Seducing Miss Introvert

Seducing Miss Introvert
CANDA SERTA MUSLIHAT



"Saya permisi." Victoria bangkit dari duduk, lalu membungkukkan sedikit kepala kepada Kiandra dan meninggalkan ruangan.


Dia melakukan itu karena tahu posisi-nya. Sekaligus memberi kan kursi untuk dua orang yang baru datang tersebut.


Kiandra mempersilahkan Rico dan Radha untuk duduk dengan gerakan tangan, seraya mengulas senyum bisnis.


"Terima kasih."


ucap pasangan itu hampir bersamaan.


Kiandra hanya mengangguk sambil tetap tersenyum.


"Apa kabar pak Rico, miss Radha?" Aldo menyambut mereka ramah.


"Baik." jawab Radha. "Tapi, jadi baik sekali karena bertemu Chief Kiandra di sini. " ia terlihat sumringah.


"Anda bisa saja." ujar Kiandra, membuat Radha terkekeh sembari menutup mulut dengan gayanya yang gemulai.


"Nasib perusahaan kami memang menjadi sangat baik sejak menjadi rekanan anda, Chief." giliran Rico yang memuji.


CEO muda itu cuma menipiskan bibir sambil meminum orange juice nya yang tinggal separuh.


"Kami juga di untungkan, karena produk-produk dari PT pak Rico terbukti paling di buru konsumen." Aldo ikut berbincang.


"Ah, ini juga berkat Pak Aldo yang selalu update info tentang apa-apa yang saat ini paling di minati masyarakat Indonesia." pria Malaysia itu merendah, dan di benarkan oleh anggukan Radha.


"Anda tahu Chief, beberapa gerai sampai menambah slot produk dari PT Golden Hope, karena pembeliannya yang fash moving." Aldo memberi tahu.


Kiandra sedikit terkejut.


"Beberapa gerai meminta slot lebih untuk produk-produk dari Golden Hope. Mereka bilang, kualitas nya sama bagusnya dengan merk lain, tapi dengan harga relatif lebih murah." pria berjas lengkap warna charcoal itu menjelaskan.


Kiandra tertegun. Kelemahannya memang di retail. Dengan macam-macam jenis dan produksinya, ia tidak bisa hafal dari PT mana saja barang-barang tersebut berasal.


Hal itu bisa di maklumi sebenarnya, karena satu PT bisa mengeluarkan puluhan merk. Dan satu jenis barang, bisa berasal dari berbagai produsen.


Karena itu pula, masalah retail dia lebih di pasrahkan kepada Personal Asisten-nya, dan ia memilih property sebagai pekerjaan favorite.


"Lain kali, biarkan kami yang mengundang anda makan siang, Chief." ucap Radha, membuat Kiandra yang sedang termangu, melihat ke arahnya. "Untuk mempererat hubungan baik kita." ia melanjutkan penuh makna.


Kiandra tahu itu hanya soal bisnis dan mereka hanya ingin lebih banyak keuntungan. Tapi, entah kenapa ia tidak begitu suka dengan Rico.


Pria yang memiliki potongan rambut mirip dirinya itu kadang kala menatap dirinya begitu lama. Dan hal itu membuatnya jengah.


Jangan-jangan dia tahu tentang gosip -gosip itu..?


Kiandra menduga dalam hati.


"Oya, Chief. Bagaimana kabar pasangan anda? kapan anda akan melangsungkan pertunangan. Saya sudah tidak sabar menantinya." Tiba-tiba Rico menanyakan hal di luar topik pembicaraan.


Semua yang berada di situ membulatkan mata, tak terkecuali Radha sendiri.


"Apa Chief sudah mempunyai seorang kekasih?"  tanya-nya takjub.


"Kau ini bagiamana Honey." ia pura-pura marah. "Bukankah dulu kita pernah bertemu dengan nya?" Rico mengingatkan.


Kiandra sudah tak nyaman. Bukannya apa-apa. Tetapi, dia paling tidak suka di singgung masalah pribadi di depan bawahan. Untungnya di situ cuma ada Aldo, bagaimana kalau Victoria juga masih di sini. Memikirkan hal tersebut membuat Kiandra mendengus diam-diam.


"Oh...ya, ya...saya ingat." Radha tersenyum sampai kedua matanya menyipit. "Dulu saya pikir, Chief yang selalu berpenampilan up to date, akan menyukai wanita dengan selesa fashion yang sama. Tapi...saat saya melihat wanita itu...saya sadar kalau anda menyukai sesuatu yang berkebalikan dengan anda." wanita dari negeri Jiran itu menerangkan dengan senyum yang lekang di wajah cantiknya.


