I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB. 49 MENIKAH DENGAN CALISTA YANG MANA?



Jika tidak ada petugas kebersihan di salah satu kantor, pasti kantor itu tidak akan bersih dan rapi. Apapun pekerjaan kamu, itu Patut kamu syukuri. Mudah-mudahan kamu cepat sembuh dan dapat kembali beraktivitas seperti semula. Sekali lagi saya minta maaf kepada kamu karena saya kamu harus mengalami seperti ini. ucap Gibran


Tiwi berusaha mengembangkan senyumnya.


it's oke no problem." sahut Tiwi


Ditempat yang beredar terlihat Calista meraih ponselnya berniat ingin menghubungi Dewi yang mana Calista melihat Dewi buru buru keluar kantor


kring


kring


kring


suara deringan ponsel milik Dewi terdengar jelas di telinga Dewi dan beberapa orang yang ada di ruang UGD. Dewi keluar dari ruang UGD berniat mengangkat sambungan telepon selulernya.


Dewi melihat nomor ponsel Calista yang menghubunginya."Pasti Calista mencariku."


"Hello assalamualaikum " Sapa Dewi dalam sambungan telepon selulernya.


"Waalaikumsalam Dewi. kamu di mana?


"Maaf Calista sekarang aku ada di rumah sakit untuk menemani Tiwi yang baru saja kecelakaan."


"Apa?


"Tiwi kecelakaan?


"Ya sekarang masih ada di ruang UGD rumah sakit yang lokasinya tidak dari kantor." Dewi memberitahu rumah sakit tempat Tiwi dirawat. Calista langsung mematikan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.


"Kamu mau kemana sayang?


"Kerumah sakit."


"Memangnya siapa yang sakit?


"Tiwi kecelakaan Dewi buru-buru tadi karena ingin langsung melihat kondisi Tiwi. Setelah Dewi menghubungi nomor ponsel di Yang ternyata yang mengangkat nomor ponselnya bukan Tiwi. Melainkan orang lain yang menabrak Tiwi sendiri, jadi orang itu memberitahu kepada Dewi kalau saat ini Tiwi berada di rumah sakit yang lokasinya tidak jauh dari kantor ini.


"Kalau begitu kita langsung saja ke sana. Siapa tahu Tiwi memerlukan bantuan kita. bagaimanapun dia itu tetap karyawanku dan juga sahabat kamu." Calista menganggukkan kepalanya lalu meninggalkan ruang kerja Bisma begitu saja langsung menuju lift berniat melihat kondisi Tiwi saat ini setelah mendapat berita dari Dewi kalau Tiwi mengalami kecelakaan.


Tidak menunggu lama setelah mengendarai mobil miliknya Bisma dan Calista tiba di rumah sakit. Calista langsung berlalu dan bertanya kepada resepsionis keberadaan diri saat ini yang ternyata Dewi sudah dipindahkan ke ruang rawat inap setelah mendapatkan perawatan di ruang UGD.


Bisma dan Calista langsung menuju ruang rawat inap yang diberitahu oleh sang resepsionis kepadanya. ketika Calista sudah tiba di depan ruang rawat inap Tiwi ia langsung berlari berhamburan memeluk tinggi.


"Ya Allah Dewi apa yang terjadi kepada kamu mengapa kamu sampai bisa seperti ini? linangan air bening mengalir dari wajah Calista melihat keadaan Tiwi yang diballuti beberapa perempuan dan tangannya tertancap jarum infus tanpa ia sadari Gibran berada di sana.


"Aku tidak apa-apa kok hanya luka kecil saja." sahut Dewi berusaha untuk kuat di depan Calista. Tapi Siapa yang membuat kamu seperti ini? tanya Calista yang belum menyadari Gibran ada di sana.


"Maaf aku tidak sengaja menabraknya mungkin karena saya terlalu buru-buru sehingga aku tidak melihat dia menyeberangi jalan." sahut Gibran sambil menatap Tiwi dengan tatapan penuh arti.


"Gibran?" pekik Calista seolah tidak percaya kalau Gibran yang menabrak temannya Tiwi.


"Calista!"Gibran tidak kalah terkejut melihat kehadiran Calista di sana. Jadi kamu juga teman Tiwi?


Apalagi Bisma mengetahui kalau selama ini ternyata Gibran mencintai Calista. Tetapi Calista tidak pernah menyadari kalau Gibran benar-benar sangat mencintainya. Bisma mengetahui setelah Bisma melakukan penyelidikan hubungan apa antara Gibran dan Calista saat itu, sehingga mereka cukup dekat.


Dengan bantuan Carlos dan juga sekretaris Hans yang membuat Bisma mengetahui siapa sosok Gibran bagi Calista yang ternyata Calista hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat. lain halnya dengan Gibran.


