THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
BALAPAN LAHIR



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Besok adalah acara nujuh bulannya Fara atau Farah atau AYA. tentu saja keluarga besar Basalamah membuat pengajian besar di rumah keluarga Farhat. Bukan di rumah Jhon.



"Nanti anaknya dinamain Prameks aja ya Mas," goda Putut yang sedang menggendong princess Rani. Bayi empat bulan itu makin chubby. Dengan dress berwarna maroon dan bandana senada membuat semua yang melihat ingin mencubit pipinya.



"Enak wae *princess tambak*." Jhon membantah ucapan Putut dengan balas menggoda kalau Rani adalah princess tambak.



"Pakde Jhon! Awas ya ngatain cucunya grandpa princess tambak!" Tetiba Farhat yang sedang ngopi bersama para bapak yang lain ikut dalam candaan itu.



Memang mereka semua habis sarapan. Acara pengajian akan dilakukan siang menjelang sore.



Sengaja umi Farahdina mengambil waktu jam segitu agar tak ada makan siang. Acara dilakukan sesudah makan siang. Umi sedang malas pesan prasmanan. Umi hanya pesan berkat untuk  pulang saja.



"Ha ha ha, emang enak pakde Jhon dimarahin grandpa," Putro ngatain Jhon yang ditegur Farhat walau Farhat negur bukan marah koq.



"Bukan princess tambak, cuma dia juragan bebek," Wahyu menoel pipi Rani.



"Princess paling senang kalau dengar suara bebek saat berebut makan. Dia akan tendang-tendang kakinya pengen minta turun," Putut menerangkan apa yang Wahyu maksudkan.



Sejak kemarin siang anggota BIG FOUR memang ngumpul di penthouse milik Farhat. Bahkan Lesmana san Siswojo yang satu kota pun ikut menginap karena tak mau ketinggalan moment ngumpul bareng.



Semua saling goda dan canda. Rani minta digendong eyang Siswojo, Amie dan Putut memang sering membawa putri mereka mengunjungi eyangnya. Dan eyangnya juga bolak balik ke Jogja karena tak kuat menahan rindu pada gadis kecil itu. Jadi kalau lihat eyangnya dia segera minta gendong.



Putri datang walau hanya duduk aja tapi dia senang bisa kumpul dengan semua kerabat yang datang.



"Aku jadi pengen hamil lagi melihat kalian hamil," cetus Amie dikamar Putri. Farah tersenyum. Dia sedang merasakan protesnya baby boy.



"Anakku sudah protes. Ayok kita ke ruang makan," Farah mengajak kedua iparnya makan lebih dulu dari yang lain. Busui dan bumil memang tak bisa ikuti waktu aturan makan yang baku. Mereka lebih cepat lapar.



"Ayok, baby twins juga sudah saling tendang akibat kelaparan." Balas Putri.



Pagi ini umi menyediakan pecel dengan lontong dan tempe garit buat sarapan. Atau ada juga roti bila tak ingin makan lontong pecel.



Amie makan lontong tanpa pecel. Dia beri sambal pecel saja. Tenaaang, umi enggak bisa makan pedas sehingga bumbu epcel yang dia pesan dari bu Tiwi enggak pedes.



"Makan sayuran dan proteinnya Mie," tegur Putri.



"Sik ( tunggu atau nanti ) Mbak. Aku nostalgia ama jajanan SD. Lontong sambal!" Jawab Amie.



"Ha ha ha bener. Aku cuma bisa ngeliatin makanan seperti itu. Bisa-bisa aku enggak boleh sekolah bila mama tahu aku makan begituan," jawan Putri.



"Untung orang tuaku enggak ketat gitu," kata Farah. Dia walau dari keluarga kaya tapi merakyat. Tak seperti mama Putri.



Sesudah puas dengan lontong bumbu pecel baru Amie makan pecel dengan peyek udang.



Kehamilan Putri sekarang enam bulan. Sudah tak harus bedrest hanya tak boleh banyak bergerak. 



