Lies

Lies
Raya yang Cerdas



Apa yang ada dalam artikel yang beredar adalah foto kemesraan Raya dan Reagan yang seharusnya tidak muncul sekarang. Maksudnya, gambar-gambar itu bukanlah kebutuhan promosi seperti yang sudah disepakati Raya dan tim produksi video musik. Ia memang melakukan foto bersama dengan Reagan. Tapi hanya sebatas foto biasa bukan foto mesra yang menampilkan di mana bibir Raya menempel dengan bibir Reagan. Mana mungkin hal itu terjadi dalam proses syuting? Jangankan ciuman, adegan pelukan saja sangat jarang. Terhitung hanya tiga kali saja. Raya begitu hafal karena ia harus bisa memastikan semuanya baik-baik saja sebelum Karan mengetahuinya. Raya mungkin tidak bermasalah dengan kemesraan mereka di video musik, tapi Karan pasti tidak akan terima.


Masalahnya sekarang, jika Raya tidak merasa pernah berciuman dengan Reagan, bagaimana foto itu bisa ada? Salah satu dugaan terbesarnya adalah foto itu tidak asli alias hasil suntingan beberapa oknum untuk keperluan pribadi mereka yang tentu saja akan merugikan pihak Raya. Skandalnya menjadi konsumsi publik seharian ini. Kontrak dengan beberapa merek iklan terancam dibatalkan, bahkan yang lebih parahnya. Kemungkinan besarnya Raya tidak akan menjadi juri dalam ajang Putri Kecantikan Indonesia tahun ini. Hal yang sudah ia idam-idamkan selama ini.


“Bagaimana bisa sampai menyebar fotonya? Padahal adegan itu tidak ada sama sekali. Kau juga merasakan hal itu, bukan?” celetuk Raya bertanya pada Reagan. Semalaman kedua agensi, baik agensi Raya maupun agensi Reagan berjibaku untuk menghapus foto-fofot yang beredar. Karena tidak hanya satu foto saja. Setidaknya ada tiga foto yang sampai keesokan harinya sudah muncul di beberapa tajuk media sosial.


“Aku juga tidak tahu, Raya. Ini kerugian besar bagiku,” keluh Reagan. Awalnya Raya mengira ini ulah Reagan. Semacam promosi melalui isu-isu negatif seperti yang digunakan kebanyakan artis zaman sekarang di mana mereka lebih mengandalkan skandal ketimbang prestasi. Yah itu tidak sepenuhnya salah. Raya juga pernah melakukan hal seperti itu. Ia menggunakan hubungannya dengan beberapa pria kaya hanya untuk menimbulkan sensasi yang cepat atau lamat mendongkrak popularitas Raya. Namun, Raya tidak hanya mengandalkan skandal asmaranya saja, ia memang model yang sudah diakui oleh dunia.


Sayangnya, Reagan tidak akan mungkin melakukan itu. Apa untungnya pria itu membuat skandal dengan Raya? Alih-alih untung, Reagan justru mendapatkan kerugian yang sangat besar. Pria itu sudah menginvestasikan banyak hal dalam video musik itu. Ia berharap sangat banyak pada karyanya itu. Bayangkan, Reagan adalah model pria utama dalam video musik dan ini adalah syuting pertamanya setelah skandal yang menyerbak beberapa saat yang lalu. Reagan juga merupakan produser yang membiayai proyek ini. Jika gagal, terlebih mendapatkan sorotan negatif dari masyarakat, jangankan keuntungan, video musik yang sudah mereka rekam berhari-hari itu terancam gagal dirilis.


“Benar, kerugian!” Raya melihat jam tangannya. Sudah pukul tiga siang, tapi para wartawan mengepungnya di depan kantor agensi Reagan. Raya salah strategi. Ia pikir setelah satu hari, para wartawan akan berfokus mengepung gedung agensi Raya dan rumah Reagan. Tak disangka mereka sampai tahu di mana kantor agensi itu padahal Reagan baru saja pindah ke sana. Hanya segelintir orang saja yang mengetahui risiko ini. “Jadi, apa yang harus kita lakukan? Wartawan tidak bisa dihentikan. Mereka akan terus bergosip tentang kita.”


