THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
ATENSI INDRA UNTUK FARHAT



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Nyonya Basalamah meminumkan suaminya obat yang pernah Juned berikan sehari setelah mereka meeting terbatas dirumahnya. Saat itu Juned bilang obat itu pasti diperlukan bila pak Farhat kembali akan dijebak Indra. Juned sudah mengantisipasinya.


Farah dan Jhon menemani pak Husain. “Apa yang dikatakan Abi saat om masuk keruangannya Om?” tanya Farah.


“Sejak Om masuk ruangannya, Bapak enggak bilang apa pun, dia bisa melihat tapi seperti kosong. Ditanya juga enggak menjawab Non,” jelas pak Husain.


“Emang tadi Om kemana? Koq Farah telepon seperti habis lari-lari?” Farah mulai melakukan investigasi sederhana.


“Tadi jam sepuluhan, satpam lapor keruangan Om, kalau ban mobil Om kempes sampai habis tanpa angin sama sekali. Jadi Om langsung turun ke parkiran. Dan pas sampai sana Om kaget karena bukan hanya satu ban, tapi dua. Jadi Om dan satpam membuka ban itu. Lalu membawa ke penambal ban dengan motor satpam. Lanjut masang. Pas baru selesai masangban,  non Farah telepon. Jadi Om lari ke ruangan Bapak,” Husain menjelaskan apa yang ditanya Farah.


‘Oh jadi ini alasan om Husain. Aku memang melihat om Husain kaget dan berlari saat satpam masuk ke ruangannya.’ Farah memang melihat seorang satpam masuk ke ruangan Husain dan akhirnya pak Husain keluar ruangan dilanjut dengan Indra masuk ruang pak Farhat. Disusul dengan Indira tak lama kemudian.


“Mobil Abi biar dikantor aja Om. Besok kalau Abi sehat berangkat kantor ama Farah aja,” Farah berpesan pada pak Husain yang akan kembali ke kantor.


“Bagaimana Abi?” tanya Farah pada uminya saat melihat perempuan itu keluar dengan lesu dari kamarnya.


“Sudah bisa tidur setelah minum obat dari om Sholeh kemarin,” nyonya Basalamah memberitahu kondisi suaminya pada Farah. “Barusan Farouq juga telepon karena melihat video kirimanmu.” Rupanya obat yang Juned berikan asalnya dari Sholeh.


“Oh, ponselku di kamar,” Farah yakin kedua abangnya pasti langsung menghubunginya ketika melihat kirimannya. Farah bergegas ke kamar, dia melihat Jhon sedang mengisi koper kerjanya dengan pakaian yang akan dia bawa besok.


“Kak, maaf, bukan aku yang packing,” Farah menyesal dia lalai terhadap tugasnya sebagai istri.


“Enggak apa-apa. Aku biasa packing sendiri koq,” Jhon memaklumi istrinya masih kaget dan sibuk dengan masalah ayahnya.


“Tante cuma mau kasih tau, sebelum tidur Om pesan, besok abimu jangan kerja dulu. Dua hari dirumah aja biar bikin lawan menunggu. Nanti hari ketiga baru kerja.”  Rukma menjelaskan maksudnya menghubungi Farah.


“Kalau libur dua hari, tanggung ‘kan masuk hari Jumat? Bagaimana kalau Senin sekalian aja Tante?” Farah bertanya, karena dia pikir tanggung bilang ayahnya baru masuk hari Jumat.


“Tante enggak bisa mutusin. Nanti Tante tanya dulu ke Om kalau dia sudah bangun ya. Paling dia akan langsung telepon kamu,” Rukma tak berani memasuki ranah kerja suaminya.


***


Sesuai saran Junaidi, hari ini Farhat tidak masuk kantor, hanya Farah saja yang berangkat. Jhon pun pagi tadi sudah berangkat terbang. “Bapak masih sakit?” tanya Indra saat melihat Farah memasuki lobby kantor.


“Iya, maklum sudah tua, kondisi kesehatannya mulai terganggu. Mungkin nanti kalau bang Farouq sempat, akan dibawa ke Singapore untuk berobat. Sejauh ini sih sudah terlihat fresh. Hanya bang Farouq ingin Abi general check up di Singapore,” jawab Farah sambil menekan rasa marah.


“Sudah lama enggak kontrol ke Singapore?” tanya Indra lagi.


“Iya, lama banget. Hampir dua tahun,” balas Farah sambil masuk ke lift untuk menuju ruangannya.


Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA  ya.



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.