
Tolong tinggalkan tempat ini. Jangan kamu ganggu ketenangan Tuan Bisma dan juga Calista.Saya tidak ingin anda mengganggu ketenangan mereka selama berada di hotel ini dan juga di negara ini. Kalau anda masih mengganggu mereka maka saya tidak akan tinggal diam." ucap Alvin sambil menarik tubuh wanita itu dari hadapan Calista dan Bisma.
Elsioni memberontak ketika Alvin berusaha menarik tubuhnya berlalu meninggalkan Bisma dan Calista di sana.
"Tidak perlu ditarik-tarik. Saya bisa jalan sendiri." ucap Elsioni sambil menghempaskan tangan Alvin.
"Jangan pernah mengganggu ketenangan kakakku. Jika kamu masih ingin merasa nyaman tinggal di negara ini. pekik Alvin membuat Elsioni menatap Alvin dengan tatapan tajam.
"Kamu pikir saya takut? Saya tidak takut sama sekali. Kamu tidak tahu bagaimana hubungan saya bersama Bisma ketika kami sama-sama tinggal di California. Aku sudah melakukan apa saja yang ia mau asalkan dia bersedia menikahiku.
Bahkan kami tidak jarang melakukan hubungan suami istri. Apa kamu tahu Bisma lelaki Seperti apa ketika di California?
"Tentu saya tahu, dia kakak sepupuku. Saya juga tinggal di California saat itu. Jadi kamu tidak perlu merasa sok tahu tentang kakak sepupu saya." bentak Alvin membuat Elsioni mengerutkan keningnya.
"Kamu pikir kamu yang lebih mengetahui siapa Kakak kamu itu?
"Saya yang lebih tahu bagaimana perlakuannya ketika berada di California. beberapa wanita yang menjadi teman tidurnya, hanya saya yang selalu membuatnya puas." ucap Elsioni tanpa rasa malu kepada Alvin.
Alvin mengembangkan senyumnya. Daripada kamu mengharap kakak sepupuku mendapat kepuasan darinya atau kamu ingin memuaskannya? lebih baik kamu memuaskan Ku sekarang juga." ucap Alvin dengan nada sinis.
Saya tidak selera melihat tubuh cungkring mu itu. Saya selera melihat tubuh sixpack milik Bisma. Dia begitu menggoda." ucap Elsioni tanpa ada rasa malu sedikitpun. Alvin menarik tangan Elsioni masuk ke salah satu kamar yang ada di sana.
Alvin melucuti seluruh pakaiannya melekat di tubuhnya. Membuat seluruh lekuk tubuh milik Alvin terlihat jelas di mata Elsioni. Ayo puaskan aku sekarang. Jika kamu benar-benar wanita tangguh yang bisa memuaskan lelaki di ranjang.
Tidak perlu menggoda kakak sepupuku Bisma. Dia sudah ada wanita yang memuaskannya di ranjang." ucap Alvin sembari langsung menarik Elsioni dan menghempaskan ke atas tempat tidur yang berukuran Kim size itu membuat Elsioni merasa dilecehkan.
"Jangan kurang ajar!" Nanti saya teriak." ucap Elsioni membuat Alvin langsung tertawa ngakak. Berteriak lah tidak akan ada siapapun yang mendengar kamu berteriak di sini. Karena ruangan ini ruangan kedap suara.
Jangan mengganggu hubungan rumah tangga orang lain, Jika kehidupan kamu tidak ingin diganggu orang lain juga." pekik Alvin sembari berusaha melucuti pakaian yang melekat di tubuh Elsioni. Dengan satu hentakan saja, pakaian seksi yang melekat di tubuh Elsioni terlepas begitu saja dengan mudah oleh Alvin.
Membuat lekuk tubuh milik Elsioni terlihat jelas di mata Alvin. Hal itu membuat jiwa kelaki-lakian Alvin langsung tergerak begitu saja. Tubuh mulus milik Elsioni membuat nafsu birahi Alvin semakin meningkat.
Alvin mengungkung tubuh milik Elsioni membuat Elsioni sama sekali tidak berkutik. "Ayo layani aku sampai puas. Aku yakin kamu mampu melakukannya." bisik Alvin tepat di telinga Elsioni, sembari Alvin memberikan kecupan demi kecupan di bagian gunung kembar milik Elsioni.
