
Karan benar-benar menjadi buah bibir selama acara amal tersebut. Tidak hanya sekali, belasan atau bahkan puluhan kali laki-laki itu mendapatkan sorotan kamera wartawan. Puncaknya adalah ketika Karan diajak naik ke atas panggung karena ingin memberikan penghargaan kepadanya. Ya, di akhir acara amal ini tanpa diduga juga terdapat sesi pemberian penghargaan kepada orang-orang yang berdedikasi di dunia sosial. Setelah Raya yang diganjar penghargaan sebagai wanita paling berpengaruh di dunia sosial akibat aksinya yang sering berdonasi—kendati pada kenyataannya Karanlah yang melakukannya. Raya mengalahkan pejabat negara termasuk para pemimpin daerah maupun para pemimpin pusat. Hanya karena Raya disebut-sebut jauh lebih cepat dalam menangani masalah sosial, terutama yang berkaitan dengan anak-anak.
Kemudian, Karan diberikan penghargaan sebagai pengusaha yang paling dermawan di negara ini. Pria itu pun diminta naik ke atas panggung mendampingi Raya yang masih berada di sana. “Saya tidak tahu akan ada penghargaan seperti ini, tetapi saya mengucapkan terima kasih atas apresiasinya. Saya berharap tahun depan atau kapan pun acara seperti ini berlangsung, bukan saya lagi yang akan menerima penghargaan ini. Semoga akan lebih banyak para pengusaha yang mulai membuka hati dan peduli terhadap lingkungan sekitar kita, terutama lingkungan sosial. Dan pada kesempatan ini, saya sangat berterima kasih kepada istri saya. Raya Drisana adalah seorang perempuan yang luar biasa, dia mengajarkan banyak hal tentang kepedulian kepada saya.”
Karan memuji Raya secara terang-terangan yang membuat Raya tersipu malu. Entah apa yang dimaksudkan Karan sebenarnya, di bagian mana Raya mengajarkan laki-laki itu tentang lingkungan sosial? Nyatanya Raya merasa tidak pernah melakukan hal itu. Selama mereka menikah, Raya hanya berada di dalam rumah sementara Karanlah yang melakukan semua aksi sosial dengan mengatasnamakan Raya. Jika sudah begitu, masih layakkah Raya mendapatkan penghargaan? Benar-benar tidak tahu malu, Raya merasa bersalah sudah menerima sebuah penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain.
“Oleh sebab itu, untuk ke depannya, istri saya, Raya, akan menjabat sebagai direktur yayasan yang dikelola oleh perusahaan. Kami ingin yayasan tersebut dipimpin oleh seseorang yang mempunyai jiwa sosial sebesar Raya Drisana,” pungkas Karan yang memberikan sebuah pengumuman secara mendadak. Karena yayasan itu didirikan atas inisiasinya sendiri, maka Karan tidak perlu keputusan pihak lain, termasuk para pemimpin perusahaan yang lain. Karan selaku pemimpin tertinggi Reviano Group berhak menentukannya seorang diri.
Masalahnya adalah Raya. Wanita itu terkejut ketika mendengar pernyataan suaminya. Ini benar-benar tidak diduga oleh Raya. Bagaimana mungkin ia tiba-tiba menjadi seorang direktur sebuah yayasan sosial? Raya tidak pernah berkecimpung di dunia bisnis. Ia hanya seorang model tanpa pengetahuan bisnis sama sekali, bahkan sekadar pengalaman memimpin saja tidak ada. Keputusan yang Karan berikan ini pasti ada maksud tertentu, sayangnya Raya tidak bisa menanyakannya sekarang.
Semua orang bertepuk tangan menyambut pengumuman yang baru disebut oleh Karan. Raya Drisana sebagai direktur sebuah yayasan. Bagi sebagian besar konglomerat yang ada di sana informasi itu tidaklah mengejutkan karena mereka sering melakukan hal yang serupa. Memberikan beberapa bisnis mereka ke sanak saudara mereka masing-masing. Tetapi berita ini begitu disambut hangat oleh para wartawan. Dengan jabatan baru ini, Raya akan lebih sering muncul ke publik dan itu membuat mereka mendapatkan banyak berita.
“Dasar pria licik!” gumam Reagan kesal. Tidak perlu ditanya bagaimana Reagan bisa membenci Karan. Selain sebagai anak pejabat, Reagan juga merupakan seorang artis sejak kecil. Ia sudah biasa dijatuhkan oleh orang yang tidak suka dengannya maupun dengan keluarganya. Skandal yang muncul pasca pertemuannya dengan Raya di hotel itu adalah perbuatan Karan. Reagan tahu hal itu tepat sehari setelah ia kehilangan banyak kontrak pekerjaan. Para kliennya menyebutkan Reviano Group sebagai perusahaan yang akan membantu mereka dalam mencari brand ambassador yang baru. Karena perusahaan raksasa itu memiliki anak perusahaan media massa, maka akan mudah bagi mereka mencari model lain sebagai brand ambassador.
Setelah tahu dalang di balik semua kemalangan yang menimpanya, Reagan pun mulai mendekati Raya. Ia tidak bermaksud untuk mencelakai rekan kerjanya itu, sama sekali tidak. Hanya ingin mengetahui informasi lebih dalam tentang Karan. Dengan begitu ia bisa membalas perbuatan Karan. Kendati jumlah kekayaan keluarga Reagan tidak sebanyak milik keluarga Reviano, setidaknya Reagan punya keunggulan lain, yakni kekuasaan sang ayah dan juga kedekatannya dengan Raya. Dari sanalah Reagan mendapatkan kesimpulan bahwa hubungan Raya dan Karan tidak semesra dan seharmonis yang sering mereka tunjukkan ke publik. Yang terjadi malah sebaliknya, dari kacamata Reagan, Karan tidak mencintai istrinya. Laki-laki itu hanya terobsesi pada sosok Raya Drisana.
Raya tidak hanya dimata-matai, tapi ponselnya pun sudah diutak-atik oleh Karan. Laki-laki itu juga melarang Raya bekerja setelah mereka menikah serta mengurung sang super model di dalam rumah. Reagan sudah melihatnya sendiri. Ia datang ke rumah Raya dan melihat bagaimana wanita itu hanya berada di beranda kamarnya seharian penuh. Tidak hanya sehari saja, Reagan melihatnya berhari-hari yang artinya Raya tidak hanya dilarang ke luar rumah, tetapi juga tidak diizinkan ke luar dari kamarnya. Sayangnya, Raya tidak mau berontak. Entah karena takut atau ada sesuatu yang membuat Raya enggan meninggalkan Karan. Padahal sekali saja Raya meminta bantuan, Reagan pasti akan mengupayakan segala tindakan untuk wanita itu.
Begitu pula dengan Karan. Reagan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang Karan perbuat untuk Raya, utamanya kekerasan fisik. Di satu sisi, Karan tampak begitu mencintai Raya. Cinta yang tulus dari seorang laki-laki pada wanita pujaannya. Namun di sisi lain, Reagan juga kerap kali mendapati sorotan mata aneh yang terpancar dari netra cokelat milik sang CEO.
Karan tampak seperti sedang menyimpan kebencian dan dendam terhadap Raya, tatapan yang hampir sama seperti yang diperlihatkan Reagan untuk Karan. Jika sudah begini, Reagan pun bingung harus bertindak seperti apa. Sebab seandainya saja Karan menyakiti Raya, memukul atau menampar istrinya misalnya, Reagan akan dengan mudah menarik pria itu ke kantor polisi. Sayangnya sampai sekarang, Reagan belum juga menemukan cara untuk membebaskan sang super model.