
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Jhon masuk ke rumah orang tuanya. Mereka semua punya kunci masing-masing sehingga tidak perlu bingung bila ingin masuk rumah ini.
Jhon mengeluarkan baju kotor miliknya yang kemarin belum dia keluarkan. Dia menuju ruang belakang dan bersiap mencuci semua pakaian. Sebelumnya dia pisah agar yang warna putih tidak digabung dengan warna lain. Begitu pun dengan jenis bahan. Celana jeans tentu tidak digabung pencuciannya dengan bahan kemeja tipis.
Selanjutnya Jhon memasang setrikaan. Memang seperti itu kesehariannya bila di rumah. Mencuci dan menyertika baju dilakukan dalam waktu bersamaan.
Saat waktu makan siang Jhon sudah menyelesaikan semuanya. Dia keluar rumah untuk makan dan akan kembali ke rumah pak Farhat. Tak enak makan berdua dengan mertua perempuannya.
‘*Aku sudah dirumah abi*,’ Jhon melaporkan posisinya pada Farah setiba dia dirumah keluarga Farhat.
‘*Langsung makan Kak*,” Farah memerintah suaminya untuk makan siang.
‘*Aku sudah makan di luar sebelum pulang*,’ balas Jhon. Dia tak mau Farah memberitahu uminya kalau Jhon belum makan siang.
‘*Oke. Istirahat ya*,’ balas Farah.
\*\*\*
“Ini serius pak Farhat?” dua orang tamu dari kantor notaris yang biasa menangani kantor Farhat tak percaya kliennya akan memindahkan hampir semua saham miliknya pada orang lain yang bukan anak atau kerabatnya tanpa dijual.
“Seriuslah. Masa hal besar seperti ini saya main-main,” jawab Farhat dengan tegas.
“Apa pak Farhat dibawah tekanan?” sang notaris bertanya sambil melihat wajah Indra yang akan menjadi pemilik saham selanjutnya. Sementara Indra hanya memasang wajah innocent, tanpa dosa.
“Ha ha ha … apa saya terlihat sedang dibawah tekanan?” tanya Farhat santai. Tak terlihat dia dibawah tekanan. Karena memang dia sedang bersandiwara sesuai skenario dari Dwipa.
“Permisi Pak,” Husain atau Husen masuk menginterupsi untuk memberikan lima box makanan untuk makan siang. Empat box berisi nasi lengkap dengan lauk dan satu box lauk tambahan. Lalu dia langsung kembali keluar.
“Baik, tiga hari lagi kami akan datang untuk membahas draftnya ya Pak. Kita harus detail sebelum ada penanda tanganan,” lanjut sang notaris. Biar bagaimana pun dia ragu terhadap perintah pak Farhat kali ini. Dia akan menghubungi Farhat secara personal.
“Kita makan siang dulu yok,” ajak Farhat. “Itu ada satu box yang diberi tulisan, hanya berisi lauk tambahan saja.”
“Terima kasih akan kedatangannya. Saya tunggu kedatangan selanjutnya untuk pembahasan draft,” sahut Farhat.
“Ndra, tolong antar mereka ke bawah,” Farhat meminta Indra menemani para tamu. Dia malas bicara berdua dengan Indra.
“Sen, kamu sudah selesai makan?” tanya Farhat via intercom.
“Ini baru mau makan Pak,” sahut Husain.
“Bawa box mu kesini, kita makan bareng,” Farhat meminta Husain masuk ke ruangannya.
Farhat tadi memang belum makan dengan benar. Hanya beberapa suap karena tak enak dengan para tamu. Sekarang dia ingin makan bebas berdua Husain. Lauk cadangan juga belum tersentuh.
“Saya kira Bapak sudah selesai makan dengan para tamu,” Husain berkata ketika sampai di ruangan Farhat.
“Ha ha ha … enak makan sambil santai Sen,” Farhat membuka box miliknya yang baru tersentuh sedikit. Dia menambah lauk lalu mulai makan.
“Ini lauk masih banyak banget, kamu bawa pulang aja,” Farhat memberitahu Husain agar membawa lauk tambahan yang memang baru diambil Farhat. Tadi tamu dan Indra tak menambah lauk.
“Baik Pak,” sahut Husain. Mereka ngobrol sambil makan.
Sampai saat ini Farhat tetap tidak memberitahu soal Indra pada Husain. Dia tetap waspada. Dia belum tahu apakah Husain berada di pihaknya atau pihak Indra. Buktinya Indra yang dia anggap baik dan diperlakukan seperti anak sendiri saja malah menikamnya.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.