Kalau para bapak dan lelaki muda ngumpul diteras, para ibu muda di ruang makan, maka para nyonya sedang di dapur.  Mempersiapkan menu makan siang. 


\*\*\*



"Ha ha ha, itu pasti bukan feeling. Pasti karena kamu tiap malam nengokin anakmu itu wedok apa lanang," kata Ilham.



"Kamu kayak tahu aja," goda Putut.



"Aku emang belum praktek, tapi teori udah hafal di luar kepala," balas Ilham.



"Karena diluar kepala maka dipangan ayam," timpal Ragil.



Semua ngakak ngeyangin kalau teori milik Ilham dimakan ayam. Ini sebabnya Lesmana tak mau kehilangan ngumpul dengan sanak saudaranya ini.



Sampai saat ini Rani masih jadi Primadona karena kemungkinan besar anaknya Putra dua-duanya juga lelaki. Anak Jhon menurut hasil USG juga lelaki. Sehingga sampai sekarang baru Rani yang perempuan.


\*\*\*



"Mas ini sakit banget," kata Putri lada suaminya.



"Kenapa?" jawab Putro dengan lembut. Dia baru saja terlelap ingin tidur siang. Putro melarang Putri pulang kerumah weekend sejak usia kandungan tujuh bulan. 



Sekarang usia kehamilan Putri sudah delapan bulan dan usia kehamilan Farah sembilan bulan.



"Kayaknya babies mau keluar deh," jawab Putri.



"Gimana sih, kan baru delapan bulan," Putro langsung bergegas duduk mendengar istrinya bilang bayi-bayi mereka akan lahir.



"Sebagai dokter kita tahu namanya kehamilan gemeli ( Gemeli merupakan istilah medis dari kehamilan kembar atau lebih dari satu janin ) jarang yang sampai sembilan bulan kan?" Putri lupa kalau suaminya beda jalur. Putro adalah dokter gigi sehingga soal gemeli enggak hafal.



"Masa iya sih? Ya udah ayo kita ke rumah sakit. Putri dan Putro ditemani mamanya Putri berangkat ke rumah sakit. Lesmana belum pulang.



'*Baby twins on the way coming*,' sebelum berangkat Putro mengirim pesan di group lelaki idaman.



'*Wah ra gelem ngalah, rumongso bapake lewih tuo soko baby prameks*,' Farouq langsung merespon pesan yang Putro kirim.



Farouq bilang si kembar tak mau kalah. Tak mau lahir belakangan dari anak Jhon sebab Putro ( papa si kembar ) adalah kakaknya Jhon. Jadi mereka harus lebih tua dari anak Jhon.



'He he he, *bener kui. Ra gelem kalah tuwo*,' Ragil pun ikut menimpali.




Heboh lah keluarga BIG FOUR, semua tentu bahagia dengan kelahiran bayi-bayi dari Putri.



Ucapan selamat langsung membanjiri chat di ponsel Putri dan Putro. 



'*Kami meluncur ke Solo saat aqiqah wae yo. Biar Rani enggak cape bolak balik*,' Putut mengirim pesan di group lelaki idaman.



Lesmana langsung memberi tahu para tetua big four, kalau aqiqah akan diadakan seminggu hari lagi yaitu hari Minggu depan. Saat itu hari Sabtu.


\*\*\*



Farah datang ke esokan sorenya. Hari ini hari Minggu.



"Kapan boleh pulang?" Tanya Farah.



"Besok kami udah boleh pulang kok. Karena kelahiran normal itu kan cepat diperbolehkan pulang," sahut Putri.



"Wah senangnya, kalau di rumah pasti heboh dan sibuk kerepotan dengan dua tangis bayi," Farah membayangkan dua tangis bayi bergantian minta ditangani.



"HPL mu kapan YA?" Tanya Putri. 



"HPL aku minggu depan masih enam hari lagi," Farah memang sudah bersiap. Tas pakaian sudah ready seperti Amie. Kalau Putri kan belum bersiap-siap karena HPL nya masih satu bulan lagi.  


