
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
'*Sehabis makan siang semua kumpul. Penting*!'
Begitu pesan yang masuk diponsel Farhat, Jhon, Ilham, Farouq.
'*Siap*,' Farhat cepat membalas pesan itu yang masuk dari Juned dan Dwipa.
Tapi Dwipa juga mengirim pesan itu untuk Putro dan Ragil yang ketika meeting terakhir ikut datang.
"Wah ada berita baru," kata Ilham.
"Habis makan siang kita diminta kumpul pokoknya om Dwipa bilang kita diminta kumpul full team," kata Ilham lagi.
"Bagaimana dengan Farah. Dia kan bintang utamanya," tanya Jhon.
"Aku nggak tahu kalau Farah. Coba tanya Abi, apa dia ikut untuk pertemuan nanti siang," Ilham tak berani memutuskan.
"Seingatku om Juned semalam bilang sebenarnya ingin Farah dan Jhon ada di ruang eksekusi kecoa karena kalian bintang utama lakon ini," Ilham memberitahu apa yang dia ketahui dari om Juned semalam.
"Takutnya ganggu waktu untuk rias pengantin enggak?" Jhon bingung sendiri.
"Ya kalau waktu mepet, Farah bisa keluar duluan. Tapi enaknya sih tanya abi aja," lanjut Ilham.
"Aku temui abi aja, nggak sopan lah kalau aku lewat," chat kata Jhon sambil terus makan. Jhon tak mungkin lah ngechat mertuanya menanyakan tentang Farah ikut meeting nanti sesudah makan siang sedang mereka satu lokasi. Kalau beda gedung mungkin pantas mengirim chat ada mertuanya itu.
Ilham langsung memesan private room untuk meeting sesudah makan siang. Ilham juga memesan teh dan kopi serta dua macam snack untuk acara meeting mereka itu.
Sesudah sarapan yang di seling ngobrol jadi sarapan nyampe agak siang ada yang dilanjut berenang ada yang jalan-jalan di kota Solo tapi mayoritas yang keluarga Basalamah inti mereka tetap berada di hotel. Umi BaSalamah atau FarahDina, Dyah, Pertiwi dan Mentari ngobrol dikamarnya bu Dyah.
Big four ngobrol berkumpul di ruang tamu kamarnya Lesmana.
Para ibu muda sendiri ngerumpi tentang kehamilan ruangannya Amie.
Dan anggota lelaki idaman ngerumpi si kamar Ragil dan Wahyu.
"Eh tadi gimana jawaban Abi?" tanya Ilham pada John.
"Kita semua diminta datang termasuk Farah, Putri. Yang terpenting kali ini Umi. Karena kan Umi yang terlibat dengan perasaan. Walau kalau tindakan umi sama sekali tidak bergerak di kasus kita kemarin."
"Putri kan waktu itu ikut waktu pasang CCTV" kata Jhon.
"Pokoknya Om Juned nunggu semuanya karena tadi waktu aku tanya, abi telepon om Juned. Jadi kehadiran kita semua memang keputusan Om Juned," jawab Jhon.
"Ada apa ya," kata Wahyu.
"Aku juga penasaran Yu, kenapa masih berkaitan dengan kasus abi kemarin?" kata Ragil.
"Berkaitan dengan kasus gimana?" Ilham kembali telmi.
"Jelas Bang. Om Juned bilang umi harus hadir, karena yang terkena imbas adalah umi! Artinya kecoa ini berkaitan dengan kasus yang membuat umi terluka kemarin kan?" Kupas Ragil.
"Iya juga ya," kata Ilham.
"Kenapa harus ada Umi dan Farah? Kalau berkaitan dengan mereka, berarti berkaitan dengan Indra dong? Indra ada di penjara bagaimana Indra bisa atur semua itu?" Farouq masih bingung bila berkaitan dengan Indra.
"Bagaimana dengan Indira. Karena kehamilannya dia sering keluar masuk penjara dengan lebih sering. Apa saat dia keluar periksa dia bebas berinteraksi dengan orang luar." Ucap Ragil
"Lalu sekarang motivasinya apa? Hasil dari orang keracunan apa? Apa mereka dapat keuntungan finansial?" Putro mencoba mencari apa yang dituju otak pelaku penyusupan kali ini.
"Lalu kenapa kita harus diskusi dengan team om Juned siang ini? Kalau hanya dijabarkan hasil pemeriksaan kan kita nggak perlu hadir lengkap," tanya Ragil.
"Udah kita tunggu aja sih apa yang akan diberikan nanti siang," jawab Wahyu.
"Enggak sabar aja Yu," Putut yang biasa penyabar pun saat ini penasaran.
Sementara di ruang bigfour diskusi lebih menyeramkan. "Kita harus siap dengan kejutan!"
"Siapa pun di sebelah kita itu belum tentu teman kita. Siap enggak siap kita harus siap menerima info yang akan Juned berikan." Farhat memberitahu mereka akan diberitahu pelaku kali ini.
"Serius Juned bilang begitu?" kata Lesmana.
"Tadi Jhon tanya Farah ikut nggak dipertemuan siang ini. Juned jawab Farah wajib datang."
"Jhon bilang bukannya Farah harus rias pengantin? Juned bilang rias pengantin kan nggak terlalu lama. Paling tidak awal pembicaraan Farah ada kata Juned."