Elsioni sudah mulai merasakan sensasi yang sangat luar biasa dari gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh Alvin di tubuhnya. Kini Elsioni sudah mulai merespon gerakan yang dilakukan Alvin. Membuat Alvin mengembangkan senyumnya sembari terus memainkan jemarinya di bagian gunung kembar milik Elsioni.
De$@han terdengar jelas di telinga Alvin membuat Alvin semakin melancarkan aksinya Elsioni yang sudah biasa melakukan hal itu membuat Elsioni sangat paham untuk memuaskan pasangannya.
Kini Alvin sudah merasa pasrah. Wanita yang ia anggap tidak mampu melayani dirinya, benar-benar membuatnya puas kali ini. Entah Karena rasa amarah, Elsioni kepada Bisma ia tuangkan kepada Alvin. Membuat Alvin pun merasa kewalahan untuk merespon segala gerakan demi gerakan yang dilakukan Elsioni terhadapnya.
"Kamu memang benar-benar hebat." gumam Alvin di dalam hati sambil menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh Elsioni terhadapnya. Entah karena faktor sudah merasa puas, kini Alvin sudah mencapai puncaknya. Membuat Elsioni terkekeh.
"Tidak perlu menantang Ku seperti itu, kalau lelaki letoy seperti kamu." ucap Elsioni menatap sinis kepada Alvin yang sudah terlihat kelelahan.
Alvin tertawa ngakak. "Kamu memang benar-benar wanita pemuas ranjang. Cocok dijadikan wanita panggilan di sini." ucap Alvin membuat emosi Elsioni semakin memuncak. "Kamu pikir aku wanita murahan?
" Saya tidak mengatakan kamu wanita murahan. Kamu bisa laris Manis di sini Jika kamu dapat melayani tamu yang memiliki uang banyak di sini." ucap Alvin merendahkan Elsioni.
"Kamu pikir saya kekurangan uang? Jangankan hotel ini Kamu sekeluarga pun bisa saya beli." ucap Elsioni memandang rendah kepada Alvin. "Siapa kamu berani mengatakan itu kepada saya?" bentak Alvin membuat Elsioni langsung tertawa ngakak.
"Tanyakan saja kepada kakak sepupu kamu yang tidak tahu diri itu. Siapa Elsioni sebenarnya." ucap Elsioni sambil langsung memungut pakaiannya yang berserakan begitu saja, berlalu ke kamar mandi. Berniat untuk membersihkan diri.
Alvin menatap Elsioni yang lari terbit-birit masuk ke kamar mandi. Alvin mengembangkan senyumnya. "Benar benar wanita hebat yang mampu memuaskan ku di atas ranjang. Cocok juga dia dipelihara Di Sini." Alvin membatin.
Sementara di tempat lain, terlihat Calista meninggalkan makanan itu begitu saja. Padahal baru beberapa sendok makanan dimakan oleh Calista yang disediakan oleh pihak hotel untuk Calista dan Bisma. Tetapi Calista harus pergi meninggalkannya karena selera makanya tiba-tiba hilang begitu saja dengan kehadiran Elsioni di sana.
"Sayang kamu mau ke mana?" tanya Bisma Yang sembari mengikuti Calista.
Calista hanya diam saja. Berlalu meninggalkan Bisma dengan langkah tergesa-gesa. Ia tidak ingin berbicara kepada suaminya kali ini. Calista masih emosi membuat Calista tak sudi rasanya berbicara kepada lelaki yang sudah dikecup oleh wanita lain di hadapannya sendiri.
Calista langsung masuk ke kamar yang mereka tempati beberapa hari belakangan ini. selama berada di New Zealand. liburan bulan madu yang awalnya bahagia, Tetapi saat ini Calista harus menerima kenyataan kalau wanita masa lalu suaminya datang merusak momen liburan bulan madu mereka.
Membuat mood Calista untuk pergi menikmati tempat wisata yang ada di New Zealand sudah tidak ada lagi. Ia ingin sekali pulang ke Indonesia hari itu juga. Bisma berusaha untuk meyakinkan Calista kalau cintanya hanya untuk Calista. Tetapi saat ini Calista tidak ingin berbicara dengan suaminya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
MAMPIR KE KARYA BARU EMAK YANG BERJUDUL "JODOH DI USIA SENJA" ( Marokkop dung matua )