\*\*\*



"Kita makan dulu ya Dadd," pinta Farah. Mereka baru pulang dari menengok dua jagoannya Putro.



"Mau makan apa?" Jawab Jhon.



"Nasi uduk dan lele penyet," pinta Farah.



Jhon segera menepikan mobilnya di tenda penjual nasi uduk dan ayam bakar juga ada lelenya.



"Minta tiga lele digoreng tidak terlalu kering dan dua paha atas bakar. Nasi uduk dua. Serta dua lemon tea esnya sedikit aja," pesan Farah yang lebih dulu masuk. Jhon masih memarkir mobil.


\*\*\*



 "Yah, kita berangkat ke Solo kapan? Aqiqah bakal dibikin hari Minggu," Amie masuk ke kamar membawa bak berisi baju Rani yang sudah disetrika.



"Hari Jumat aja. Habis Jumatan. Hari Sabtu kita di rumah ayah ibu aja," jawab Putut.



"Aku pengen liat baby boys. Barusan mbak Farah bilang dia sudah pulang nengok ke rumah sakit," Amie memberitahu Putut. Padahal Putut pasti tahu karena sudah dibahas di group lelaki idaman.



"Sejak mereka belum lahirAyah sudah bilang ke pakde Putro kalau Rani akan nengok baby boys sekalian acara aqiqah agar princess enggak cape di jalan," Putut lupa tak memberitahu hal ini pada Amie. Sehingga Amie mengira mereka emang sengaja tak menengok bila tak ada acara aqiqah.


\*\*\*



Farah baru saja duduk diruang tamu rumahnya. Sudah jam sembilan malam. Dia cukup lelah, kenyang tapi bahagia karena habis melihat  dua keponakan kembarnya.



"Daddy …," Jhon kaget mendengar istrinya berteriak. Dia sedang membersihkan diri. Bergegas dia ke ruang tengah dimana istrinya berada. 



"Kenapa *Babe*?" Tanya Jhon khawatir.



"*Baby boy also wants to be born*,"  seru Farah.



Tanpa buang waktu Jhon mengambil kunci mobil serta dompetnya. Dia juga meraih tas koper kecil yang sudah Farah siapkan. Tak lupa dia bawa charger ponselnya. 



"Ayok," Jhon memasukkan charger ke dalam tas Farah dan dia bawa semua. 



Jam sebelas malam ketika Farah mulai masuk ruang bersalin. Jhon langsung mengabari kedua orang tuanya juga orang tua Farah.



'*Mohon doanya, CEO pompa bensin sedang meluncur. Mommy and daddy sedang nunggu dia datang di ruang bersalin*!' Pada group lelaki idaman Jhon kirim pesan seperti itu.



Senin dini hari jagoan kecil Jhon lahir dengan selamat. Farhat menangis terharu di depan ruang bersalin saat mendengar tangis pertama cucunya.



Bu Farahdina berpelukan dengan bu Dyah.



Mereka tinggalkan ruang bersalin menuju mushola mereka akan salat subuh bersama sekalian memanjatkan syukur atas kelahiran cucu mereka.



"Jhon, tolong acara aqiqahnya dibuat hari Sabtu saja. Biar keluarga Cangkringan tidak dua kali bolak balik," pinta Farahdina ada menantunya.



"Iya Umi, aku akan hubungi penjual kambing yang sudah kami pesan." Jawab Jhon.



Jhon dan Farah sudah setuju kalau semua urusan masak dilakukan di rumah umi. Selain karena alat besar nya ready, SDM nya juga lengkap. Nanti masakan matang baru di bawa le rumah Farah.



Hal itu sudah dibicarakan saat Farah melakukan pengajian nujuh bulan dulu.



Putut dan Amie senang karena mereka tak repot. Sabtu acara aqiqah putranya Farah dan hari Minggu acara aqiqah baby twins.



Keberangkatan ke Solo jadi dipercepat jadi hari Kamis pagi.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1677543681270.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.