
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Hari ini berlalu dengan aman. Setidaknya Indra tak bisa bergerak menekan Farhat hari ini karena ada Junaidi yang datang bertamu. Ini memang rencana Juned. Sebagai psycho war bagi Indra.
Junaidi akan membiarkan Farhat sendirian sejak hari Senin. Dan sesuai kemauan Farhat, besok hari Minggu akan ada penambahan CCTV yang dipasang.
Jhon sudah meminta pegawai CCTV untuk kembali mengerjakan proyek yang diminta Farhat. Dia juga sudah menghubungi Ragil dan Putro untuk berkumpul Jumat malam di rumah mertuanya. Dia sendiri baru bisa kembali hari Sabtu dini hari.
“Mengapa kita tidak kumpul hari Sabtu malam saja setelah kedatanganmu?” tanya Putro.
“Om Juned bisanya hari Jumat. Aku nanti dengar dari mertua dan Farah saja,” jawab Jhon. Rupanya besok akan ada pengarahan dari om Juned.
“Baiklah, aku akan atur waktu hari Jumat malam,” ini jawaban Ragil ketika ditelepon oleh Jhon kemarin. “Usahakan bisa. Juga untuk hari Minggu pagi. Karena pemasangan akan lebih lama. Maklum jumlah titik yang dipasang akan semakin banyak,” Jhon meminta adiknya benar-benar serius menanggapi keinginan mertuanya.
“Kalau hari Minggu aku sudah kosongkan waktu seharian Mas. Kalau Jumat akan aku atur waktu. Habis maghrib sepertinya kosong koq,” Ragil belum bercerita kalau sekarang dia mulai kerja paruh waktu. Sehingga waktu kosongnya memang sangat terbatas.
***
Sesuai perintah Farhat, malam ini teknisi CCTV datang ke rumah Farhat. Mereka membahas semua aspek dan lamanya pekerjaan untuk menambah titik juga jaringan sesuai yang diinginkan Farhat.
Putro juga Ragil datang terpisah, mereka tak menolak permintaan bantuan yang Fahrat ceritakan. Malam ini Putro dan Ragil sudah sampai di rumah Farah. Mereka datang hampir bersamaan. Putri tak bisa ikut karena menemani bu Mentari sang mama ke sebuah pesta kerabatnya. Sang papa -Lesmana- tidak bia menemani istrinya karena juga punya jadwal ke pertemuan dengan beberapa rekan bisnisnya.
“Koq enggak sama Mbak Putri?” tanya Ragil.
“Dia lagi nemani mama kondangan,” jawab Putro sambil menunggu Ragil menyimpan helmnya. Putro juga naik motor karena hanya sendirian.
Setelah teknisi pulang, Farah memperlihatkan rekaman CCTV tentang aksi Indra pada Ragil dan Putro.
“Uang sudah mengalahkan segalanya ya,” Ragil berkomentar melihat apa yang dia lihat.
***
Farah mengajak kedua iparnya masuk om Juned dan om Dwipa sudah sejak tadi datang. Dwipa adalah asisten Juned beda bidang dengan Sholeh. Dwipa lebih fokus dibidang tindak kejahatan.
“Ayok kita langsung ke ruang makan saja,” Farhat mengajak semua tamunya untuk makan malam dulu sebelum diskusi.
“Jadi, hari Minggu kita akan kembali memasang CCTV tambahan, yaitu ruangan Indra, di selasar menuju ruang saya, serta di pantry. Saya juga akan memperbanyak yang ada di ruangan saya,” Farhat mulai membuka rencana kerja mereka setelah semua selesai makan malam.
“Putro bisa ya mendampingi AYA seperti pemasangan sebelumnya?” Farhat bertanya pada kakak ipar putrinya.
“Insya Allah bisa Om,” Putro tentu akan membantu sesuai kemampuannya.
“Gil, kamu temani AYA lagi ya, jangan biarkan dia hanya bertiga dengan teknisi,” tentu Farhat tetap menjaga keselamatan putrinya.
“Injih Om,” Ragil menjawab dengan senang hati.
“Nah, sekarang kita harus bersikap hati-hati. Terlebih kamu Kak,” Juned mewanti-wanti kakak sepupunya ( Faradina, uminya Farah ). Kamu sudah tahu ‘kan kemarin kak FAT ( Farhat ) sudah dijebak dan dibuat video seakan-akan dia sedang mencumbu Indira. Kamu harus siap mental melihat video editan mereka.” Juned memulai pembahasan teknis jebakan.
Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.