
Bisma terus saja mengecup bibir manis Calista perlahan ciuman semakin dalam, hingga Calista membuka rongga mulutnya agar Bisma dapat memainkan lidahnya di rongga mulut Calista. Perlahan ciuman itu semakin mendalam, tangan Bisma sudah mulai menjalar kebalik lingerie Calista yang begitu tipis. Ia sudah mulai meremas bagian gunung kembar milik Calista yang berukuran mangga itu.
"Ouh. ..sakit mas pelan pelan!" bisik Calista tepat ditelinga Calista
"Jack merasakan sensasi yang luar biasa karna Calista benar benar masih belum pernah mendapatkan sentuhan dari lelaki manapun. Bisma lah yang baru menyentuh Calista pertama sekali.
"Sayang mas bisa meminta hak mas menjadi seorang suami kamu?" ucap Bisma memelas kepada istrinya.
Deg
Jantung Calista langsung berdegup kencang ketika mendengar Bisma meminta haknya sebagai suami Calista. Hal itu membuat Calista bingung. I tidak dapat menjawab pertanyaan suaminya. Sejujurnya saat ini Calista belum siap untuk merelakan dirinya kepada suaminya Bisma.
Apalagi ini baru hal baru untuk Calista. Di usia Calista yang masih 22 tahun, Calista sama sekali belum pernah menjalin hubungan dengan lelaki manapun. Walaupun banyak lelaki yang selama ini, yang menaruh perhatian terhadapnya. Tetapi Calista tidak pernah menanggapinya.
Calista hanya menganggapnya sebagai teman biasa tidak terkecuali dengan Gibran, yang sudah sangat lama jatuh cinta kepada Calista.
"Mas memangnya harus sekarang ya mas?"
"Kenapa sayang?
"Apa kamu tidak memiliki rasa cinta sedikitpun kepada mas?
"Apa yang kamu katakan kepada wartawan itu hanya kebohongan saja?
"Atau karna Gibran, lelaki yang selama ini mengejar-ngejar kamu? ucap Bisma melontarkan pertanyaan kepada Calista. Kaena mendapat penolakan dari istrinya.
Apalagi setelah Bisma mendengar lagi yang di nyanyikan Gibran di panggung ketika acara resepsi pernikahan Bisma dan Calista. Seperti menyindir Calista yang meninggalkan Gibran memilih menikah dengan Bisma dibandingkan dirinya.
Sejujurnya semenjak berada di pelaminan Bisma sudah ingin berbicara mengenai hubungan Gibran dengan Calista, sehingga Gibran menyanyikan lagu yang bisa menyayat hati seorang wanita yang sedang bersanding dengan lelaki pilihannya.
"Pertanyaan macam Apa itu mas?
"Tidak ada sangkut pautnya pernikahan kita dengan Gibran. Mas tahu sendiri ini hal yang baru buat Calista. Tidak mudah buat Calista memahami segala apa yang harus dilakukan Calista menjadi istri yang baik.
Mungkin mudah bagi Mas melakukan itu semua. Karena mas sudah terbiasa melakukannya ketika berada di California dan juga ketika bersama mantan kekasih mas. tetapi tidak buat Calista. Karna Calista sa sekali belum pernah menjalin hubungan dengan lelaki lain selain mas.
Walaupun ada beberapa Lelaki yang menaruh perhatian kepada Calista. Tatapi Calista tidak pernah menanggapinya. Karena Calista memilih untuk fokus belajar dan bekerja. Berharap kelak Calista dapat mencapai cita-cita Calista.
Untuk memajukan desa Calista Yang tertinggal, sesuai dengan cita-cita Calista dengan sahabatku listra." ucap Calista kepada Bisma yang mampu membuat Bisma langsung terdiam. Ia pun akhirnya paham Mengapa Calista menolak permintaannya saat itu.
Tapi akhirnya Calista sadar kalau melayani suaminya sudah menjadi tugasnya. Sama seperti yang dikatakan Ibu Intan kepada Calista, untuk menjadi istri yang menurut kepada suami dan menyayangi suaminya dengan segenap jiwa dan raganya.
Calista tidak ingin membuat suaminya kecewa kepadanya di malam pertama mereka. Calista langsung mengalungkan tangannya di jenjang leher Bisma dan langsung memberikan kecupan hangat di bibir Bisma. Hal itu membuat Bisma merasa heran melihat istrinya langsung mengecup dan m3lum@t bibirnya tanpa memberikan aba-aba sedikitpun.
Calista ingin sekali melihat respon Bisma ketika Calista melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Bisma kepada Calista.
"Kamu serius sayang?"melakukan ini kepada mas? tanya Bisma kepada Calista sambil menetapkan dusta dengan tatapan penuh tanya ia seolah tidak percaya mendapat kecupan hangat dari istrinya yang secara tiba-tiba.
Kamu tenang saja sayang mas akan melakukannya dengan selembut mungkin." sahut Bisma sambil langsung mengecup bibir manis Calista.Perlahan kecupan itu Turun ke bawah mulai dari gunung kembar milik Calista sampai ke bagian sensitif Calista.
