
Nyonya Katarina Dona melihat Calista berjalan seperti kesulitan, langsung mengembangkan senyumnya. "Wah sebentar lagi aku pasti akan punya cucu." gumam Nyonya Katarina Dona di dalam hati.
" Sayang apa kamu sakit? tanya Nyonya Katarina Dona penasaran melihat Calista yang kesulitan berjalan. "Tidak mom Calista tidak sakit kok." sahut Calista sambil mengembangkan senyumnya. Sementara Bisma sudah tertawa cengengesan melihat interaksi kedua wanita berbeda generasi itu, wanita yang sangat Bisma cintai dan sayangi.
Siang itu Nyonya Katarina Dona memang sengaja sudah memasak makanan kesukaan Bisma dan juga Calista. Terlihat setelah Calista dan Bisma tiba di rumah. Nyonya Katarina Dona langsung menyuguhkan beberapa macam jenis menu makanan yang sudah terhidang di meja makan.
"Kalian tentunya belum makan siang bukan?"lebih baik kita langsung makan sekarang nanti keburu dingin." ujar Nyonya Katarina Dona kepada Bisma dan Calista Begitu juga dengan Tuan Zulkarnain.
Bisma dan Calista pun mengembangkan senyumnya mengikuti Nyonya Katarina Dona berlalu ke ruang makan.
"Wah banyak banget makanannya Mom, semua makanan ini makanan kesukaanku pasti enak." ucap Bisma memuji masakan Nyonya Katarina Dona.
"Ya sepertinya makanannya sangat enak menurutku Silva Ku sudah mengalir dari tadi ketika melihat masakan Mami kamu." ucap Tuan Zulkarnain kepada Bisma yang baru duduk di kursi yang letaknya tidak jauh di tempat duduk Calista.
"Kalau kalian memang menginginkannya Mengapa masih menatapnya? Ayo dimakan." ucap Nyonya Katarina Dona mempersilahkan keluarga besarnya untuk menyantap menu makan siang yang sudah Nyonya Katarina sediakan sebelumnya.
Ada kebahagiaan tersendiri di hati Calista. kasih sayang yang begitu luar biasa yang di berikan keluarga Zulkarnain terhadapnya. Calista begitu bahagia memiliki orang tua angkat yang begitu baik, dan juga Ayah dan ibu mertua yang begitu perhatian terhadapnya.
" Ya Allah terima kasih engkau telah mengirimkan malaikat-malaikat untukku, yang selalu memberikan perhatian dan pengertian kepadaku." gumam Calista dalam hati sembari tetap menatap Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona secara bergantian.
Dengan teladan Calista langsung melayani suaminya untuk pertama kalinya. Setelah berada di kediaman keluarga Zulkarnain Nyonya Katarina Dona yang melihat Calista begitu cekatan, melayani suami dan ayah ibu mertuanya. Membuat Nyonya Katarina Dona mengembangkan senyumnya Wah istri idaman ucap Nyonya katerina Dona dengan nada pelan tepat di telinga Bisma.
Membuat Bisma langsung menatap Nyonya Katarina Dona dengan tatapan penuh arti. Terlihat Bisma sangat lahap memakan menu makanan yang disediakan oleh Nyonya Katarina Dona, di meja makan yang berukuran jumbo itu. Padahal hanya beberapa orang saja yang selalu makan di sana.
"Bagaimana? kapan kalian berangkat bulan madu? jangan ditunda-tunda. Mami ingin sekali langsung memiliki cucu." ucap Nyonya katarina Dona langsung to the point tanpa berbasa-basi.
"Mom sepertinya kami belum bisa pergi per bulan madu untuk bulan ini. Karena ada pekerjaan penting yang harus Bisma kerjakan di kantor." ucap Bisma kepada Nyonya Katarina Dona membuat Nyonya katarina Dona langsung menatap Tuan Zulkarnain.
