THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
DITUNGGUIN SATPAM



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Nasinya segini?” tanya Farah.


“Iya, segitu dulu. Nanti bisa tambah lagi,” jawab Jhon.


“Enak enggak Kak?” tanya Farah saat mereka mulai mencicipi olahan bebek yang mereka pesan.


“Kalau buat lidahku cocok,” jawab Jhon dengan jujur.


“Abi juga bilang gitu saat awal kami ajak ke sini,” Farah menyetujui pendapat Jhon.


“Mengapa ayahmu suka jajanan kelas bawah? Padahal kelas kalian ‘kan bukan rumah makan seperti ini,” Jhon mencoba mencari jawaban rasa penasarannya.


“Sejak kami kecil, abi dan umi mengajarkan kami hidup sederhana. Kami kecil lebih suka makan bakso pikul dari pada makan di rumah makan. Sekarang bakso pikul hampir tidak ada lagi ya,” jelas Farah.


“Coba ini deh Kak,” Farah menyodorkan secuil bebek merah dari tangannya ke mulut Jhon.


“Wah beneran nih, enak banget,” sahut Jhon.


Mereka tak sadar barusan Farah menyuapi Jhon langsung dengan tangannya, karena mereka makan tidak menggunakan sendok. “Kapan-kapan kita makan di sini lagi, kita coba menu yang lain ya. Aku penasaran dengan kelezatan masakan lainnya,” Jhon sangat suka dengan rumah makan ini. Tanpa sadar dia sudah berniat akan makan bareng lagi.


“Iya, nanti kapan-kapan kita makan di sini lagi,” jawab Farah.


***


“Jadi gimana?” tanya Jhon saat mereka baru masuk mobil untuk kembali ke kantor Farah.


“Gimana apanya Kak?” Farah malah bingung apa yang Jhon maksud. Karena saat makan tadi mereka hanya membahas masalah makanan kesukaan, tempat makan favorite di Solo dan cemilan favorite.


“Soal makan malam dan makan siang selama aku masih libur,” jawab Jhon kalem. Sementara Farah malah bingung, tak menyangka Jhon menanyakan kelanjutan jalan barengnya.


“Aku bisa aja Kak, asal Kakak enggak keganggu. Asal Kakak bersedia ngejemput ke rumah, aku bisa keluar malam. Kalau pergi sendiri, aku enggak bisa keluar malam bila bukan bersama keluarga atau abi menghubungi orang yang akan aku kunjungi,” jujur Farah memberitahu aturan ayahnya soal keluar rumah saat malam hari.


“Oke, nanti malam aku jemput kamu makan malam. Kamu pikirkan tempat makan yang enak biar kita enggak kelamaan diskusi tentang lokasi yang akan kita tuju,” Jhon berjanji akan menjemput Farah di rumah gadis itu.


“Gimana kalau malam kita makan sea food?” Jhon melempar wacana. “Apa kamu punya pantangan?”


“Baik, nanti malam kita makan sea food. Aku enggak punya pantangan makanan koq,” jawab Farah sambil bersiap turun karena mobil Jhon sudah masuk area kantornya. Jhon menghentikan mobilnya tepat depan lobby agar Farah tidak berjalan jauh.


“Aku langsung aja ya, nanti satpammu marah kalau aku mampir!” goda Jhon melihat Indra sedang memandang arah mobilnya.


“Ih Kakak, siapa lagi yang bakal marah? Abi aja enggak marah saat tadi aku kasih tau aku makan berdua Kakak,” Farah memberitahu tadi dia memberitahu Farhat.


“Kamu sudah ditunggu, sana cepat turun,” Jhon malah mengusir Farah.


“Ih, awas ya. Malah ngusir aku. Assalamu’alaykum,” Farah segera turun dan dia baru sadar Indra memandangnya dengan tatapan tajam.


‘Rupanya ini yang kak Jhon bilang tadi sebagai satpamku!’


“Dari mana kamu?” tanya Indra penuh selidik.


“Makan siang,” jawab Farah santai. Lalu meninggalkan Indra di lobby.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL CINTA KECILNYA MAZ  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta