THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
KECOA JANTAN DAN KECOA BETINA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Jangan, jangan berikan racun kepada orang tua kami," jelas kecoa betina terbata. 



"Mengapa? Mengapa kami tak boleh mempersembahkan makanan yang akan kalian hidangkan pada banyak orang tua di pesta tadi? Kalian mau ngasih makanan beracun pada orang tua orang lain sementara orang tua kalian kok nggak boleh? Bukankah semua sama?" tanya Juned datar dan tegas.



"Maaf Pak. Maaf kami ditekan," kecoa jantan satu  akhirnya bicara.



"Sekarang gini kamu, iya kamu! Kamu ceritakan pada saya yang sejujurnya sebelum anak buah saya bertindak," Dwipa menunjuk pada kecoa jantan dua yang dia tahu merupakan leader team kecoa ini. 



Dwipa memperlihatkan sebuah video anak buahnya ada di depan rumah kecoa jantan dua dengan box makanan yang terbuka dan diperlihatkan ditetesi cairan bening.



Kecoa jantan dua terbelalak. Dia tak bisa berkutik melihat petugas sudah berada di depan rumahnya malam ini.



"Kalau kalian nggak jujur satu aja enggak mau jujur,  habis semua anak istri dan orang tua kalian. Anak buah saya sudah berada di posisi masing-masing."



"Kamu jangan anggap orang tuamu di Banyuwangi lolos, lihat ini," Dwipa memperlihatkan rumah sederhana yang membuat kecoa betina memekik ketakutan.



Sejak tadi seorang anak buah Juned merekam semua kejadian secara video.



"Kami tidak tahu siapa yang membayar kami. Kami tahu satu orang sebagai penghubung yang menemui kami dan menugaskan kami untuk masuk di grup catering itu," kecoa jantan dua memberi keterangan jujur. Dia memikirkan anak sulungnya yang berusia empat tahun dan istrinya sedang hamil anak kedua.



"Apa kalian sudah lama kerja di catering?" Sekarang Dwipa yang memimpin pemeriksaan.  Juned memperhatikan data yang Sholeh berikan yaitu bentuk racun yang terlacak akan digunakan untuk makanan di pesta tadi.



"Belum Pak. Kami baru dua hari dapat rekomendasi langsung bertugas dipesta malam ini." Kecoa satu bicara. Dia tak ingin orang tuanya celaka.



"Baru dua hari masuk di catering koq bisa langsung ditugaskan di pesta ini?" Cecar Dwipa.



"Kami tidak tahu pengaturan didalam Pak yang kami tahu kami bertugas di lapangan. Itu saja," kecoa jantan dua menjawab kalau mereka hanya tahu soal di lapangan saja.



Dwipa meminta seorang anggota mengambil ponsel di saku celana kecoa jantan dua.



"Buka kuncinya," pinta anggota team Dwipa.



Kecoa jantan dua membuka kunci ponselnya.



"Mana nomor penghubungmu?"  



Kecoa jantan dua menscroll kontak di phone booknya lalu dia memperlihatkan nama Syamsul.



Juned mencatat nomor itu dan memberikannya pada Dwipa untuk diselidiki.



Nomor ponsel atau nama orang kalau sudah berada ditangan Dwipa artinya END. Orang itu tak akan mungkin lolos walau sekarang nomornya sudah tidak aktif.  Pasti akan terlacak oleh Dwipa dan dan timnya.



Farhat menggeleng kepala. Untung dia sudah antisipasi semua berbekal pengalaman di kantornya.  



"Apa kalian hanya bertiga?" Farouq penasaran.



"Iya dilokasi ini kami hanya bertiga. Kami tidak tahu team lainnya," sebut kecoa jantan dua cepat.



Akhirnya malam itu team Juned membawa tiga kecoa ke kantor polisi.



"Untung aja Abi antisipasi semua hal," Ilham mengucap syukur ketika team Juned keluar ruangan itu.




Chat di LELAKI IDAMAN langsung rame saat Ilham mengirim sepotong video tiga kecoa saat diinterogasi oleh Dwipa.



'*Ternyata di pesta tadi ada tiga kecoa yang berhasil menyusup*?' Putut kaget karena tak ikut saat eksekusi dengan lara kecoa tadi.



'*Iya aku, Mas Putro, Ragil, bang Ilham dan bang Farouq semuanya ada di sana. Cuma mas Jhon dan Mas Putut yang enggak ada*,' Wahyu menjawab chat Putut.



'*Owalaaaah. Kok aku nggak tahu*?' sesal Putut yang ketinggalan moment menarik tadi.



'*Kamu kan cuma nyari ikan aja dari tadi. Ngurusin bojomu*,' ledek Putro.



'*Iyo bojoku makan ikan nggak mau berhenti*,' sahut katanya Putut.



Sedang Jhon memang tidak tahu sama sekali karena tamunya masih banyak yang mengajak berbincang-bincang. Banyak tamu penting seperti CEO itu. 



Jhon memang tak diajak oleh Juned karena dia harus bertindak sebagai tuan pesta ( bukan tuan rumah ) saat Farhat dibawa Juned ke belakang tadi.



'*Apa "otaknya" udah ketahuan*?' tulis Putut penasaran.



'*Belum*,' jawab Ragil.



'*Penghubungnya aja nomor ponselnya nggak aktif dan penghubungnya pasti sekarang sedang dicari Om Dwipa*,' balas Ilham.



'*Baguslah*!'



'*Kalau Om Juned sudah turun tangan sih kita aman mereka nggak mungkin berani ngulang besok malam*,' jelas Farouq.



'*Nggak mungkin lah mereka berani. Mereka pasti tahu penjagaan akan lebih ketat*,' jawab Ilham.



'*Pastinya Om Juned nurunin personil lebih ketat lagi.  Mungkin kalau besok langsung yang pakai seragam*,' kata Farouq.



'*Aku penasaran sama otaknya*,' kata Jhon yang baru masuk le chat group.



'*Kita mah makan otak-otak aja enak*,' jawab Ilham.



'*Aduh jadi kepengen makan otak-otak. Bau daun kebakarnya kebayang-bayang*,' kata Putut.



'*Kau ini kerjaan yang makan aja*,' ledek Farouq.



'*Ya ini bawaan hamil. Aku jadi makan terus*,' kata Putut.



'*Wis turu wae, enggak usah ngunyah mulu*,' kata Ilham.



Lalu mereka menyudahi obrolan.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1676444064198.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.