"Honey, perbaiki bahasamu. Jangan membuat Chief salah paham." Rico menepuk pundak pasangannya pelan.


"Salah paham?" Radha tak mengerti.


Musik dari lagu Sang Dewi, yang baru-baru ini di arasement ulang oleh Andi Rianto dan Lyodra, makin membuat Kiandra malas dan mengantuk.


"Maksud tunangan saya adalah Chief menyukai gaya modern, sedangkan pasangan anda itu menyukai gaya vintage." Rico menjelaskan tanpa di minta.


"Ya..mungkin begitu." Kiandra menanggapi sekenanya.


"Chief, kenapa tanggapan anda begitu?" Rico pura-pura heran. "Bukankah anda sendiri yang dulu bilang, kalau anda terlalu modern dan dia terlalu vintage?" ia mengingatkan.


Mungkin pria berkemeja warna biru denim itu ingin bercanda atau mengakrabkan diri. Tetapi, Kiandra sudah terlalu lelah dan ingin segera menyudahi basa-basi ini.


"Kaum bagsawan biasanya memang menyukai segala sesuatu yang agak jadul, bukan?" kata Aldo tiba-tiba.


Eksprsi Rico seketika berubah dan langsung menatap tajam ke arahnya.


Tetapi, pria yang berprofesi sebagai Personal Asisten sekaligus tangan kanan Kiandra itu malah terlihat senang.


"Beberapa hari lalu Pak Rico mengatakan pada saya, bahwa Anna mirip dengan putri Kelantan." ucap Aldo setengah bercanda.


"Apa? putri Kelantan?" Kiandra jelas geli dengan ucapan Aldo yang di anggapnya gurauan.


"Benar, Chief." Aldo mengangguk. "Coba tanya kepada pak Rico, seberapa mirip Anna dengan putri dari Kelantan tersebut." pria itu melihat ke arah Rico seraya tersenyum lebar.


Apa-apaan orang ini?


batin Rico geram.


Ia sempat bungah, karena berpikir dengan Aldo memberian slot lebih untuk barang produksinya, itu artinya pria itu setuju untuk menjalin kerja sama. Akan tetapi, di luar dugaan pria itu malah membocorkan senjata terakhirnya untuk memeras Kiandra.


"Benarkah Anna mirip putri?" tanya Kiandra, yang memang menjadi sedikit kekanakan jika menyangkut wanita itu.


"Pak Rico, Chief ingin tahu, perlihatkan saja foto-nya." ujar Aldo sembari tertawa.


Raut Rico kian menegang.


"Foto apa honey?" tanya Radha tak mengerti. "Pak Aldo, anda tidak sedang main rahasia-rahasiaan pada saya dan Chief, bukan?" selidiknya sebal.


"Mana mungkin saya berani seperti itu, miss. Benarkan, pak Rico?" Aldo terkekeh.


Brengsek. Aku tertipu. Dia cuma serigala berbulu domba.


Di bawah meja, tangan Rico terkepal sampai otot-otot nya bertonjolan.


Sedangkan Radha merengek minta di beri tahu, tentang apa yang sebenarnya mereka bicarakan.


"Itu hanya bercanda, Chief." ucap Rico beberapa saat kemudian. "Pak Aldo dan saya mabuk waktu itu, sehingga...omongan kami jadi melantur kemana-mana." Rico menjelaskam sambil tertawa.


"Iya, saya tahu." Kiandra ikut tertawa. Ia tak berpikir macam-macam, sebab Anna memang jauh dari kesan seorang bagsawan. Apa lagi dengan kedudukan tinggi seperti putri.


"Benarkah cuma bercanda?" Radha tak percaya. Sebab dia tahu, bahwa Rico berasal dari Kelantan dan pernah menjadi semacam abdi dalem untuk kerajaan tersebut.


"Benar, honey." Rico menenagkan.


Karena gurauan tersebut, kantuk Kiandra lenyap dan ia bisa sedikit bertahan untuk mengobrol lebih lama dengan pasangan tersebut.


Mungkin lucu juga kalau dia memang putri dari Kelantan.


Kiandra geli sendiri membayangkan itu semua.


Tanpa ia dan Radha sadari, Aldo dan Rico saling tatap penuh emosi serta muslihat.