Raya mengangguk setuju. Mundur atau menghindar hanya akan memperkeruh suasana. Salah-salah mereka malah menjadi bulan-bulanan para pemburu berita itu sampai beberapa minggu ke depan. Terlebih dalam minggu ini, tidak ada kasus yang lebih besar dari kasus ini. Pasalnya, tidak hanya foto kemesraan pasangan selebritas yang panas, tetapi masyarakat langsung mengecam Raya sebagai pengkhianat. Wanita itu sudah menikah dengan Karan. Sang suami terlihat begitu baik di mata mereka, tipe suami idaman yang ingin banyak wanita Indonesia untuk dinikahi. Tetapi Raya, setelah dikhianati oleh mantan tunangannya sampai membatalkan pernikahan, diselamatkan Karan dan dipersunting laki-laki kaya raya itu. Kurang beruntung apa lagi Raya sebenarnya sampai ia mengkhianati suaminya sendiri? Tentu saja itu tidak mungkin. Raya memang wanita yang tidak tulus, tapi bukan berarti ia pengkhianat.


“Kau benar. Melarikan diri bukanlah tindakan yang tepat. Lagi pula, mereka sudah tahu tempat tinggal kalian. Dan Raya pun statusnya adalah istri dari pengusaha kaya raya. Suami Raya pasti juga terkena imbasnya,” sahut pemilik agensi Reagan sekaligus mantan manajernya dulu, orang yang menemukan bakat Reagan dan mendukung sang model sepanjang karier dalam dunia model.


Reagan mendengus. “Jadi, apa Abang ada ide? Bagaimana caranya membuat semuanya bersih tanpa menimbulkan skandal baru? Melakukan klarifikasi juga tidak tepat.” Pria itu menghempaskan bokongnya di atas sofa. “Sialan! Padahal aku sudah menginvestasikan banyak uang untuk video musik itu. Band itu juga akan rugi besar. Aku benar-benar kesal!” keluhnya sembari mengacak-acak rambutnya untuk meluapkan kejengkelan yang bercokol di dalam hatinya.


“Tunggu, biarkan aku berpikir sebentar.” Sang direktur agensi mengerutkan kening sembari memaksa otak kecilnya untuk bekerja keras. Jika tidak cepat menemukan ide, maka semuanya akan semakin buruk. Agensi yang baru ia bangun dan citra Reagan yang baru saja pulih akan hancur begitu saja. Sama seperti Reagan yang sudah mengeluarkan banyak uang, direktur itu juga sudah memberikan uang dan tenaganya untuk bisnis barunya ini.


Sontak saja Reagan terbelalak usai mendengar usulan tak masuk akal yang Raya sampaikan. “Apa kau sudah sangat terpuruk, Raya? Bagaimana mungkin kau malah menambah panas skandal yang sudah membara itu?”


“Tenang dulu, Reagan. Dengarkan dulu apa yang ingin aku katakan.” Raya berjalan ke seberang Reagan dan duduk di sofa yang ada di sana. Lalu, ia melanjutkan ucapannya. “Maksudku begini, kita mulai saja membuat teaser dari video klip itu satu per satu. Jadi, kita tidak perlu melakukan klarifikasi dan anggap saja foto-foto yang beredar adalah bagian dari promosi. Dengan begitu gosip akan segera berhenti dengan sendirinya.”


Para wartawan dunia hiburan tidak tertarik dengan karya seorang artis. Itu yang Raya pelajari selama ini. Artinya, jika seorang artis memiliki lebih banyak prestasi dan karya, maka ia akan semakin jarang diliput media. Dengan menggunakan premis itu, Raya ingin seolah-olah membuat foto-foto itu memang sengaja disebarkan oleh tim produksi sebagai bagian dari iklan video musik baru mereka. Sehingga para wartawan itu pun akan merasa tertipu dengan gambar tersebut.


“Kau benar, Raya! Itu ide yang brilian. Walaupun awalnya kita tidak mau membuat sensasi, kenapa tidak kita jadikan saja gosip itu sebagai sensasi? Lagi pula, kita sudah terdesak. Tidak ada pilihan selain mengubah semuanya menjadi sedia kala. Kau memang cerdas!” puji sang direktur.


Raya tersenyum sambil merendah. “Aku tidak sepintar itu, Pak. Hanya kebetulan muncul saja di kepalaku.”


Sang direktur melanjutkan, “Apa kau tidak berniat bergabung dengan perusahaanku? Aku akan memberikan tawaran luar biasa kepadamu.”


“Terima kasih Pak. Tapi aku tidak bisa meninggalkan agensiku yang sekarang. Reagan sudah pergi, dan agensi hanya mengorbitkan bintang-bintang muda yang baru muncul di tv. Aku tidak bisa meninggalkan agensi dengan situasi seperti itu.”


“Oh astaga! Kau tidak hanya pintar, tapi juga setia. Suamimu pasti bangga sekali memiliki istri sepertimu.”


Raya tersentak bukan main. Benar, suami. Raya harus segera menghubungi Karan agar pria itu tidak merasa khawatir dengan gosip yang beredar. Akan gawat jika Karan membaca gosip itu tanpa mengetahui kebenarannya. Pria itu akan sangat murka pada Raya.