"Kamu persiapkan mental! kata Juned tadi. Maksudnya aku. Aku harus bersiap melapangkan dada karena kejutan ini sangat menyakitkan. Aku bingung harus bagaimana ini." Farhat berkeluh kesah pada para saudara yang baru dia angkat sendiri.
"Bukankah Indra sudah dipenjara lalu mengapa ada hubungan soal penyusupan semalam dengan Farah dan Jhon?" kata Siswojo.
"Kenapa harus ada bu Dina juga? Berarti kan masih berkaitan dengan kasus kemarin dengan Indra. Bagaimana orang dalam penjara bebas bergerak. Dan sekarang apa yang dia harap dari kelakuannya ini? Keuntungan apa yang ingin dia ambil?" Sekarang pak Cokro yang mengemukakan pendapat.
"Aku bingung nih. Serius aku bingung. Mengapa masalahnya ini berkaitan dengan Farah, Jhon juga istriku" kata Farhat.
Farhat memperhatikan ponselnya ada pesan dari Ilham yang melaporkan sudah mempersiapkan private room untuk siang nanti.
Ilham lapor supaya Farhat tidak pesan ruangan juga sehingga tidak double.
"Apa dari Juned lagi?" Lesmana bertanya.
"Bukan. Ini Ilham memberitahu dia sudah memesan meeting room untuk siang nanti. Dia minta aku jangan pesan agar tidak double," sahut Farhat.
"Wah senangnya sudah punya penerus seperti itu," kata Cokro.
"Masing-masing kita punya penerus yang baik kpq," jawab Farhat.
\*\*"
Di kamar nyonya big four mereka juga diskusi masalah pertemuan sehabis makan siang nanti.
"Ada masalah apa sih semalam?" Mentari masih belum jelas permasalahan yang sedang terjadi sehingga siang ini Dina harus hadir di pertemuan dengan polisi.
"Semalam kan heboh,"jawab Farahdina.
"Ada penyusup yang mau meracuni semua makanan sehingga para tamu bisa keracunan,"
"Ya ampun," kata Mentari.
"Nah hari ini habis makan siang diminta ikut meeting karena berkaitan dengan diriku. Kalian kalau mau ikut datang aja. Di sana juga ada Putri dan Farah."
"Kenapa Putri dan Farah ikut hadir disana?" tanya Mentari makin enggak mengerti.
"Waktu itu Putri termasuk dalam team saat pasang CCTV dikantor bang Farhat. Farah memang bintang utama yang dengan membocorkan kebusukan Indra. Saat itu Farah bekerjasama dengan Jhon saat mereka masih pacaran," jelas Farahdina.
"Oke nanti kita ikut hadir menyimak," kata Dyah.
\*\*\*
"Ada apa ya kamu harus ikut meeting lagi sama persoalan keracunan makanan tadi malam ? Hubungannya denganmu apa? Kalau ingin merusak nama abi kan kamu enggak wajib datang."
"Dan kenapa aku harus hadir?" Putri masih bertanya.
"Apa hubungannya dengan Indra ya? Bukannya Indra sudah dipenjara? Bagaimana ada hubungannya dengan persoalan semalam? Kalau semuanya memang ada hubungan dengan Indra, apa keuntungan buat dia?" Amie ikut menerka.
"Bila semuanya sakit karena keracunan Indra dapat apa? Aneh kan kalau nggak ada keuntungan lalu dia bergerak. Jadi penasaran pengen cepet-cepet siang nanti," kata Amie.
"Kamu yang nggak tahu apa-apa aja pengen cepet tahu karena penasaran lebih-lebih aku," jawab Farah.
\*\*\*
Mereka makan siang di hotel semuanya seperti ingin cepat selesai makannya karena ingin cepat ke ruang meeting.
"Kamu sejak kemarin ngobrol sama siapa Dek," tanya Amie.
"Semua sibuk Mbak, jadi aku dijagain sama Mas yang dari kepolisian itu," jawab Saka. Putro memang meminta teamnya Juned khusus menjaga Saka.
Karena sampai acara resepsi nanti kan semua sibuk diluar perkiraan karena adanya kasus penyusup semalam.
"Makanya Mbak bingung. Untung nek kamu ada yang selalu temani," Amie sedikit plong tak perlu mengkhawatirkan adiknya.
"Enggak apa-apa Mbak kan nggak tiap hari," balas Saka.
"Pintar adiknya Mbak," mereka memang paling cocok kalau untuk acara makan.
"Habis ini kamu masih sama om yang jagain kamu kan De?" Amie bertanya pada Saka.
"Masih koq Mbak," sahut Saka. Amie memikirkan adik iparnya kalau ditinggal meeting. Kan kasihan Saka. Saat itu Putut melihat Saka sedang makan bersama Amie.
Siang ini Amie dan Saka makan udang asam manis. Amie tidak makan ikan karena ikan yang terhidang dia nggak suka. Tongkol dibumbu pedas. Amie lebih suka ke udang asam manisnya.
"Koq nggak makan ikan?" tanya Putut. Dia khawatir istrinya minta cari ikan diluar.
"Enggak apa-apa ini aku makan udang," jawab Amie dengan santainya.
"Ya sudahlah . Maaifin Ayah suka sering ninggalin Bunda ya. Enggak enak kalau kita berdua terus. Tapi Ayah selalu merhatiin Bunda dari jauh koq," bisik Putra lalu dia menjauh lagi. Dia nggak enak kalau selalu berdekatan dengan Amie.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.