"Kamu kok bisa tahu aku di sini?


"Aku melihat Dewi keluar buru-buru dari kantor. Jadi aku langsung menghubungi nomor ponselnya, dan ia juga memberitahu kalau kamu mengalami kecelakaan. Itulah yang membuat aku langsung datang kemari karena aku sangat mengkhawatirkan kondisinya.


Tiwi hanya terdiam Ia pun merasa bersalah atas sikapnya beberapa hari yang lalu yang terlihat Ketus kepada Calista setelah mengetahui kabar pernikahan Calista dengan Bisma. Tiwi yang melihat kehadiran Bisma pun di sana merasa heran mengapa orang penting seperti Bisma juga datang melihat kondisinya saat ini.


tidak pernah dalam sejarah bagi Bisma mengunjungi karyawan rendahan seperti Tiwi hanya karena dalam keadaan kecelakaan kecil seperti yang dirasakan Tiwi saat ini biasanya jika terjadi sesuatu kepada karyawan yang bertugas di Zulkarnain Group, Bisma hanya mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk mengurus segalanya.


"Pak Bisma ada di sini juga? ucap Dewi yang terkejut melihat kehadiran Bisma di sana. kemudian Bisma menghampiri Tiwi Bagaimana keadaan kamu Apa kamu sudah membaik pertanyaan itu yang keluar dari mulut Bisma.


"Sudah mendingan kok pak tetapi mungkin beberapa hari ke depan Tiwi tidak bisa masuk kerja. Karena dokter mengatakan kalau Tiwi masih membutuhkan perawatan di sini. Untuk beberapa hari ke depan." ucap Tiwi kepada Bisma.


"Tidak apa-apa, nanti orangku akan mengurus biaya pengobatan kamu.Tetapi kamu harus menghadiri pesta pernikahan kami. Tidak ada istilah penolakan." sahut Bisma sambil mengembangkan senyumnya.


Senyuman yang sulit didapatkan oleh setiap orang, karena tidak pernah dalam sejarah jika berinteraksi dengan karyawannya, Bisma mengembangkan senyum lebar seperti yang ia lakukan saat ini.


"Tiwi menganggukkan kepalanya pertanda Ia setuju akan datang di hari pesta pernikahan Bisma dan Calista. Sepertinya Tiwi sudah menyadari apa yang ia lakukan. Ternyata dia juga sadar, kalau cinta tidak harus saling memiliki. Melainkan dirinya akan bahagia ketika melihat orang yang ia cintai juga merasa bahagia dengan pasangan yang ia pilih.


Gibran yang begitu terkejut mendengar berita pernikahan Calista, seolah tidak percaya Ia pun bertanya untuk memperjelas kepada Bisma mengenai apa yang dikatakan Bisma baru saja kepada Tiwi.


"Apa


"Pesta pernikahan?


"Pernikahan Tuan Bisma dengan Calista yang mana? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Gibran kepada Bisma. Bisma menatap Gibran dengan tatapan sinis.


Seolah tatapan itu tatapan permusuhan. Karena ia merasa Gibran yang menjadi saingannya mendapatkan hati Calista. h


Hingga saat ini Bisma belum mengetahui kalau Calista mencintainya atau tidak.


Yang ia tahu, Calista bersedia menikah dengannya karena perjodohan yang dilakukan Tuan Zulkarnain dengan Pak Fernando. apalagi Bisma mengancam Calista jika dirinya tidak menyetujui perjodohan itu maka karir Pak Fernando akan di ujung tanduk.


Hal itulah yang membuat Calista akhirnya setuju kalau Bisma dan Calista saat itu dijodohkan. Bukan karena mereka sama-sama saling mencintai.


Katakan Calista kalau apa yang dikatakan Pak Bisma itu salah." ucap Gibran kepada Calista yang tiba-tiba langsung menghampiri Calista dan menakup kedua tangan Calista.


"Apa yang dikatakan Mas Bisma benar adanya kami akan menikah dua hari lagi. Maafkan aku baru memberitahumu saat ini." sahut Calista kepada Gibran.


Kamu pasti berbohong Calista, Aku tidak percaya akan hal ini. kamu pasti mau mengerjaiku bukan? tanya Gibran yang tetap belum percaya apa yang dikatakan Bisma kepadanya. Kalau dalam waktu dekat Bisma dan Calista akan melangsungkan pernikahan.


"Heh..... bolot!" bodoh bangat sih kamu jadi orang, kamu tidak dengar apa bos Bisma dua hari lagi akan menikah dengan temanku Calista!" ucap Dewi yang tiba-tiba nyipruk dalam pembicaraan keempat orang itu. Karena Dewi geram melihat Gibran yang tak percaya apa yang dikatakan Bisma dan Calista kepadanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