I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 154. IDE BISMA



Ibu Sari dan Pak Khairul Bakti, tampak bahagia melihat pesta pernikahan putri mereka sangat meriah dan dihadiri oleh para kalangan menengah ke atas juga. Apalagi Ara tamu undangan yang hadir disana satu profesi dengan Dokter Gibran. Membuat Ibu Sarinah Bangga kepada Putranya.


Semetara Ibu Sari dan Pak Khairul Bakti tidak menyangka kalau Putrinya Tiwi. Menikah dengan secara mewah seperti yang terlaksana hari ini. " Mas Aku tidak menyangka ternyata Putri kita memiliki jodoh yang sangat baik seperti dokter Gibran. Mudah-mudahan hubungan rumah tangga Gibran dengan Putri kita Tiwi, menjadi rumah tangga yang sakinah, mawadah warohmah ya Mas.


"Ya Bu, Ayah juga berharap demikian. Karena bagaimanapun, Tiwi satu-satunya Putri kita. walaupun kita hanya hidup sederhana tetapi kalau seseorang menyakiti hati Tiwi hati ayah sangat perih.


Ibu Sari dan Pak Khairul Bakti datang menghampiri Tiwi dan dokter Gibran yang duduk di pelaminan. Tampak Ibu Sari dan Pak Khairul Bakti memberikan sesuatu kepada Tiwi. "Selamat atas pernikahan kalian. Jujur ayah dan ibu sangat bahagia atas pernikahanmu ini. Semoga keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.


Ibu Sari memasangkan sebuah kalung emas turun temurun dari keluarga mereka kepada Tiwi. Dokter Gibran, ini salah satu perhiasan turun temurun keluarga kami. Kini saatnya Tiwi yang menggunakannya. Jangan kalian nilai dari harga perhiasan ini. Tetapi perhiasan ini maknanya cukup besar.


Ibu Sari langsung memasangkan kalung perhiasan itu yang nilainya cukup fantastis. walaupun kehidupan mereka hidup hanya hidup sederhana. Tetapi nominal perhiasan turun temurun dari nenek moyang Tuan Khairul Bakti.


Sungguh tak ternilai harganya. Bahkan di toko emas atau perhiasan manapun tidak ada di jual. Sulit untuk dicari perhiasan seperti yang diwariskan oleh ibu Sari kepada Tiwi.


Membuat Ibu Sarinah dan Pak Khairul Hamzah terhenyak melihat kalung yang dipasangkan oleh ibu Sari kepada Tiwi. Tentunya Ibu Sarinah mengetahui perhiasan yang diberikan oleh ibu Sari kepada Tiwi pasti harganya cukup mahal.


Pak Khairul Bakti langsung berpamitan kepada dokter Gibran, dan juga Tiwi setelah mereka memberikan kado spesial pernikahan Tiwi dan dokter Gibran. Awalnya Tiwi tidak mengetahui mengenai perhiasan turun


temurun yang diwariskan Ibu Sari kepadanya. Membuat Tiwi pun terhenyak ketika ibu Sari memasangkan kalung itu kepadanya.


Para tamu undangan sudah pada mengantri untuk memberi salam kepada dokter Gibran dan juga Tiwi. Sampai kaki Tiwi pun terasa pegal, karena banyak tamu undangan yang memberi salam kepada mereka.


"Mas kaki Tiwi sudah pegel nih. Banyak sekali tamu undangannya yang datang memberi selamat kepada kita." bisik Tiwi karna kaki Tiwi sudah merasa pegal mengingat aktivitas Meraka mulai dini hari sangat padat.


"Sabar Sayang, nanti mas akan pijat kamu." bisik dokter Gibran ketika mendengar keluhan dari istrinya? istri yang baru beberapa jam sah menjadi istrinya.


***


Sore hari telah tiba. Para tamu undangan sudah banyak berpulangan dari acara resepsi pernikahan dokter Gibran dan juga Tiwi Tak terkecuali dengan para petinggi rumah sakit dan para dokter yang satu profesi dengan dokter Gibran.


"Mas sepertinya tamu undangan sudah pada pulang. Kira-kira kita sudah bisa pulang tidak ya? soalnya tubuh Tiwi saat ini terasa capek dan gerah.


"Sabar sayang, tunggu instruksi dari Papa dan Mama. Tidak mungkin kita langsung turun dari pelaminan ini, sebelum para tamu undangan pulang semua.


