
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Jhon dan Farah baru kembali dari rumah sakit. Putri masih di rawat. Putro merasa lebih aman bila istrinya tidur di rumah sakit. Dia lebih mudah mengawasi sepanjang waktu.
Putro tentu pindah rumah. Dia tidur dan berangkat kerja dari kamar rawat Putri. Tak ada yang perlu di khawatirkan bila Putri tak banyak bergerak. Kandungannya super lemah sehingga dia sedang terapi penguat rahim.
"Alhamdulillah ya. Senang dengar mbak Putri makin kuat kandungannya. Semoga aja minggu ini bisa pulang ke rumah." Farah mengucap syukur mengetahui kondisi Putri yang membaik.
"Iya bisa pulang tapi dia akan tetap jadi tahanan rumah. Kayak enggak tahu mama dan mas Putro aja," sahut Jhon.
"Mbak Putri udah sadar diri koq. Dia kan satu tahun nunggu bisa hamil. Pasti enggak bakal berani banyak gerak lah," Farah memberitahu niat Putri untuk patuh pada peraturan agar anak-anaknya aman.
'*Malam ini semoga enggak ada drama*,' doa ini dipanjatkan oleh Putro dan Farah walau mereka berjauhan.
Tadi sepulang dari rumah sakit Farah menemaninJhon yang kepengen wedang ronde.

Mereka pulang cukup kenyang. Selain minum wedang ronde mereka makan di rumah makan Padang. Jadi seharusnya tengah malam aman.
Farah melihat dia tak punya nasi sedikit pun. Sebelum tidur sengaja dia masak nasi agar bila malam-malam Jhon ingin makan maka biasanya Jhon memanaskan sendiri dan makan sendiri bila hanya lapar. Bukan ngidam sesuatu.
Jhon membuatkan susuu ibu hamil. Dan dia minta Farah langsung meminumnya sebelum Farah sikat gigi.
Jhon trenyuh atas perhatian istri tercintanya. Perempuan anak orang kaya tapi bisa masak dan bahkan nyuci baju dengan tangan. Tak terbayangkan bila dia dapat istri seperti Putri yang anak raja. Tak bisa masak apa pun apalagi nyuci baju.
Farah bahkan bisa masak nasi bukan dengan majic jar. Banyak perempuan tak bisa masak nasi tanpa majic jar.
Mereka membagi tugas tanpa pengucapan. Kalau Farah masak maka Jhon akan mencuci dan setrika.
Farah nyapu, Jhon langsung mengepel. Semua mereka lakukan tahu sama tahu.
\*\*\*
Sesuai dugaan Farah. Tengah malam Jhon kelaparan. Dia bangun sendiri lalu mengambil rendang di mika kecil yang cukup untuk lauk dua orang. Dia keluarkan sosis jumbo.
Tengah malam Jhon makan sendirian. Itu sering dia lakukan sejak ada baby boy.
\*\*\*
Pagi ini Jhon membawa Farah sarapan ke rumah umi. Semalam dia meminta umi masak rawon untuk sarapan.
Demi baby boy Farah menurut. Tak ada lagi malu. Baby boy kalau udah minta emang parah abiz.
Kemarin baby boy bikin mommy nya kesal. Sang daddy ngajak ke Jogja cuma buat makan serabi!
Padahal di Solo ada serabi nge top. Tapi baby boy pengennya serabi kampung di arah Jalan Kaliurang. Dari stasiun Tugu Jhon naik taksi.
Taksi dia minta nunggu. Sambil makan sambil nunggu serabi di bikin.
Habis makan serabi mereka balik ke Jogja.
Jadi wajar kan kalau hanya minta rawon ke umi Farah masih pengertian?
"Kemarin serius itu?" Tanya umi tak percaya mendengar cerita Farah.
"Serius lah Umi. Aku daripada cape naik mobil ya pilih naik kereta. Dari stasiun naik taksi ke tukang serabi yang dia mau. Makan disana, mbungkus juga. Lalu pulang deh," jawab Farah sambil makan.
"Aneh-aneh wae," jawab umi Farahdina tak percaya.
"Aneh tapi nyata kan Umi?" Jhon pun bingung. Bener, mending Putut yang enggak berhenti ngunyah daripada dirinya yang pengen aneh-aneh.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.