
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Jhon dan Farah datang saat Amie dan bu Diah sedang mengatur meja untuk makan siang. “Wah maaf, aku telat,” Farah tidak enak karena tidak membantu mertuanya.
“Santai wae Mbak,” balas Amie sambil tersenyum.
Jhon membereskan baju Farah ke lemari miliknya. Lalu dia isi koper Farah yang sudah kosong dengan baju-baju miliknya. Sedang baju-baju seragamnya tidak dia masukkan di koper. Biar dia bawa dengan gantungannya saja agar tidak kusut kembali.
“Pakde, Bude, habis makan kami pamit ya?” Putut memberitahu kedua mertuanya. Sudah tiga hari dia meninggalkan Jogja. Besok pagi dia harus bertemu dengan pemilik lahan yang ingin dia beli untuk membuka kolam belut dan ikan mas. Dia juga sudah membeli diesel untuk aerasi kolam ikan masnya saat aliran listrik dari PLN padam.
“Yaaaah, aku belum ngobrol ama Amie,” keluh Farah.
“Main ke desaku Mbak,” ajak Amie.
“Boleh tuh, kapan Kak?” Farah berbinar menerima tawaran Amie. Dia langsung bertanya pada suaminya.
“Sepulang dinasku ini. Asal tidak nginep dan bukan hari kerja. Karena kalau hari kerja kamu enggak boleh jauh dari kantor,” balas Jhon. Istrinya itu selalu saja lupa mereka masih ada misi khusus.
“Ah … lagi-lagi aku lupa soal kantor!” keluh Farah. Tapi kalau pergi hari Jumat malam dan pulang Minggu sore kan bisa Kak.”
“Eh gimana perkembangan masalah itu?” tanya Ragil penasaran. Karena dia juga terlibat saat awal pemasangan CCTV di kantor Farah.
Farah pun menceritakan masalah Indra dimulai dari dia melihat CCTV. Tentang bagaimana sekretaris ayahnya tertidur karena obat di air minumnya. Lalu tentang kopi ayahnya dan hasil pemeriksaan laboratorium juga tentang keputusan yang dengan berat hati diambil oleh ayahnya.
“Enggak ngira ya, harta bisa bikin manusia sampai rela melakukan apa pun,” Ragil tak percaya mendengar keseluruhan cerita Farah.
“Didunia kerja dimana pun, pasti ada aja orang seperti itu. Bahkan diusaha tambak pun aku sering mengalami hal itu,” jelas Putut.
Putut beberapa kali hampir dirugikan orang. Ada yang akan menebar racun karena persaingan tak sehat. Ada yang mendiskredit bilang hasil kebunnya masih lekat pestisida sehingga tak layak jual dan sebagainya.
“Di kantor pemerintahan juga ada hal seperti itu. Saling menjatuhkan demi harta. Agar bisa naik jabatan dan mendapat penghasilan lebih besar,” cetus pak Siswojo.
“Manusia yang kurang bersyukur!” bu Diah pun ikut memberi tanggapan.
***
“Gimana kalau kita jalan-jalan lalu makan siang habis itu baru kita pulang. Jadi enggak kelamaan nunggu ibu dan ayah pulang kerja?” usul Farah.
“Ok. Kamu ada tempat yang pengen kamu datangi?” tanya Jhon.
“Pengen ke pusat batik Laweyan Kak,” jawab Farah yakin. Laweyan adalah kampung batik di Solo. Disana banyak pengrajin rumahan, koperasi batik, toko grosir atau toko satuan.
‘Perempuan lain minta ke mall, istriku minta ke pengrajin batik,’ Jhon bersyukur, anak konglomerat ini tidak materialistis. Dia yakin tak akan sanggup bila Farah konsumtif, karena level Farah jauh diatasnya. Mungkin satu bulan gajinya hanya cukup untuk satu kali Farah jajan.
“Kak … lihat! Farah memperlihatkan ponselnya pada Jhon.
“Astagfirullah …,” Jhon hanya bisa istigfar.
***
“Sedang dimana Om?” tanya Farah saat sambungan yang dia lakukan berhasil terhubung dengan Junaidi pamannya.
“Baru mau pulang dinas malam, masih di kantor,” jawab Juned.
“Aku kesitu, tunggu sebentar Om. Kebetulan aku enggak jauh dari kantor Om,” Farah dan Jhon langsung bereaksi saat melihat ponsel Farah tadi.
“Oke, Om tunggu. Bilang aja minta diantar ke ruangan Om, saat kamu datang ke kantor,” Juned pun menyanggupi menunggu kedatangan keponakannya.
Seharusnya sejak jam delapan pagi Juned sudah pulang, hanya ada beberapa urusan yang mesti dia tangani dulu sehingga jam sepuluh saat ini masih berada di kantornya. Sekarang dia mesti lapor pada istrinya akan pulang terlambat karena Farah akan menemuinya dikantor.
Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.