Entah Siapa yang memulai, Calista sudah tidak menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya. Hingga melekuk tubuh Calista terlihat jelas di mata Bisma.
"Wah benar-benar indah sayang!" bisik Bisma tepat ditelinga Calista.
"Malu mas!"
"Ngapain malu Sayang? mas kan suami kamu!"pekik Bisma. Ketika Calista sudah melihat tubuh Bisma tidak menggunakan sehelai benang pun. Membuat lekuk tubuh Bisma terlihat jelas di mata calista. Dada bidang milik Bisma, membuat Calista semakin terpesona.
Tubuh sixpack milik Bisma dapat menghipnotis Calista seorang wanita polos yang sama sekali belum pernah menjalin hubungan dengan lelaki manapun. Bisma menuntun tangan Calista untuk memainkan adik kecilnya yang sudah mulai lancang depan.
Calista pun melakukan Seperti hal yang diminta suaminya berharap suaminya merasa puas dengan pelayanan yang dilakukan Calista. Sebagai istri Calista menuruti Apa keinginan suaminya. Agar suaminya tidak merasa kecewa dengan pelayanan Calista walaupun baru pertama sekali buat Calista.
Ketika Calista memainkan adik kecil milik Bisma, membuat Bisma merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Ia pun mulai mende$@h. Mendapat gerakan lembut dari tangan Calista membuat Bisma bagai terbang ke langit ketujuh.
Merasa dirinya sudah tidak bisa mengendalikan diri lagi, Bisma menuntun Calista naik ke atas tempat tidur yang berukuran King size yang disediakan oleh pihak hotel, Tempat mereka menginap.
Kemudian Bisma meminta persetujuan kepada istrinya.
"Mas bisa ya kita mulai?tanya Bisma kepada Istrinya. Calista menganggukkan kepalanya pertanda dirinya setuju akan permintaan suaminya.
Bisma mulai memasukkan adik kecilnya ke goa milik Calista. Satu kali meleset kedua kali juga meleset. Entah karena masih terlalu sempit dan atau Bisma yang sudah lupa Gimana caranya author juga tidak tahu.
Bisma gagal memasukkan adik kecilnya beberapa kali ke goa milik Calista. Penuh perjuangan, Bisma pun akhirnya berhasil memasukkan adik kecilnya ke goa milik Calista. "Aou.....aou sakit mas"rintih Calista tetapi dirinya sangat menikmati Apa yang dilakukan suaminya terhadapnya.
Ia pun semakin merekatkan pelukannya kepada suaminya. Seolah-olah dirinya tidak mau dilepas atau Calista sangat menikmati surga dunia malam pertama mereka "Mas.....ah ....mas.....mas" suara merdu Calista terdengar jelas di telinga Bisma sehingga Bisma semakin melancarkan aksinya.
Ia semakin mempercepat gerakannya. Merasa kurang puas dengan dirinya di atas tubuh Calista, Ia pun menuntun Calista agar Calista yang memimpin permainan.
Kemudian Calista pun berada di atas tubuh Bisma. Calista dan Bisma pun mulai melancarkan aksinya. Agar memberikan pelayanan yang berkesan kepada suaminya."Auh .....sayang.....Auh...sayang" suara merdu Bisma terdengar jelas di telinga Calista sehingga Calista semakin melancarkan aksinya.
Perlahan Calista kembali melakukan permainannya agar Bisma menikmati segala apa yang dilakukan Calista terhadapnya. "Auh....Auh...Auh...sayang nikmatnya" suara nyaring Bisma terdengar di telinga Calista sehingga ia mempercepat gerakannya.
Kemudian Bisma pun merubah posisi Calista menjadi dibawah. Ia kembali memimpin permainan. Ia memasukkan adik kecilnya yang sudah sedari tadi ingin mengeluarkan keringatnya di bagian gua milik Calista
" Auh ....mas...Auh mas" suara merdu Calista terdengar jelas di telinga Bisma hingga bercak darah keluar dari goa milik Calista pertanda bagian sensitif Calista belum disentuh dengan laki-laki lain, selain Bisma yang sudah menjadi suaminya. Setelah kurang lebih satu jam melakukan permainan akhirnya Bisma dan Calista pun mencapai puncak.
"Ah......ah..." suara merdu Bisma pertanda dirinya sudah mencapai puncaknya dan adik kecilnya sudah mengeluarkan keringat keringat nya. Ia langsung mencium kening Calista dan mengucapkan "Thanks my wife I love you" ucap Bisma kepada Calista. Terimakasih sudah menjaganya untuk mas." ucap Bisma yang Merasa puas akan pelayanan istrinya. Walaupun Bisma harus lebih dulu menuntun Calista.
"I love you too my husband" jawab Calista sambil mengembangkan senyumnya kepada suaminya. Pertanda Ia juga menikmati apa yang mereka lakukan. Hingga Bisma dan Calista pun tertidur pulas tanpa memakai pakaian. Hanya dibalut dengan selimut yang ada di atas ranjang.
Bersambung
hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