THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
MEMBUKA FAKTA PADA FARHAT



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Hei, tumben kamu ke sini. Ada apa?” tanya Farhat pada gadis kecil kesayangannya.


“Tadi Abi makan siang di mana? AYA mau ajak makan, Abi sudah enggak ada,” Farah tak menggubris dua tamu yang ada di ruangan itu. Farah mendekati meja ayahnya, di sana terlihat kopi yang tadi dibawakan perempuan yang entah siapa, Farah belum mengenalnya.


“Kamu sudah kenal? Ini putri saya,” pak Farhat bicara pada Indira.


“Salam kenal Bu,” balas Indira dari jauh sambil menangkupkan tangannya.


“Dia sekretarisnya Indra,” pak Farhat kembali melanjutkan keterangannya.


“Lalu mau apa ke sini? Ada perlu apa dengan Abi?” selidik Farah.


“Tadi kami membawakan kopi untuk pak Farhat,” jawab Indira.


“Sebegitu lemahnya seorang Indra sampai bawa secangkir kopi aja butuh asisten?” sarkas Farah bicara.


“Bukan seperti itu, maksudnya tadi …,” Indra ingin meluruskan apa yang dikatakan oleh Indira. Tapi kalimatnya dipotong oleh Farah.


“Saya ingin bicara berdua dengan ayah saya,” Farah mengusir kedua orang itu tanpa menyuruhnya keluar ruangan.


“Baik, saya permisi,” dengan berat hati Indra pamit.


“Selamat siang Bu, Pak,” dengan sopan Indira menyampaikan salam pada Farah dan Farhat, lalu dia pun ikut keluar.


“Kamu ada perlu apa?” tanya Farhat lembut pada putrinya.


“AYA akan cerita, tapi sebelumnya kita ke ruangan om Husain dulu ya,” Farah mengajak abinya. Dia tak mau asal bicara. Karena dia hafal, sang ayah selalu mau percaya sesuatu bila ada fakta. Sama seperti kasus Farhan dulu.


Farhat melihat Husain sahabat sekaligus sekretarisnya sedang tidur di mejanya. “Sein, Sein …,” Farhat membangunkan Husain dengan mengguncang lengannya perlahan.


“Kita kembali ke ruangan Abi ya, kita cerita di sana,” Farhat menyetujui ajakan putrinya. Ditinggalkannya ruangan Husain.


“Abi jangan sentuh kopi itu apalagi meminumnya!” saat memasuki ruangan kerja Farhat, Farah langsung memperingatkan abinya.


“Mengapa?” Farhat tambah bingung.


“Om Husain diberi obat tidur oleh Indra. Itu sebabnya diguncang seperti tadi dia tak bereaksi. Indra pasti mempunyai tujuan lain dengan memberi Abi kopi. Bukankah selama ini hal itu belum pernah dia lakukan? Dan Indra bukan orang yang baru kenal Abi. Dia tahu Abi enggak ngopi selain pagi hari. Sore atau malam pun Abi enggak ngopi, tapi hanya nge teh,” lanjut Farah.


“Dari mana kamu tahu om Husain di beri obat tidur? Kamu jangan asal menuduh bila tak punya bukti,” tentu saja Farhat tak mau asal percaya dengan perkataan putrinya.


“Sebelumnya AYA minta maaf, karena lancang melakukan hal yang mungkin Abi tak menduga. Sejak kak Jhon mendekati AYA, dia mendapat ancaman agar kak Jhon mundur mendekati AYA. Karena kak Jhon tak mengindahkan ancaman tersebut, maka ancaman terakhir berbunyi “KARENA KAMU TAK MAU MUNDUR, MAKA SAYA AKAN BUAT KELUARGA FARAH HANCUR, DIMULAI DENGAN AYAHNYA!’ Farah memperlihatkan forward an ancaman yang Jhon terima kepada abinya.


“Lalu kak Jhon berpikir harus mendapat bukti, siapa yang sedang mengancam kita. Dan kak Jhon curiga, semua itu dilakukan oleh Indra, karena hanya Indra yang tidak suka dengan kedekatan kami. Kak Jhon menyarankan memasang CCTV di ruangan Abi dan ruanganku,” Farah menceritakan semua dari awal. Farah sudah tak menyebut Indra dengan panggilan MAS seperti sebelumnya.


“AYA yang masang CCTV itu, termasuk di ruangan om Husain. Dan tadi saat Abi dan om Husain keluar makan, Indra memasukkan obat tidur di minuman om Husain,” Farah memberikan rekaman CCTV di ponselnya untuk dilihat Farhat.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta