
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Gimana?" tanya Putro saat mereka selesai melihat rumah contoh. Mereka baru saja masuk ke mobil. Putro melajukan mobilnya berkeliling di perumahan melihat lingkungan.
"Bingung Mas. Yang di sini tuh bentuknya *cute* gitu. Cuma kayaknya enakan yang malam tadi," Putri mengemukakan pendapatnya.
"Kalau pengembang yang pertama tadi?" Pancing Putro.
"Oh kalau yang pengembang pertama tadi aku memang enggak sreg kan Mas. Dari awal kan aku udah bilang. Jadi sekarang kita tinggal compare dengan yang semalam aja," jelas Putri.
"Ya udah sekarang putusin. Masih siang gini kita masih bisa transaksi paling tidak kita bayar tanda jadi," kata Putro.
"Sebelum kita keluar dari area ini kalau kamu ambil sini kan jadi langsung transaksi sekarang," usul Putro.
"Aku bingung Mas aku berat yang malam tapi yang sini juga pengen gimana dong?" kata Putri lagi.
"Ya udah kita beli keduanya. Tiap weekend kita tinggal di rumah masing-masing," goda Putro.
"Yeeee itu mah sama juga bohong," jawab Putri sambil bersungut.
"Lagian kamu juga aneh maunya mana?"
"Kita menepi jajan dulu aja Mas sambil aku mikir," kata Putri.
Tanpa banyak protes Putro menuju kedai mie ayam bakso di seberang perumahan itu.
"Ya udah kita mikir di sini dulu," kata Putro.
Mereka tadi sudah makan siang waktu keluar dari rumah sakit sehingga sekarang hanya makan bakso aja buat nenangin pikiran.
Putri memesan dua mangkok bakso kuah tanpa mie dan jus alpukat untuk dia dan suaminya.
"Kamu pikirin terserah mau ambil yang mana. Mas mau makan bakso aja," Putro langsung mengambil bakso yang baru diantar untuknya.
"Yang tadi malam aja deh Mas," finally, Putri memutuskan memilih rumah yang tadi malam mereka lihat.
"Serius sudah mantap itu?" tanya Putro memastikan.
"Iya serius yang tadi malam aja. Lagian yang di sana kan lahan kosongnya lebih luas. Disini lahan kosong habis. Yang tersisa hanya yang standart aja," Putri menjabarkan mengapa memilih rumah yang semalam saja.
"Habis ini kita langsung ke perumahan yang tadi malam. Kita ambil yang kelebihan tanahnya 325 m itu," Putro memutuskan akan menuju ke perumahan yang semalam telah mereka kunjungi saja.
Akhirnya mereka menghabiskan bakso yang sudah mereka pesan.
Sekarang Putro mengarahkan mobilnya ke perumahan yang semalam dia datangi dengan Putri.
"Wah apa khabar Pak?" sapa pegawai pemasarannya.
"Oh baik saya mau tanya yang tadi malam," Putro membuka percakapan sore ini.
"Baik Pak. Yang mana yang kira-kira mau dilihat lagi?"
"Saya mau lihat yang kelebihan tanahnya 325 meter," jelas Putro.
"Baik Pak. Ayo saya antar. Tadi malam kan cuma dari luar nggak masuk."
"Ini Mbak bangunannya sudah selesai. Tinggal finishing singkat di cat aja," jelas sang marketing itum
"Mumpung belum dicat kita bisa request warna nggak?" kata Putri.
"Ada tambahan biaya enggak kalau kita request warna dinding?" tanya Putro.
"Karena ini belum di cat, berarti kan bukan mengubah Bu, Pak, jadi nggak ada tambahan biaya," kata bagian pemasaran lagi.
"Nanti saya request warna kalau saya jadi ambil ini," kata Putro seakan-akan dia memang belum mau ambil rumah itu.
"Terus kalau pagarnya gimana tanya Putro lagi.
"Pagar kelilingnya nanti kan sebaris dengan yang rumah sebelah dari yang halaman kosong ini. Terserah Bapak mau letter U-nya bagaimana. Karena yang dibikinkan kami adalah letter U," kata marketing itu.
"Diskonnya bagaimana ini kan kita belinya dua unit hitungannya," kata Putro lagi.
"Wah kalau untuk itu enaknya Bapak minta diskon khusus dengan manager saya. Kalau dengan hanya sesuai tabel yang tertera. Kebijakan ada ditangan manager," staff marketing itu menyarankan Putro bicara dengan atasannya.
"Kamu serius mau ambil ini?" kata Putro pada Putri.
"Ya Mas aku ambil ini," kata Putri mantab.
"Enggak nyesel? Enggak mau berubah?" Kembali Putro meminta kepastian pada istrinya.
"Kalau kita kita balik ke kantor pemasaran kita langsung bayar, sudah enggak bisa dibatalkan lho,"kata Putro lagi.
"Iya Mas udah aku mantap ini," kata Putri dengan ercaya dirinya.
"Oke kita sekarang ke kantor pemasaran ya," Putro menggandeng Putri.
Mereka bertemu dengan manajer pemasaran Perumahan itu setelah tawan-tawaran yang alot, akhirnya Putro membayarkan semuanya dan memberikan KTP Putri sebagai nama pemiliknya.
Putri terdiam saja semua memang sudah atas nama dia bahkan Rumah Sakit pun Putro berikan untuk dia.
"Baik Nanti Bapak berikan bukti pelunasan dari bank tertera lalu Bapak langsung ke sini aja nanti untuk jual beli dengan notarisnya kapan jadwalnya," sang manager memberi salam kalau mereka telah membayar tanda jadi dengan m Banking dan diberi kwitansi oleh sang manager.
"Oke baik," kata Putro.
"Kira-kira kapan ya rumah bisa dihuni?" Putri yang sudah tak sabar ingin menghuni rumah itu bertanya.
"Itu minimal dua minggu eh maksimal, maksimal dua minggu sih Bu selesai itu semuanya. Karena kan satu minggu itu bikin pagar makanya maksimal dua minggu lah itu," kata manajer pemasaran.
"Oke ini saya request warna cat karena tadi katanya bisa request cat." Putri menuliskan rincian warna cat yang dia mau.
Putri menuliskan warna catnya itu di kertas yang disediakan oleh Manager pemasaran lalu kertas itu di staples di file jual beli rumah milik Putri.
\*\*\*
'*Alhamdulillah aku tadi sore sudah punya rumah impian*,' begitu tulis Putri di group chat dengan adik-adiknya.
'*Dua minggu lagi sudah siap huni*,' kata Putri dia membagikan berita bahagia itu pada adik-adiknya.
'*Alhamdulillah*,' kata Amie. Dia senang idenya bisa membuat Putri bisa merasakan memiliki kehidupan privacy. Amie yakin seiring berjalannya waktu orang tua Putri akan mengizinkan kakaknya tinggal menetap di rumah itu.
'*Alhamdulillah*,' kata Farah. Farah yang juga sudah memiliki rumah tak ingin bercerita. Karena memang itu akan diberitahu sesudah mendekati acara resepsi. Jadi sekarang belum ada yang tahu bahwa dia sudah memiliki rumah.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.