
Tidak mudah bagi Raya untuk menjadi seorang model. Ia sudah melewati banyak masa suram. Yang paling menyedihkan adalah ketika Raya tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Raya harus menghilangkan sisi lemahnya, yang ia pikir artinya harus menghilangkan sisi dirinya yang dulu.
Sebelum menjadi super model, Raya pernah menjadi bintang video klip sebuah band terkenal. Saat itu Raya lolos seleksi dan menjadi aktrisnya. Namun, penghasilan Raya dalam video klip itu tidak cukup untuk menghidupi keluarga. Sang bibi pun masih harus ikut bekerja untuk membayar uang sewa rumah mereka.
Alhasil, Raya menjadi tidak tega. Ia tidak punya orang tua lagi sehingga bibinya adalah satu-satunya pengasuh yang wanita itu anggap sebagai orang tua. Jika melihat sang bibi kelelahan setelah bekerja di restoran sebagai pencuci piring, Raya akan merasa tidak enak sama sekali.
Hidup mereka mulai lebih baik sewaktu Raya mendapatkan informasi tentang pendaftaran Putri Kecantikan Indonesia pada tahun 2017. Diam-diam Raya mendaftar ke sana. Kala itu Raya sudah memasuki usia 23 tahun. Usia yang cukup mumpuni untuk ikut. Apalagi Raya juga menjadi lulusan terbaik di universitasnya berkat kerja kerasnya belajar selama ini. Raya berkuliah dengan mengandalkan beasiswa, itulah sebabnya ia harus menjadi pintar.
Tapi pada suatu hari, sang bibi mengetahui hal tersebut. Wanita paruh baya itu marah besar kepada Raya, menganggap hal itu tidak boleh terjadi. Pasalnya, sang bibi ingin Raya bekerja setelah lulus kuliah. Tapi apa yang Raya lakukan, bukannya membantu perekonomian mereka, malah mendaftar pada hal-hal yang tidak berguna.
Sayangnya, Raya sudah kadung mendaftar dan lolos seleksi pertama. Dari tingkat kepintaran maupun penampilan diri pun Raya sudah sangat sesuai. Berat badan Raya masuk dalam kategori perlombaan. Bukan karena melakukan diet ketat, Raya kehilangan banyak berat badan karena kesulitan ekonomi. Mereka terlalu miskin untuk bisa makan tiga kali sehari.
Hingga pada akhirnya, Raya lolos putaran final. Bersama dengan 33 peserta lainnya, Raya maju mewakili kota Jakarta. Ia dengan wajahnya yang cantik, tubuh proporsional dan kepintarannya, bisa mengalahkan ratusan orang pendaftar dari kota yang sama.
“Tante, aku harus masuk asrama selama tiga bulan,” pamit Raya kala itu kepada bibinya.
Seperti yang diketahui, janda dari pria bernama Laksman itu pun marah besar. Ia memaki Raya, mengatakan bahwa wanita itu tidak tahu diri karena pergi ke acara yang tidak menghasilkan uang malah menghabiskan uang tabungan mereka. Akan tetapi, Raya bersikeras. Ia bertekad untuk terus maju dengan keinginannya.
Senyum baru terbit di bibir sang bibi ketika pihak stasiun televisi mengundangnya ke studio pelaksanaan babak final dari kontes tersebut. Wanita tua itu awalnya enggan untuk datang karena menganggap hal itu buang-buang waktunya. Namun, sang produser acara datang sendiri menemuinya. Laki-laki tersebut menjelaskan Raya akan bersinar karena ia punya daya tarik yang memikat. Kalau tidak berhasil dengan kontes kecantikan, Raya bisa berhasil sebagai artis.
Mendengar rayuan itu sang bibi pun luluh. Ia datang ke studio sebagai bentuk ‘gimmick’ untuk menyenangkan pemirsa di rumah. Itulah sebabnya produser itu berpesan agar sang bibi menunjukkan sisi Raya yang lembut, terlebih Raya yang tidak memiliki orang tua dan harus ia besarkan sendiri.
“Saya benar-benar bangga dengan keponakan saya. Dia sudah saya anggap sebagai anak sendiri karena dia memang sangat luar biasa. Raya sudah kehilangan orang tuanya, dan hidup dengan bekerja keras,” tutur sang bibi.
