
Tiwi menatap Calista dengan tatapan penuh tanya. "Pasti ada sesuatu yang terjadi membuat Calista seperti ini. Tetapi Apa?" pertanyaan itu timbul di hati Tiwi, ketika melihat Calista menggunakan pakaian seragam Office girl yang biasa mereka gunakan sebelumnya.
Tiwi tidak bisa melarang Calista mengerjakan apa yang hendak dikerjakan Calista saat ini. Karena sekeras apapun Tiwi melarangnya, Calista pasti akan melakukannya. Calista membersihkan ruang meeting itu dan membersihkannya sebersih mungkin. Membuat Tiwi menggelengkan kepalanya sambil berdendang.
Jam meeting hampir dimulai, membuat beberapa dari petinggi perusahaan termasuk CEO perusahaan Zulkarnain group sudah menuju ruang meeting. Yang mana Calista di sana sedang membersihkan seisi ruangan. Ia tidak ingin ruangan itu digunakan tidak terlihat bersih dan rapi oleh pemilik kantor tersebut.
Sepertinya Sudah kelar, lebih baik kita membersihkan ini saja." ucap Calista sambil mengambil kain pel yang ada di tangan Tiwi. Calista asik dengan pekerjaannya. Tanpa memperdulikan Siapa yang sudah hadir di ruang meeting itu. Tanpa ia sadari Bisma Zulkarnain menyaksikan apa yang dilakukannya di sana.
"Apa yang kamu lakukan di sini? suara bariton Bisma terdengar jelas di telinga Calista. membuat kedua wanita itu langsung menoleh ke arah suara Bisma.Calista sama sekali tidak menjawab. Ia hanya diam saja dan terus menyelesaikan pekerjaannya, lalu pergi meninggalkan Bisma begitu saja di sana.
"Pakaian apa ini? Bisma kembali bertanya sebelum Calista benar-benar meninggalkan ruang meeting itu. Calista sama sekali tidak menjawab. Ia diam dan berlalu dari sana menuju Pantry. Sementara Tiwi hanya diam saja mengikuti langkah Calista masuk ke ruang pantry. Bisma mengikuti Calista yang langkahnya sudah lebih jauh dari Tiwi
"Apa-apaan kamu ini?
"Kamu istri dari seorang CEO dan juga pemilik perusahaan ini. Apa pantas Kamu memakai pakaian seperti ini? kamu tidak menjaga harga diri suami kamu? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Bisma. Tanpa menjawab sedikitpun, Calista langsung berlalu masuk ke kamar mandi, untuk mengganti pakaiannya.
Bisma menatap punggung Calista sampai punggung itu benar-benar hilang dari pandangannya. Karena Calista sudah berada di dalam kamar mandi. Bisma masih tetap setia berdiri di sana. Sementara Tiwi hanya diam dan pura-pura melakukan sesuatu di pantry. Agar tidak terlihat memperhatikan interaksi antara Calista dan Bisma.
Beberapa menit kemudian Calista Kembali keluar dengan penampilan yang diharapkan Bisma."Apa maksudmu mengerjakan itu semua? pakai ganti baju segala menggunakan pakaian office girl. Apa kata orang nanti, jika Client Zulkarnain Group melihat istri seorang Bisma Zulkarnain menggunakan pakaian office girl seperti ini? tanya Bisma sambil menatap Calista dengan tatapan penuh tanya.
Calista tetap saja membisu dan berniat untuk membuat kopi, setelah Calista sudah mulai lelah mengerjakan segala pekerjaan yang biasa ia lakukan. Ketika Calista menjadi seorang office Girl di Zulkarnain grup. Ia menyeruput kopinya tanpa ada sedikitpun niat untuk menawarkan kepada Bisma.
Bisma menarik tangan Calista, agar Calista mengikutinya masuk ke ruang kerjanya. Calista meletakkan sisa kopi buatannya, lalu berjalan mengikuti Bisma Yang Sudah dari tadi sudah menarik tangannya. Membuat Tiwi menggelengkan kepalanya. Ada apa ini? apa mereka ada masalah? pertanyaan demi pertanyaan timbul kebenaran saat ini.
"Katakan Apa maksudmu melakukan itu semua?
"Sadar kamu itu siapa sekarang?
"Aku tidak suka kamu seperti ini. Seharusnya kamu menjaga image suami kamu sebagai seorang CEO di kantor ini. Bukan Malah mempermalukannya seperti tadi.
