THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
ANAK JURAGAN TAMBAK



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Putri tidak seperti Farah. Dia membeli semua perabotan untuk rumahnya langsung mengisi penuh semua kamar, sofa ruang tamu dan juga dapur. Padahal dua kamar lain kan juga belum ada penghuninya. 



Putro hanya menuruti apa mau istrinya. Dia tak ingin membuat istrinya sedih sehingga menghambat istrinya hamil. Dia ingin Putri happy dan segera hamil. Sudah hampir tiga bulan mereka leaps kontrasepsi. Tapi Putri belum hamil juga. 


\*\*\*



Putut bersiap untuk ke Solo. Dia dan Amie akan menginap di rumah keluarga pak  Siswojo. Orang tuanya juga kedua adiknya nanti menyusul lusa. 



Ami sedang hamil tiga bulan. Maka Putut datang lebih dulu agar Amie tidak terlalu lelah.



"Istirahat dulu Nduk,"  kata bu Dyah ketika putri angkatnya tiba. 



"Iya Bu aku mau taruh ini dulu," kata Amie.



"*Opo kuwi*?" Tanya bunDyah.



"Aku bawa ikan banyak Bu. Ada yang sudah aku pepes, ada sebagian yang aku goreng setengah masak agar tidak cepat busuk di jalan, nanti baru diolah lagi, ada sebagian yang mentah yang harus langsung masuk freezer."



"Amie enggak bisa makan tanpa ikan Bu," kata Putut.



"Maka dia bekal banyak ikan supaya tidak merepotkan Ibu," kata Putut lagi.



"Oalah. Anake juragan ikan memang lain," kata Pak Siswojo.



"Inggih Pak. Dia nggak mau kalau nggak makan ikan. Ayam, daging nggak suka. Kalau nggak ada ikan dia harus pedes Bu, Pak."



"Dan kalau pedes nanti dia langsung buang-buang air Jadi saya nggak bolehin dia makan pedas. Sekarang dia nggak kira-kira kalau makan pedas. Nek level standar aja nggak apa-apa. Ini level pedasnya naik tinggi jadi saya larang. Jadi lebih baik selalu ada ikan."



"Kadang dia cuma menyantap ikan tanpa nasi mau dibikin asam manis atau dimasak kuah atau apa pun itu."  Putut memberitahu kebiasan Amie sàat ini.



"Ikan kan protein tinggi, jadi enggak apa-apa. Lagi pula bapake tinggal nyerok aja owg," Bu Dyah mendukung Amie.




"Masih Pak. Enggak bisa berhenti itu mulutnya," kata Ami sambil ngedumel. Sekarang giliran dia yang mengadukan kelakuam suaminya.



Putut hanya nyengir saja memang bukan kemauannya mulutnya tak mau diam ngunyah.



Makan malam kali ini di keluarga Siswojo dihadiri Putri dan Putro yang datang mendengar adik mereka telah tiba di Solo.



Amie mengeluarkan pepes yang dia bawa. Barusan pepes sudah dia bakar sehingga menambah sedap karena ada bau daun terbakarnya.



Putri sudah tiga bulan lepas dari obat suntik anti hamil tapi belum hamil juga, itu hal wajar tapi kan Putrinya deg-degan pengen hamil. Dia terus konsultasi pada rekan seniornya di rumah sakit tempatnya bekerja.



Bulan ini Farah selesai suntik dia akan mulai normal pas nanti sesudah resepsi. Tentu Farah dan Jhon juga berharap segera punya momongan.



"Ayo makan makan dulu," Siswojo mengajak semua anak dan menantunya segera makan malam. 



Semua makan dengan tenang.  



"Beneran anak juragan tambak yo anakmu *kui*," ledek Putro yang melihat sejak tadi Amie makan pepes ikan tanpa nasi sama sekali.



"Pantes kamu bawa lauk yo Dek," Putri pun meihat Amie yang hanya tersenyum.



Putut tersenyum saja kakak iparnya membully calon bayinya. Karena sebelum hamil Amie bukan yang maniak ikan. Sebelum hamil Amie juga suka ayam dan daging. Sekarang sama sekali tak suka kecuali pas kepengen seperti misal minta tongseng kambing atau sate ayam atau sate kambing.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1676086876108.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.