Indonesia menaruh perhatian besar pada acara itu dan Raya pun mendapatkan dukungan yang banyak. Dari segi dukungan publik dan perolehan nilai sudah didapatkan, dan memastikan Raya mendapatkan peringkat tertinggi. Tanpa bisa diganggu gugat lagi, Raya dinobatkan sebagai Putri Kecantikan Indonesia tahun 2017.
Sayangnya setelah acara itu, penghasilan Raya tidak meningkat sama sekali. Di awal Raya memang mendapatkan banyak tawaran iklan. Namun karena statusnya sebagai pemenang Putri Kecantikan yang harus menjaga citra, Raya tidak bisa mengambil semua pekerjaan. Ia harus memilih yang sesuai dengan norma dan citra yang selalu ia tampilkan di depan publik. Wanita itu lebih banyak mengisi acara-acara berbau sosial dan lingkungan demi menjaga nama baik acara tersebut.
Raya baru bisa lepas dari hal itu satu tahun kemudian, ketika Putri Kecantikan 2018 sudah terpilih. Karena citra acara itu sudah hilang, sang bibi mengambil alih kehidupan Raya. Ia yang menentukan pekerjaan Raya, memerintah Raya untuk datang ke sana kemari, bahkan mengusulkan agar Raya mendekati pria-pria kaya yang terkenal agar memiliki jaringan yang luas.
Berkat hal itu Raya pun menjadi sangat terkenal. Pekerjaannya berlimpah hingga memperbaiki keuangan mereka. Raya benar-benar menjadi artis yang wara-wiri mengisi iklan televisi dan majalah. Tidak sedikit pula merek-merek ternama yang menggunakan Raya sebagai model utama mereka.
Akan tetapi, hal itu berimbas pada kehidupan Raya. Wanita itu tidak punya waktu untuk menyenangkan dirinya sendiri. Selama empat tahun belakangan, Raya sangat fokus pada kariernya sebagai model dan menyiapkan kiat-kiat agar selalu terkenal. Tidak ada Raya Drisana yang mempunyai mimpi ataupun keinginan. Semua hanya berfokus pada uang.
“Berat badanmu, Raya. Kau harus memikirkan berat badanmu!” tukas sang bibi pada Raya saat melihat timbangan di depan matanya. Ia terkejut karena berat badan Raya meningkat empat kilogram.
“Ini karena acara TV yang Tante pilih. Aku hanya mengikuti alur acaranya,” bela Raya. Ia memang tidak punya pilihan lain. Pekerjaannya sekarang adalah sebagai pemandu acara televisi. Sebuah program tentang makanan dengan menyuguhkan beraneka ragam makanan yang harus Raya santap. Karena program itu, Raya tidak punya waktu untuk berolahraga di pusat kebugaran. Raya menghabiskan waktu di tempat syuting sepanjang hari dalam sebulan.
“Kau menyalahkan Tante? Kalau bukan karena acara itu, kau tidak akan terkenal Raya. Kau harus tahu itu! Yang harus kau lakukan hanyalah menjaga berat badanmu. Pikirkan caranya!” hardik sang bibi.
Awalnya Raya tidak tahu apa yang dimaksudkan sang bibi. Bagaimana caranya menjaga berat badan ketika ia mengisi acara makan? Setelah berpikir panjang, Raya pun menemukannya. Ia harus makan dengan lahap di kamera agar menyenangkan penonton di rumah. Tapi makanan itu tidak boleh mempengaruhi berat badannya. Akhirnya Raya menemukan solusi. Ia akan meminum pil diet.
Ya, pil diet memang bekerja, tapi hasilnya tidak memuaskan. Pil itu juga mempunyai efek samping pada tubuh Raya. Wajahnya menjadi pucat dan Raya sering mengantuk. Selain itu, Raya menjadi tidak bertenaga bekerja sehari-hari.
Kemudian, Raya menemukan solusi lain. Ia akan memuntahkan isi perutnya agar tidak berproses di dalam tubuh. Jadi begini cara yang biasanya ditempuh Raya. Usai memakanan makanan dalam jumlah yang banyak, begitu kamera mati dan produser memastikan semuanya selesai, Raya akan cepat-cepat ke toilet dan memuntahkan makanan tadi. Begitu seterusnya hingga Raya tetap kurus meskipun telah memakan makanan yang sangat banyak. Cara yang menyiksa namun harus ditempuh sang super model.