
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Tamu pertama yang datang adalah Ilham dan Farouq. Mereka datang tanpa ada yang tahu. Mereka tidak minta dijemput Jhon atau juga bareng dengan Abinya.
Benar-benar tamu kejutan. Tak lama setelah Farouq dan Ilham datang, masuk mobil Abi Farhat dan Umi Faradina.
"Wow kejutan banget," kata Putut melihat kedua kakaknya Farah itu datang.
"Jadi Farah belum tahu kalau bang Farouq dan bang Ilham datang?" tanya Amie.
"Abi dan umi juga enggak tahu. Mereka sukses bikin kejutan." Putut memberi tahu kalau Jhon sedang ngomel karena datang belakangan dari Ilham dan Farouq juga abi dan uminya.
"Mas Putro pasti keki kalian datang juga," ucap Putut.
"Ha ha ha, kami juga enggak nyangka aja, pas tau punya keponakan, dan tahu bakal ngumpul karena ada aqiqahan, ya wis kami langsung beli tiket ke Jogja tanpa memberitahu siapa pun."
Ragil yang melihat Farouq dan Ilham sudah sampai di Cangkringan juga kaget.
Ragil yang sedang isi bensin melihat chat group ia mendapat kejutan baru.
Dia baru sampai di kota Jogjanya akan menuju ke cangkringan.
"Wah aku kira aku yang paling dulu ternyata tamu dari Singapura lebih dulu tiba," kata Ragil pada kedua orang tuanya.
"Apa Ilham dan Farouq sudah tiba?" tanya pak Siswojo.
"Iya mereka bikin kejutan. Tak ada yang tahu kalau mereka datang."
"Alhamdulillah ya kita jadi keluarga besar gara-gara Amie," bu Dyah mengucap syukur.
"Alhamdulillah," kata Siswojo.
"Abi juga udah sampai di cangkringan," kata Ragil.
"Serius mereka sudah sampai?" tanya Bu Dyah.
"Iya barusan aku baca di grup. Jadi duluan bang Farouq dan Ilham, baru abi dan umi."
"Ah bener-bener ya. Aku pikir kita yang paling duluan," kata Siswojo.
"Iya kirain kita yang paling duluan," jawab Bu Dyah.
\*\*\*
"Mas, apa peraturan tadi itu berlaku juga untuk umi dan abi?," Bisik Amie.
"Ini cucu mereka. Kalau mama papa datang ya mereka bukan tamu."
"Oh iya baik, aku tahu dan jelas," Amie mengerti. Dia takut salah ucap.
"Sekarang minum obat dulu lalu tidur." Putut meminta Amie istirahat.
"Juice sudah minum belum?" Sehabis mengambil gelas dari Amie Putut bertanya tentang juice.
"Juice nanti ya Mas. Masih kenyang," Amie menolak minum juice.
Amie belum boleh banyak bergerak, dia masih lebih banyak di tempat tidur.
"Mas keluar lagi ya, masih urus kambing. Mau pantau petugas potong dan segala macamnya," Putut meminta izin pada istrinya.
"Tinggal aja, nggak apa apa. Mas bawa ponsel khan?" Amie tahu suaminya yang bertanggung jawab terhadap urusan kambing.
"Ada di saku," kata Putut.
"Nanti kalau ada apa-apa aku memanggil lewat handphone, nggak apa apa ya?" Amie tahu dia akan kesulitan jika harus teriak karena kamar mereka kedap suara. Saat renov kemarin Putut membuat seperti itu.
"Iya nggak apa apa," Putut pun pamit.
"Ayah keluar dulu ya Ratu nya Ayah," ada aja panggilan Putut untuk Rani.
"Iya Ayah," jawab Amie sambil meniru suara kecil. Lalu mereka berdua tertawa.
\*\*\*
Tak berapa lama rombongan eh mobil Pak Siswojo dan Bu Dyah masuk.
"Wah kalian sudah duluan aja," sapa Siswojo. Dia sudah salaman dengan Farhat dan Cokro.
"Itulah anak muda, gerak cepat" kata Ilham dan Farouq.
"Anak muda jomblo wae kok *gembelengan*," kata Wahyu. Semua tertawa mendengar ejekan Wahyu.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.