Calista terdiam. Ia menundukkan kepalanya. Air bening sudah mulai mengalir di pipinya. Entah apa yang membuat dirinya merasa tidak pantas menjadi pendamping hidup Bisma. Sekalipun ia sudah menjalaninya beberapa hari.
Calista sudah berusaha untuk melakukan tugasnya sebagai istri. Walaupun Calista masih bingung akan perasaannya kepada Bisma saat ini. Yang pasti ia sudah melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri yang baik.
Tetapi Bisma justru menyakiti hati Calista dengan mendiamkannya semenjak berada di rumah sakit sampai tiba di kantor. Bahkan Calista berdiri di hadapannya saja, menangis sesungguhkan Bisma cuek saja. Dan seolah tidak peduli.
" Pertama!" saya terlahir di desa terpencil yang kedua!" saya terlahir dari rakyat jelata. Bukan seperti Tuan Bisma Zulkarnain yang terhormat. Ya, benar anda katakan. Karena saya harus tahu diri siapa saya sekarang.
Hal itulah membuat aku melakukan itu di Zulkarnain group. Kedudukan Ku hanyalah seorang office girl. Sehingga aku sama sekali tidak dihargai sedikitpun. Jika Tuan Bisma Zulkarnain menghormati saya, sebagai seorang istri anda. Tuan Bisma Zulkarnain Tidak akan mendiamkan saya. Tanpa saya ketahui kesalahan apa yang saya lakukan.
Saya sudah katakan dari awal. Jika ada yang mengganjal di hati, lebih baik langsung dibicarakan daripada Diam. saya tidak mengetahui apa arti Diam anda Tuan Bisma yang terhormat. Karena saya bukan Tuhan mengetahui segala Apa isi hati kamu.
Untuk saat ini aku rasa, Anda lebih baik berpikir kedepannya, untuk menjalin hubungan dengan siapa. Sepertinya Anda menyesali menikah dengan saya. Kalau anda menyesal menikah dengan wanita rakyat jelata seperti saya, katakan saja. Saya tidak mempermasalahkan itu semua.
Bagi setiap orang kaya, itu mudah bagi kalian. Tapi sulit bagi kami yang hanya terlahir sebagai seorang rakyat jelata." ucap Calista sambil air bening terus mengalir di wajah cantiknya. Calista pun langsung meninggalkan Bisma begitu saja turun dengan menggunakan lift khusus karyawan
Sedangkan Bisma hanya terpelongo mendengar jawaban Calista. Kemudian ia baru tersadar. Lalu berlari mengejar Calista. Tetapi ketika Bisma mengejar Calista, ia sudah tidak melihat wanita cantik itu lagi. karena Calista sudah naik ke ojek yang kebetulan mangkal di depan kantor Zulkarnain Group. Calista berlalu meninggalkan Bisma dengan menggunakan ojek.
***
"Assalamualaikum Bu!" Sapa Calista Setelah turun dari ojek yang ia tumpangi, sambil masuk ke rumah untuk mencari keberadaan ibu Intan."Calista kamu datang nak?" sahut Ibu Intan sambil langsung berlari memeluk Calista.
" Ibu aku kangen sama ibu. Bagaimana kabar ibu saat ini apa sehat dan baik-baik saja? tanya Calista sambil melihat seluruh tubuh ibu Intan.
"Alhamdulillah, kondisi kesehatan ibu dan papa kamu baik-baik saja. Bagaimana dengan kamu nak apa kamu sehat?
"Alhamdulillah, kondisi kesehatan Calista juga baik-baik saja Bu." sahut Calista sambil mengembangkan Senyumnya. Sementara Ibu Intan mencari seseorang di luar. Ibu cari Siapa? kok melihat keluar?" tanya Calista karena melihat ibu Intan tetap seperti mencari seseorang di luar.
"Mana suami kamu? Apa kamu tidak datang bersama dia ke sini?" tanya ibu Intan.
"Ya sendiri lah Bu," tidak mungkin Mas Bisma bisa datang kemari siang-siang begini, Bukan? Ibu tahu sendiri Mas Bisma sibuk di kantor." ucap Calista sambil mengembangkan senyumnya.
Menutupi permasalahan apa yang terjadi antara Calista dengan Bisma saat ini. Ibu Intan menganggukkan kepalanya pertanda dia paham kalau saat ini Bisma benar-benar sibuk sama seperti yang dikatakan Calista sebelumnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " PERAWAN 500 JUTA " CERITANYA SERU LOH