Itu artinya Nyonya Katarina Dona meminta penjelasan dari suaminya, mengenai pekerjaan yang dikatakan putranya. Nyonya Katarina Dona pun menggelengkan kepalanya." Memangnya kamu tidak ingin berbulan madu bersama istri kamu? bepergian ke luar negeri gitu, tanya Nyonya katarina Dona kepada Bisma.
kalau menurut Bisma untuk saat ini Bisma belum ingin melakukan perjalanan bulan madu. Karena itu permintaan dari istri Bisma. ia tidak ingin menikmati bulan madu di luar negeri, sementara di dalam negara Indonesia saja banyak tempat-tempat wisata yang cukup indah, yang dapat memanjakan mata yang belum dijalani oleh Calista.
Hal itulah yang membuat Calista menolak apa yang dikatakan Bisma, Kalau Calista menolak akan pergi berbulan madu ke negara sakura Itu. Tetapi Calista minta kami, ingin terlebih dahulu menikmati pemandangan yang indah yang ada di negara ini.Sebelum menjelajah ke negara orang lain.
Bagaimana mungkin Calista bisa menjelajah negara orang lain, sementara negara sendiri belum bisa kita jelajahi." ucap Calista kepada Bisma membuat Bisma pun menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan istrinya.
Tetapi untuk saat ini yang menjalankannya, Bisma Zulkarnain putra dari tuan Zulkarnain.
"Hallo assalamualaikum dengan Bisma. Ada Apa? sahut Bisma dengan ramah. Karena Bisma mengetahui kalau yang menghubungi Bisma saat ini merupakan salah satu petugas di kantornya.
Setelah sambungan telepon seluler itu tersambung, Tiwi yang sudah mendapatkan kabar tentang ibu kandung Dewi dan adiknya pun langsung memberitahu Bisma keadaan Dewi saat ini yang cukup memprihatinkan.
Apalagi setelah Dewi cerita kepada Tati kalau dirinya sama sekali tidak memiliki uang untuk pengobatan ibu dan adiknya yang sedang dirawat di rumah sakit. Mendengar berita tentang Dewi, Bisma menghela nafas berat.
Ia khawatir jika dirinya memberitahu kepada Calista, pasti Calista juga akan panik. Apalagi ia pernah berada di situasi yang sama seperti yang dihadapi oleh Dewi saat ini. Tiwi pun memberitahu kepada Bisma kalau saat ini Dewi membutuhkan uang untuk pengobatan ibu dan adiknya. Setelah selesai berbicara dengan Tiwi, Bisma langsung memutuskan sambungan telepon selulernya.
Kemudian Bisma pun meminta asistennya Carlos, untuk menghampiri Dewi ke rumah sakit yang sudah diberitahu Tiwi sebelumnya. Agar Carlos melakukan pembayaran biaya rumah sakit orang tua Dewi. Tentunya dengan menggunakan uang yang sudah ditransfer Bisma kepada Carlos.
Ketika sudah selesai berbicara dengan Tiwi dan Carlos, Bisma kembali menghampiri Calista yang sedang duduk di sofa bersama Nyonya Katarina Dona dan Tuan Zulkarnain.
Tentunya setelah mereka selesai makan siang. " Siapa yang menghubungi mas?" tanya Calista penuh selidik nomor dari kantor, tapi yang berbicara Tiwi yang mengatakan kalau saat ini Dewi berada di rumah sakit.
"Apa?
"Dewi berada di rumah sakit? Memangnya Dewi sakit apa? ucap Calista yang begitu kepo mengenai berita sahabatnya itu. Bukan Dewi yang sakit, tapi ibu dan adiknya sedang dirawat di rumah sakit. Sehingga Dewi tidak bisa melakukan tugas tentang jawabnya di kantor saat ini.
Jadi Mas minta kak Carlos untuk melihat kondisi keadaan ibu Sarah dan adik bungsu Dewi yang saat ini sedang mengalami demam berdarah." ucap Bisma kepada Calista yang mampu membuat Calista begitu terkejut mendengar kabar mengenai Ibu Sarah.
"Kalau begitu lakukan sesuatu Mas. Dan tolong bantu segala biaya pengobatan ibu Sarah. Karena Calista tau betul kondisi keuangan mereka saat ini cukup sulit.
"Calista mohon bantu Mas Dewi mas!" ucap Calista memohon kepada suaminya.
"Ya sayang!" tanpa kamu memohon pun mas akan membantu Dewi. Karna bagaimanapun Dewi itu karyawan kita juga " ucap Bisma.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA LIKE COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