
Pagi itu Bisma dan Calista segera bersiap ingin berangkat ke bandara. Calista langsung beranjak masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah Calista selesai membersihkan diri,.kini giliran Bisma yang masuk ke kamar mandi.
Calista langsung menggunakan pakaiannya yang ingin Ia gunakan untuk kembali ke Jakarta. Setelah memastikan penampilannya sudah tampak rapi, ia memoles wajahnya dengan make up yang tipis yang natural. rambutnya di ikat ekor kuda. Dipadukan dengan celana jeans warna biru senada dengan bajunya. Membuat aura kecantikan Calista semakin terpancar.
Sehingga setiap kaum Adam yang melihatnya pasti akan terpesona. Ketika Bisma sudah keluar dari kamar mandi, ia menatap penampilan Calista dengan seksama. Seolah dirinya Tidak mengenali sosok Calista.
"Wow keren banget Ternyata calon istriku cantik juga." gumam Bisma dalam hati sembari menatap Calista dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Calista belum menyadari kalau Bisma telah memperhatikannya Sudah dari tadi. Ia hanya sibuk membereskan barang bawaan mereka. Karena mereka harus segera berangkat ke Jakarta sesuai dengan informasi yang diberikan asisten Bisma.
Ketika Bisma sudah terlihat rapi, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Bisma dan Calista.
"Pasti Wulan." ucap Bisma menebak Siapa yang mengetuk pintu kamar mereka.
Bisma langsung membuka pintu kamar dan ternyata tebakan Bisma memang benar adanya. Wulan yang datang menghampiri keduanya berniat untuk mengajak Bisma dan Calista sarapan bersama.
"Kamu Ternyata." ucap Bisma ketika melihat Wulan yang mengembangkan senyumnya di luar ruangan
"Ya Kak Wulan ingin mengajak Kak Bisma dan kakak ipar sarapan pagi bersama. Sebelum kalian berangkat ke Jakarta." ucap Wulan sambil menelisik seisi ruangan.
Calista datang menghampiri Bisma dan Wulan yang masih setia berdiri di depan pintu.
"Kok berdiri saja, Mengapa tidak masuk?" ucap Calista yang melihat kehadiran Wulan di sana. Tetapi Wulan tak masuk ke kamar yang ditempati oleh Bisma dan Calista malam itu.
"Wulan hanya sebentar aja kakak ipar, hanya ingin mengajak kakak ipar dan Kak Bisma sarapan pagi bersama di restoran ." ucap Wulan kepada Calista tepatnya di depan pintu kamar..
Calista dan Bisma pun langsung berlalu meninggalkan kamar berniat untuk sarapan pagi bersama Wulan dan juga listra. Yang sebelumnya Wulan sudah mengatur jadwalnya dan juga listra agar mereka dapat sarapan bersama pagi itu. Sebelum Bisma dan Calista berangkat ke kota Jakarta.
Terlihat beberapa pelayan sudah menghidangkan menu makanan yang dimasak khusus oleh Listra untuk Bisma dan Calista.
"Silakan duduk kakak ipar!" ucap Wulan mempersilahkan Calista dan juga Bisma duduk di ruang VVIP yang sudah disediakan Wulan kepada kakak sepupunya.
listra datang dari dapur menghampiri ketiganya.
"Silakan dicoba masakan ala listra." ucap listra sambil mengembangkan senyumnya mempersilahkan Calista dan Bisma untuk mencicipi menu makanan resep listra sendiri.
Ketika Calista dan Bisma mencicipi menu makanan buatan listra, Calista begitu terpukau ketika merasakan resep masakan Listra yang begitu memanjakan lidahnya.
"Wow enak sekali masakan kamu Lis, Jujur Aku tidak menyangka kamu mampu memasak seenak ini." ucap Calista kepada listra
"Tidak perlu memujiku seperti itu Calista, aku juga tahu memasak dasarnya dari kamu. Lalu aku berjanji di dalam hati untuk menjadi seorang chef karena terinspirasi dari Mu ucap listra kepada Calista membuat Bisma dan Wulan mengerutkan keningnya
"Terinspirasi?
"Maksudnya apa nih? tanya Wulan penasaran Mengapa listra mengatakan kalau listra terinspirasi dari Calista.
"Ya dulu ketika kami berada di desa. masakan Calista yang begitu lezat aku rasakan. Walaupun masakan itu hanya masakan sederhana. Tetapi dapat memanjakan lidahku." ucap listra sambil mengembangkan senyumnya.
"Kamu jangan ngomong begitu dong Lis, Saya tahunya hanya masakan kampung. tidak seperti kamu memahami dan menguasai masakan luar. Sementara aku tahunya hanya masakan lokal saja." ucap Calista sambil menatap listra dengan tatapan penuh arti.
