
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Besok kami langsung pulang ke rumah kami ya," Farah bikin pengumuman.
"Lho udah punya rumah?" Tanya Putro, dia lupa kalau istrinya minta rumah weekend kan karena Farah bilang mau langsung pisah rumah sehabis resepsi.
"Dari habis nikah Kami punya rumah. Kami beli tanah lalu minta dibangunkan rumah sesuai dengan keinginan kami dan sekarang yang diisi itu baru kamar tidur sama dapur aja," kata Farah.
"Kenapa nggak diisi semua sekalian?" tanya Putro
"Ini memang sengaja. Saat kami tinggal disana kami akan melihat apa yang kami butuhkan baru nanti kami beli. Nanti lihat apalagi butuh baru beli nggak isi langsung," jelas Jhon.
"Emang kami mau seperti itu *step by step*," jawab Farah.
"Senangnya, jadi besok langsung masuk rumah baru?" kata Amie.
"Iya besok langsung masuk rumah baru. Kalian ikut ya," pinta Farah.
"Aku nggak tahu udah pulang apa belum," Amie tak berani memastikan ikut. Dia tergantung suaminya.
"Kalau kamu mau ikut, ya boleh aja," Putut mengerti kemauan istrinya.
"Tapi ibu kan mau pulang hari ini," protes Amie.
"Kita bisa pulang belakangan. Ibu pulang hari ini karena besok Saka sekolah" kata Putut.
Seluruh rombongan keluarga Basalamah memang akan check out dari hotel hari ini.
Jhon, Putro akan mampir ke rumah orang tua mereka karena pak Cokro akan makan siang di rumah sebelum pulang ke Jogja.
Karena ibu tak ada persiapan maka menu makan siang Jhon pesan di hotel ini lengkap dengan nasi dan dessert nya.
Sehabis ngeteh sore keluarga Siswojo pulang ke Jogja. Jhon pun pulang ke rumah keluarga Basalamah.
Yang nanti tinggal di rumah itu adalah Amie dan Putut aja karena Putro juga pulang ke rumah weekend mereka.
"Besok jangan lupa lho ya pagi jam 08.00," kata Farah pada Putri dan Amie sebelum dia pulang.
"Jangan jam 08.00 jam 07.00 aja. Sarapan di rumah," ralat Jhon.
"Aku akan bilang Umi besok kita sarapan di rumah umi," Jhon tahu ibu mertuanya tam akan marah padanya akan rencana dadakan yang dia canangkan.
"Oke siap," semua berjanji hadir kecuali keluarga Cokro.
Tentunya sarapan di rumah Umi besok pagi termasuk keluarga Siswojo karena Siswojo kan mau lihat rumahnya Jhon.
"Umi maaf ya,"
" Kenapa Jhon," Farahdina bertanya pada menantunya.
"Siapa aja," tanya Umi dia malah senang, bukannya marah.
"Ayah sama ibu, mas Putro dan Putri, Putut sama Amie." Jhon memberitahu Farahdina siapa yang dia minta datang sarapan esok pagi.
"Mama juga diundang dong sekalian untuk lihat rumah barumu. Masa ayah sama ibu, umi ama abi trus mama san aap enggak diajak," Farahdina.
"Ayah Jogja udah pulang?" Tanya Farahdina.
"Udah tadi siang, besok Saka sekolah," jawab Jhon.
"Ah kamu bukannya ditahan biar makan di sini bareng," sesal Dina.
"Ya nggak papa besok-besok lagi. Saka besok enggak bisa bolos karena sejak Jumat dia sudah enggak masuk," jelas Jhon. Uminya emang paling senang kalai bisa kumpul. Mumpung kedua putranya belum kembali ke Singapore.
"Nanti Umi yang bilang sama mama biar besok datang pagi sarapan semuanya, baru kita ke rumah kalian," kata Umi.
Farahdina langsung menuju ke belakang untuk memberi perintah kepada para pembantunya.
\*\*\*
Amie mengeluarkan pepes patin yang dia bawa dari Jogja. Dia juga mengeluarkan bawal tawar mentah.
"Mau kamu apain?" tanya ibu.
"Kan ada pepes kenapa dikeluarin juga bawalnya?" kata ibu lagi. Untuk makan malam, masakan dari hotel masih lebih dari cukup bila untuk mereka berlima.
"Bawalnya mau aku goreng terus aku bumbuin kecap. Pepesnya mau aku gado ( makan tanpa nasi ) sekarang." Amie merendam bawal tawar beku biar cepat cair.
"Ealah anak juragan tambak emang bener-bener ya," kata ibu dia sambil tertawa. Dyah membiarkan Amie bergerak sendiri dan Amie rencananya akan mengeksekusi bawalnya digoreng dulu seperti biasa bumbu ikan goreng. Habis itu dia masukkan di penggorengan tanpa minyak dia kasih kecap. Rasanya persis seperti dibakar cuma dipakai penggorengan. Setelah kecapnya meresap baru deh untuk makan malam nanti.
"Kenapa tertawa Bu," Putut yang menuju dapur bertemu Dyah di ruang makan.
"Bojomu udah pepes dia keluarin katanya mau dia makan sekarang. Eh dia keluarin bawal beku, ibu tanya buat apa? Dia bilang buat makan malam. Dia mau bikin ikan goreng kecap." Cerita Dyah yang *gumun* dengan pola makan putrinya saat ini.
"Ya bener gitu Bu. Kami itu bingung. Saya juga gak bisa berhenti ngunyah kue. Amie tak berhenti makan ikan," jawab Putut.
Dirinya yang menjalani saja heran.
"*Wis nikmati wae*," kata Bu Dyah.
"Iya yang penting kami sehat," jawab Putut lagi. Dia ke belakang bertemu dengan ibu dia karena pengen ngambil kue di kulkas. Bener-bener ya calon bapak itu satu itu.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.