
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Hubyyyy … " pekik Farah keqi. Aku enggak hamil," Farah menampilkan wajah cemberutnya.
"Lhaaaa … asumsi aku kamu ngeluh mual ya pasti karena kerjaan pesawatku,” balas Jhon tak sadar telah mebuat Farah kesal.
"Aku mual karena bau asep. Tadi aku memang penasaran pengen masak didapur dengan kayu bakar,” jawab Farah.
"Huuuu … aku kira karena ada Jhon kecil diperutmu,” balas Jhon. Dia sebenarnya sangat mengharapkan segera punya anak. Tapi Putri saja yang sudah lepas suntik sejak bulan lalu belum hamil.
“Semoga kita cepat segera diberi momongan,” balas Farah. Dia mengerti keinginan suaminya. Bahkan mereka mulai bersiap. Sejak minggu lalu Farah sudah minum susuu ibu hamil. Itu untuk mempersiapkan badannya menerima kehamilan.
\*\*\*
"Malam ini semua berkumpul dirumah utama milik pak Cokro. Ada pak kiyai disana. Tujuan berkumpul adalah mengucap syukur acara yang mereka selenggarakan berhasil sukses tanpa kendala.
Itu sebabnya pak Cokro memanggil kiyai untuk memimpin doa. Ini adalah acara pertama pak Cokro mantu. Wajar dia ingin acara kemarin dibuat semeriah mungkin.
"Aaaamiiiiiiiiiiiiiiiiiiin,” semua yang hadir mengucap aamiiin untuk penutup doa kali ini.
\*\*\*
"Jhon," Jhon pagi ini baru saja kembali dari penerbangan ke Ausie saat dia dipanggil oleh Ridwan seorang teman akrabnya di maskapai ini.
Ridwan bukan sesama pilot. Dia bertugas di bagian administrasi penerbangan. Biasa mengurus schedule penerbangan pilot dan teamnya.
"Ada berita nggak bagus untukmu," kata Ridwan.
"Ada apa?" tanya John. Pilot gagah itu masih lelah baru saja selesai memberikan laporan penerbangannya.
"Ada rumors kalau kamu *samen leaven* atau kumpul kebo," kata Ridwan pelan.
"Lalu masalahnya dimana?" tanya John.
"Bukankah banyak teman-teman seperti itu dan tak ada larangan?" tanya Jhon lagi.
"Tak ada larangan Karena itu adalah tingkah laku pribadi, tapi kalau untukmu itu akan berimbas," kata Ridwan lagi.
"Karena akan berpengaruh pada kondisi penilaianmu sebagai pilot terbaik," seru Ridwan.
"Aku tuh nggak tega sama kamu," lanjut Ridwan lagi.
"Aku enggak jadi pilot terbaik aku enggak itu peduli. Cuma aku nggak suka. Kenapa bisa ada yang nyebarin berita bohong seperti itu? Siapa yang nyebarin itu, sama aja nantang aku!"
"Gua jabanin!" dengan gaya premannya Jhon berlalu.
Siapa pun tentu tak suka bila tercoreng karena sesuatu hal yang tidak baik dan yang John pikirkan adalah bagaimana bila itu membawa nama mertua dan istrinya.
Walau pun masih capek dia langsung ke bagian HRD. Entah mengapa kemarin sebelum berangkat terbang dia iseng membawa surat nikah aslinya.
Tumben-tumbenan, entah mungkin feeling mungkin dia juga tak mengerti alasan tindakannya kemarin.
Masih jam 05.00 ketika John masuk keruang HRD.
"Selamat pagi Capt. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang staff yang bertugas pagi itu.
"Hari ini manager datang jam berapa?" Jhon tak menjawab malah balik bertanya.
"Manager baru akan datang sebentar lagi beliau tugas pagi," jawab petugas tersebut.
'*Aku pulang telat ya Beib*,' Jhon memberi khabar dengan pesan. Dia tak ingin istrinya mendengar suaranya yang sedang marah.
'*Kenapa*,' tanya Farah dia juga aneh suaminya telah sampai di bandara koq malah hanya kirim pesan. Tak seperti biasanya langsung menelponnya. Karena sekarang masih pagi dan hari Sabtu. Farah tahu kalau Jhon bila tiba agi bisa langsung bicara. Bukan mengirim pesan.
'*Ada sedikit berkas yang harus aku bereskan, jadi aku nunggu manager HRD. Sekarang yang ada hanya staf HRD-nya saja*.'
'*Hati-hati*,' jawab Farah. Dia tak ingin suaminya terganggu dengan protesnya
Tak lama sang Manager datang. Rupanya dia datang jam 05.30 pagi. Padahal seharusnya dia masuk kerja mulai jam enam pagi
"Wah tumben nih. Ada apa Capt?" sapa ramah Manager HRD yang bernama Jumhari.
"Ada perlu sedikit. Maaf mengganggu pagi-pagi," jawab John.
"Ya ada apa?"
"Bapak nggak duduk dulu?" tanya John. Dia tak enak sang manager belum duduk.
"oh ya ya sebentar sebentar saya taruh tas kerja saya dulu," jawab Jumhari..
"Bagaimana bagaimana ada yang bisa saya bantu?" Jumhari bicara ramah.
"Saya baru tiba tadi pagi jam 04.00," jawab John.
"Saya mendengar rumors kalau saya dikatakan kumpul kebo," kata John lagi.
"Saya tidak peduli masalah itu. Saya tidak peduli masalah saya untuk pemilihan pilot terbaik. Saya tidak peduli itu semua! Saya hanya peduli bagaimana pandangan masyarakat terhadap mertua saya dan istri saya," kata John.
"Lho kamu sudah menikah?" Jumhari malah bertanya.
Tanpa menjawab dengan kata-kata Jhon langsung menaruh buku nikahnya dengan agak keras di meja HRD.
"Anda lihat kapan saya sudah menikah," kata John.
"Sudah tiga bulan jawab HRD.
"Ya resepsinya baru akan digelar bulan depan sehingga saya tidak pernah laporan."
"Saat ini saya memberitahu, bukan apa-apa. Saya tak ingin ada ribut diluaran. Saya sudah menikah jadi tolong anda mengerti posisi saya. Saya tak ingin mertua dan istri saya rusak namanya mereka bukan orang sembarangan," jawab Jhon.
Jhon memperlihatkan foto-foto prosesi pernikahannya.
"Anda menantunya Pak Farhat Basalamah?" tanya Jumhari tercekat melihat siapa papa mertua Jhon.
"Itulah mengapa saya tidak mau mengekspos sebelum resepsi," jawab John.
"Saya permisi," dia langsung pamit dan sebelum pergi dia mengambil buku nikahnya di meja.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.