I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB. 55 TIWI JAHIL



Sementara di tempat lain Gibran yang sudah menyelesaikan tugasnya menyanyikan lagu Seperti permintaan listra, Ia pun memilih untuk menitipkan kado pernikahan untuk Bisma dan Calista darinya, kepada listra. Ia memilih untuk kembali terlebih dahulu daripada ia menyaksikan orang yang ia cintai bersanding dengan lelaki lain.


"Lis Tolong berikan ini kepada Calista. Karena Aku ada keperluan mendadak." ucap Gibran kepada listra. Tentunya Gibran membohongi listra agar listra tidak mengetahui apa penyebab Gibran pulang terlebih dahulu, sebelum acara pernikahan Calista dan Bisma usai.


Kenapa kamu tidak langsung saja memberikannya?" tanya listra penasaran sekaligus curiga kepada Gibran.


Aku dapat telepon mendadak, sampaikan maaf ku kepada Calista tidak dapat memberikan salam kepada mereka sekarang. Mungkin lain kali aku akan datang menemui mereka." ucap Gibran sambil langsung pergi begitu saja, setelah memberikan kado pernikahan darinya untuk Calista dan Bisma.


Setelah acara resepsi pernikahan Calista dan juga Bisma selesai, tampak seluruh kerabat, kolega bisnis dan juga tamu undangan yang hadir di sana, sudah banyak meninggalkan lokasi resepsi pernikahan Bisma dan Calista. Tetapi beberapa wartawan masih setia menunggu untuk mewawancarai Bisma dan juga Calista.


Tuan Zulkarnain dan juga Nyonya Katarina Dona menghampiri Calista dan juga Bisma untuk memberitahu kepada Bisma dan Calista agar mereka tetap tinggal di hotel dan menginap di sana.


Karena sebelumnya Bisma sudah meminta kepada Nyonya Katarina Dona dan juga tuan Zulkarnain agar mereka menginap di hotel itu, untuk satu malam saja. Mengingat acara pernikahan mereka hari itu sangat melelahkan.


Pak Nando, dan Ibu lintang dan keluarga lainya sudah berpamitan pulang kekediaman masing masing. Termasuk Tiwi dan juga Dewi mereka sudah berpamitan pulang kepada Calista dan Bisma


"Bos kamu pamit dulu Yach, soalnya ini sudah malam nih." ucap Tiwi sembari memberi salam kepada Bisma dan juga Calista yang di ikuti oleh para karyawan lainya yang bekerja di Zulkarnain Group.


"Ya sudah kalian hati hati ya!" ingat jangan kemana mana langsung pulang. Jangan malah kelayapan sudah malam beginilah ." ucap Calista kepada Tiwi dan Dewi, agar Tiwi dan Dewi tidak kelayapan malam malam. Dan Calista juga meminta kepada Tiwi untuk menjaga hatinya.


"Ya sudah kami pamit duluan." ucap Tiwi dan Dewi


"Okey trimakasih ya kalian sudah hadir di pesta pernikahan kami." ucap Calista kepada sahabatnya.


"Sama sama, ingat Bos jangan terlalu ganas." ucap Tiwi membuat Bisma menggelengkan kepalanya. Seolah Tiwi tidak ada rasa segan terhadap Bisma saat ini.


Hal itu membuat Bisma tertawa cengengesan sambil menoyor kepala Tiwi karna sudah jahil terhadapnya.


"Dasar kamu otakmu ngeras aja." ucap Bisma kepada Tiwi membuat Calista tertawa ngakak melihat Tiwi berdebat dengan Bisma.


"Ah... udah ah kami cabut aja. Nanti takut ganggu kalian, maklum pengantin baru." ucap Tiwi sembari langsung berlalu dari hadapan Bisma dan Calista


"Mas Sepertinya kita sudah bisa pulang deh. karena tamu undangan sudah berpulangan. Lagian badan Calista sudah lelah dan gerah. Ingin sekali Calista langsung mengguyur tubuh Calista dengan air.


Karena sudah merasa kepanasan dan juga gerah." ucap Calista kepada Jack yang baru beberapa jam yang lalu sah menjadi suaminya.


"Kita tidak perlu pulang sayang!" kita istirahat di sini saja."


"Tapi bagaimana dengan baju ganti Calista Mas?"


"Kamu tenang saja Sayang !" asisten sudah membawakan baju ganti di kamar kita."


"Kok Mas tahu?


"Karena mas yang memintanya.


"loh jadi memang Mas sudah merencanakan kalau kita malam ini menginap di hotel ini?"


"Iya sayang emangnya kenapa kamu tidak suka?'


"Suka kok mas?" sahut Calista walaupun Calista merasa seperti dikerjai oleh Bisma saat ini. Padahal Calista sudah meminta kepada Bisma Kalau acara pernikahan mereka diadakan secara sederhana.


Bukan seperti yang diselenggarakan Saat ini


Apalagi Bisma sudah menyediakan kamar hotel untuk malam pertama mereka. Sungguh mengejutkan bagi Calista tetapi ia menutupi keterkejutannya dari Bisma.


"Ya sudah kita Langsung ke kamar saja. Mas juga sudah gerah nih sedari tadi berdiri menyalami tamu undangan dan kolega bisnis Papi dan mami." ucap Bisma sembari langsung menggandeng Calista masuk ke kamar hotel yang dipesan khusus untuk mereka layaknya kamar pengantin yang lagi bulan madu.