"Jadi tidak sadar nih ingin mencicipi makanan masakan istri aku." Ucap Bisma sambil menatap Calista dengan tatapan penuh tanya Ia sama sekali belum mengetahui kalau Calista juga pintar memasak.
****
sarapan pagi telah usai kini saatnya Calista dan Bisma berpamitan kepada Wulan dan listrik karena hari ini mereka harus segera berangkat kembali ke Jakarta. Calista dan Bisma sudah dijemput asistennya dengan menggunakan mobil milik perusahaan Bisma yang ada di kota Medan.
"aku pasti akan merindukanmu ucapkan dusta sambil terus mengeratkan pelukannya kepada listrik.
"aku juga pasti sangat merindukanmu."sahur istri singkat.
Wulan yang tidak ingin ketinggalan langsung memeluk Calista."kakak ipar jaga Kakak aku dengan baik kalau nakal cubit saja dia ucap bulan sambil terkekeh.
Calista hanya mengembangkan senyumnya mendengar apa yang dikatakan Wulan kepadanya. Tuan Bisma Tolong jaga sahabatku untukku dan almarhum kedua orang tuanya ucap listra memohon kepada Bisma agar tetap menjaga sahabat baiknya.
"kamu tenang saja saya pasti akan menjaganya kamu jangan khawatir ucap Bisma sambil langsung merangkul tubuh Calista berlalu dari hadapan bulan dan juga ilustrasi masuk ke dalam mobil Alphard yang sudah disediakan oleh asisten Bisma sebelumnya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit dari hotel milik Bisma yang ada di kota Medan menuju bandara Kualanamu akhirnya mereka pun tiba.
Entah karena terlalu banyak ngobrol bersama sahabatnya listra dan juga adik iparnya wulan membuat mereka lupa waktu hingga waktu penerbangan Mereka pun ketika mereka tiba di bandara sudah tinggal menunggu 15 menit
lagi buru-buru Bisma dan Calista pun langsung melakukan check in. setelah melakukan check in, Calista dan Bisma duduk sebentar di ruang tunggu tiba-tiba panggilan dari ruang informasi kalau penerbangan mereka akan segera berangkat membuat keduanya pun langsung masuk ke dalam pesawat.
Selama kurang lebih 2 jam melakukan perjalanan melalui jalur udara Bisma dan Calista pun akhirnya tiba di Bandara Soekarno Hatta. terlihat asisten Bisma sudah datang menghampiri Bisma ketika mereka sudah melakukan check out.
"Selamat datang kembali Tuan Bisma." sapa Carlos kepada Bisma dan juga Calista.
Bisma hanya mengembangkan senyumnya dan memberikan barang bawaan mereka. Carlos Dapat memasukkan barang bawaan Calista. Dan Bisma masuk ke dalam mobil sementara Bisma membuka pintu untuk Calista agar Calista dapat leluasa masuk ke dalam mobil.
"Silakan Tuan Putri ucap Bisma sambil mengembangkan senyumnya.
"Tuan putri dari mana Tuan Putri dari Hongkong?" ucap Calista sambil terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh Bisma karena Bisma memperlakukannya seperti Ratu Elizabeth.
"Kok ngomongnya seperti itu sayang? kamu itu kan ratuku." ucap Bisma sama memberikan kecupan hangat di wajah cantik Calista. Membuat Calista merasa sedikit malu kepada Carlos yang ada di sana.
"Malu Mas ada carnos di sini bisik Calista tepat di telinga Bisma.
"Ngapain juga harus malu kamu itu istriku.
"Ya Allah Mas masih calon istri belum sah menjadi istri." ucap Calista mengingatkan Bisma membuat Bisma langsung tertawa ngakak. di sepanjang perjalanan Calista tidak luput dari pandangan Bisma seolah-olah Bisma tidak dingin berpisah dari Calista kali ini.
Satu jam dalam perjalanan akhirnya Bisma dan Calista tiba di kediaman Pak Nando. terlihat Pak Nando dan bu Intan berhamburan membuka gerbang rumah sederhana milik Pak Nando agar mobil yang dikendarai oleh Carlos dapat leluasa masuk ke halaman rumah.
Bisma turun terlebih dahulu. Kemudian Ia pun membukakan pintu mobil untu Calista.
"Sayang Aku merindukanmu." ucap Ibu Intan sambil langsung memeluk putrinya yang sangat ia nantikan kedatangannya.
"Calista juga merindukan ibu." ucap Calista saat Calista sembari membalas pelukan Ibu Intan.
"Jadi ibu saja nih yang dipeluk Papa tidak? ucapan nandu merasa komplain karena Calista tak kunjung memeluk Pak Nando. padahal Pak Nando juga sangat merindukan putrinya Calista.
"Ih si Papa begitu saja merajuk seperti anak kecil saja." pekik Ibu Intan membuat Calista sontak tertawa ngakak kemudian Calista pun langsung memeluk Pak Nando. Tak lupa memberi salam kepada pak Nando.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