benar-benar bersyukur tak jadi menikah dengan anak orang kaya itu.



"Untungnya aku nggak tahu ya tentang saham 50% milikmu ya. Kalau aku tau, aku akan mundur lebih dulu. Aku takut dikira mencari hartamu *Babe*," cetus Jhon. 



Saat itu rombongan pejantan tangguh ikut bergabung. mereka para bujangan menyeret kursi dan ikut masuk di meja itu agar bisa ikut heboh bercerita.



"Kenapa juga sih selalu terpaku ke harta? Apa kebahagian tolok ukurnya harta? Kalau harta sebagai tolok ukur, almarhum lady Diana pasti harusnya bahagia karena menikah dengan calon pewaris tahta Inggris. Buktinya dia memilih cerai dan menjadi rakyat biasa aja. Begitu pun adik iparnya."



"Kalau kebahagian tolok ukurnya wajah, koq pangeran Charles selingkuh ama orang yang kecantikannya jauh dibawah lady Diana?" Putri masih keqi kalau tolok ukur cari jodoh adalah harta dan wajah.



"Masih banyak orang yang memandang harta. Masih banyak orang tua yang memandang pekerjaan anaknya. orang tua lebih seneng kalau anaknya kerja di kantor walaupun cuma tukang juru ketik doang atau office boy, yang penting kerja di kantor. Orang tua nggak nganggap pekerjaan kayak aku tuh berharga di matanya."



"Pekerjaanku nggak bisa dibanggain cuma petani doang."



"Orang tua akan anggap  menantunya bisa dibanggain bila dia dosen menantunya itu kerjanya di PT X atau PT apa, mereka enggak terima bila menantunya sopir ojol!"



"Bener," kata Jhon. Masih banyak orang tua seperti itu walau enggak semua."



"Banyak orang tua menganggap pekerjaanku adalah bagus. Orang tua enggak mikir risikonya tinggi, bukan resiko jatuh, tapi resiko tinggi lainnya!"



"Orang tua enggak mikir dengan uang banyak dan sering pergi, maka kesempatan buat ngelonin yang lain tanpa kecurigaan lebih mudah dilakukan. Orang tua nggak mikir nanti anaknya bagaimana kalau ditinggal."



"Kalau ketemu orang tua yang seperti itu, apalah aku yang tukang sablon doang," kata Ragil.



"Kalau ketemu orang tua seperti itu memang cari yang lain aja daripada dipandang kayak gitu," cetus Farouq.



"Aku juga nggak mau kok," balas Ragil. Walau Ragil sekarang sudah punya usaha sendiri. Walau dia masih kuliah tapi dia sekarang pemilik sebuah usaha percetakan lumayan besar. Memang dia awalnya nyablon dulu kan belajar dulu. Sebagai pengusaha muda skala kecil kiprah Ragil nggak ada yang tahu kecuali ibu bapak dan kakak-kakaknya hanya itu aja.



"Orang tua lain pasti akan marah-marah maki-maki saat anaknya yang sudah bekerja mapan di Telkom lalu berhenti resign buat jadi petani karena lebih berat untuk ngurusin calon istrinya yang cacat," kata Amie.



"Untungnya mertuaku nggak gitu. Orang tua lain pasti akan marahin penyebab anaknya berbuat begitu yaitu diriku. Tapi mertuaku memang orang paling hebat," kata Amie.  Putut mencium kening istrinya.



"Ayah dan ibu nggak pernah takut aku akan kerja di mana. Mereka lebih mentingin kebahagianku," kata Putut.



"Bener banget. Masih banyak orang tua orang tua yang kolot kayak gitu," kata Jhon lagi. 



"Aku juga ketemu calon mertua seperti itu. Orang tua pacarku tahunya pekerjaanku adalah kurir dari maskapai penerbangan. Awalnya calon mertua cukup bangga karena merasa pekerjaan itu adalah baik." 



"Aku memang tidak jujur apa jabatanku karena aku nggak mau dia menilaiku dari hartaku."



"Karena tahu aku hanya kurir, saat ada lelaki lain yang lebih mapan mendekati pacarku, calon mertua aku itu pun langsung dong baik hati menerima dengan senang hati lelaki baru itu. Walau pacarku tak mau, orang tuanya maksa agar dia menerimanya."



"Aku bilang akan melepas pacarku asal sudah bertemu dengan calon suami pilihan orang tuanya. Aku minta bertemu dengan si calon dan juga calon mertuaku pastinya!" 



"Dua minggu lalu aku bikin janji dengan calon mertuaku yang datang bersama calon suami pacarku di sebuah rumah makan. Kebayang nggak siapa calon menantu yang dia bilang lebih mapan dari kurir maskapai penerbangan itu?" 



"Dia adalah staf administrasi di kantorku. Calon mertua itu minta maaf dan minta kalau aku terus pacaran dengan putrinya. Ketika mendengar calon menantunya itu memanggilku boss dan dia bercerita aku pemilikk."



"Didepan orang tuanya aku mutusin pacarku karena enggak mau jadi mesin atm calon mertua!  Maka aku sekarang jomblo lagi," kata Farouq tanpa beban. Sesayang apa pun, kalau orang tuanya matre mah mending batal.



"Aduh itu mah cintaku berat diongkos," ejek Wahyu.



"Iyalah gila aja, cuma karena ada yang lebih mapan dia terima. Saat tau aku siapa lalu pacarku suruh balik lagi! mendingan nggak usah.  Ngapain dijadiin mesin perah," sahut Farouq.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1676770890302.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.