Ketika Calista dan Bisma tiba di kamar itu, Calista sangat takjub dengan desain kamar yang sudah disediakan untuk mereka berdua. Begitu banyak taburan bunga mawar merah dan putih berada di atas tempat tidur yang disediakan oleh pihak hotel.


"Mas ini semua mas yang siapin untuk kita?"


"Iya sayang!" kamu suka tidak?"


"Suka bangat mas! Calista sangat bahagia ." ucap Calista sambil langsung memeluk Bisma dan mengecup bibir Bisma karna Calista sangat bahagia dengan sikap romantis suaminya.


Bisma langsung menyambut pelukan dan cium dari Calista yang membuat hati Bisma sangat bahagia seolah dirinya melupakan Gibran yang menyanyikan lagu luapan isi hatinya kepada Calista. Padahal Bisma ingin bertanya kepada Calista mengenai kedekatan hingga Calista dengan Gibran.


"Ya sudah mas, Calista mau mandi dulu sudah gerah nih." ucap Calista


"Mandi bareng saja sayang."


"Jangan dong mas!" nanti kita jadi tidak mandi."sahut Calista sembari langsung masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi agar Bisma tidak dapat mengikuti Calista masuk kekamar mandi.


Bisma langsung mengebangkan senyumnya.


"Bagaimana pun kamu tidak akan lolos malam ini dari ku sayang." gumam Bisma sembari mengebangkan senyum liciknya. Bisma langsung membuka pakaiannya dan hanya memakai dalaman, karna dirinya sudah merasa kegerahan.


Bisma duduk di sofa dengan hanya menggunakan dalaman karna menunggu Calista sang istri selesai melakukan ritual mandinya.


Setelah Calista selesai melakukan ritual mandinya, Calista langsung keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono yang sudah disediakan oleh nyonya Katarina Dona sebelumnya. Karna Bisma sudah memesannya terlebih dahulu. Ketika Calista keluar dari kamar mandi, Calista dikejutkan dengan penampilan Bisma yang duduk hanya menggunakan dalama.


"Mas kok ngak pakai baju sih!" gerutu Calista sembari menutup matanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.


"Kenapa menutup mata sih sayang.?"


"Mas pakai baju gih."


"Mas tidak malu apa?"


"Ngapain malu sama istri sendiri?"


ucap Bisma sembari langsung memeluk Calista


"Mas mandi dulu gih, bau badan mas." ucap Calista sambil tersenyum jahil.


"Ya sudah mas mandi dulu ya!" sahut Bisma sembari langsung masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai melakukan ritual mandinya Bisma langsung keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kecil dililitkan di pinggangnya.


Sementara Calista mencari baju ganti yang dapat digunakan agar dirinya tidur lebih leluasa.


"Ya Allah bajunya kok semuanya sama sih, tipis tipis bangat seperti saringan kelapa?" gumam Calista karna melihat baju baju yang ada di cover mereka hanya ada beberapa lingerie tipis membuat Calista merasa tidak percaya diri dan tidak nyaman memakai lingerie itu.


"Ya ampun memakai baju ini seperti tidak memakai baju, tembus pandang semua." gumam Calista sembari mengamati baju baju yang ada didalam koper.


Bisma yang sedari tadi memperhatikan Calista mencari pakaian untuk ia gunakan, Bisma mengebangkan senyumnya. Senyum penuh kemenangan.


"Mas bajunya kok sama semua sih?"


"Sudah gunakan aja apa yang ada." Sahut Bisma


"Tapi mas bajunya kurang bahan semua."


"Sudah tidak apa apa pakai saja."


mau tidak mau Calista pun memakai lingerie yang ada di cover.


"Kan cantik sayang kamu memakai baju itu." ucap Bisma sembari langsung memeluk istrinya dari belakang membuat Calista sangat terkejut.


"Mas ngagetin Calista saja pasti ini juga sudah rencana Mas kan? akui saja mas tidak perlu membohongi Calista." gerutu Calista sembari memonyongkan bibirnya. Bisma langsung melahap Bibir manis Calista uang sudah ia monyonngkan. Bisma langsung mengecup bibir manis Calista tanpa peduli dengan ocehan Calista yang sedari tadi menggerutu karna baju gantinya lingerie tipis semua.


Bisma terus saja mengecup bibir manis Calista perlahan ciuman semakin dalam, hingga Calista membuka rongga mulutnya agar Bisma dapat memainkan lidahnya di rongga mulut Calista. Perlahan ciuman itu semakin mendalam, tangan Bisma sudah mulai menjalar kebalik lingerie Calista yang begitu tipis. Ia sudah mulai meremas bagian gunung kembar milik Calista yang berukuran mangga itu.


"Ouh. ..sakit mas pelan pelan!" bisik Calista tepat ditelinga Calista


"Jack merasakan sensasi yang luar biasa karna Calista benar benar masih belum pernah mendapatkan sentuhan dari lelaki manapun. Bisma lah yang baru menyentuh Calista pertama sekali.


"Sayang mas bisa meminta hak mas menjadi seorang suami kamu?" ucap Bisma memelas kepada istrinya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏 mampir juga kekarya baru Morata dijamin seru ceritanya.