Tiwi menganggukkan kepalanya. Kemudian Calista datang menghampiri keduanya. "lebih baik kalian istirahat saja dulu di hotel ini. Tidak perlu pulang ke rumah. Kami sudah menyediakan kamar untuk kalian di sini."ujar Calista meminta kepada dokter Gibran dan juga Tiwi agar menginap di hotel itu.


"Bagaimana Mas? apa Mas setuju apa yang dikatakan Calista? tanya Tiwi kepada dokter Gibran.


Sepertinya lebih baik begitu. Karena kamu sudah terlihat lelah. Biarkan papa dan mama dan kerabat lainnya pulang ke rumah. Ibu Sarinah datang menghampiri Tiwi, dokter Gibran dan juga Calista yang ada di sana.


" Ibu dan Bapak dan kerabat lainnya akan pulang ke rumah. Menginaplah di sini." ujar Ibu Sarinah karena sebelumnya Nyonya Katarina Dona sudah memberitahu rencananya kalau malam ini Tiwi dan dokter Gibran menginap di hotel yang sama lokasinya dengan resepsi pernikahan dokter Gibran.


Dokter Gibran pun menganggukkan kepalanya pertanda dirinya setuju Apa yang diucapkan oleh ibu Sarinah. Ibu Sarinah Pak Khairul Hamzah, Ibu Sari, dan Pak Khairul Bakti begitu juga para kerabat lainnya, berpamitan untuk segera pulang ke rumah.


Sementara Calista, Bisma Begitu juga dengan Carlos dan Dewi masih setia menemani dokter Gibran dan Tiwi di sana. "Bagaimana kalau kita nginep bareng di hotel ini? Bisma mengungkapkan idenya kepada ketiga pasangan muda itu.


Carlos menjittakan tangannya ke atas udara. "Setuju! ide yang bagus. Kakak sepupunya yang tampan. Bisma dan dokter Gibran langsung terkekeh melihat semangat empat lima Carlos yang ingin sekali ngedate bareng.


Bisma langsung menghubungi manajemen hotel untuk mempersiapkan kamar untuk Carlos dan juga Dewi. Karena sebelumnya Nyonya Katarina Dona sudah mempersiapkan kamar untuk dokter Gibran dan Tiwi. Sehingga Bisma tidak perlu meminta pihak hotel untuk menyediakan kamar pengantin baru itu.


Sementara kamar untuk Calista dan Gibran sudah ada khusus. Karena Hotel itu merupakan Hotel milik Bisma sendiri. Carlos, Gibran dan Bisma pun tertawa ngakak ketika mereka membayangkan malam itu merupakan malam yang panjang untuk ketiga pasangan itu.


"Sepertinya seru nih. Siapa yang tahan lama nanti di antara kita bertiga ya?" bisik Carlos ketempat di telinga Bisma dan juga Dokter Gibran. Membuat dokter Gibran langsung menoyor kepala Carlos. "Otak kamu selalu berpikir ke sana. ngeras melulu. Lebih baik kita langsung istirahat di kamar masing-masing. Dua jam kemudian kita berkumpul kembali di restoran." ujar Bisma dibalas angguk kan dari mereka keseluruhan.


Dokter Gibran yang melihat Tiwi agak kesulitan untuk berjalan, langsung menggendong tubuh mungil Tiwi berlalu meninggalkan Bisma, Calista, Dewi dan Carlos di sana. Membuat kedua pasangan itu pun langsung tertawa ngakak. Mereka pernah mengalami hal yang sama.


" lihat tuh dokter Gibran, bucin banget sama Tiwi." celetuk Carlos.


"Ah kamu cuman ngomong saja. Dulu saja ketika baru menikah dengan Dewi, lebih juga begitu. Kamu tidak perlu ngomongin orang gerutu Calista , ketika mendengar apa yang dikatakan Carlos kepada mereka.


Bisma hanya tertawa cengengesan mendengar ocehan ocehan istrinya, yang selalu menyalahkan Carlos dalam segala hal Calista selalu membenarkan Dewi. Membuat Carlos menggerutu. "Memang melawan wanita tidak pernah ada menangnya. lebih baik ngalah aja deh. daripada ribet urusannya."


Bisma dan Calista langsung tertawa ngakak sementara Dewi hanya menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta. Dewi benar-benar menikmati ocehan demi ocehan suaminya. Padahal kemarin saja saat mereka mengadakan perjalanan bulan madu, Carlos begitu bucin kepada Dewi. "Sudahlah mas tidak perlu menggerutu seperti itu. Memang Mas juga bucin kan? ngapain ngomongin orang." ucap Dewi yang ikut angkat bicara.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