
Ibu Intan memberitahu Kalau kabar mereka baik-baik saja dan Ibu Intan juga memberitahu maksud dan tujuannya menghubungi Calista. Kalau Pak Rohdian saat ini berada di rumah milik Pak Nando dan bu Intan. Berkunjung untuk sekedar bersilaturahmi.
Hal itu membuat Calista terhenyak, sekaligus bahagia mendengar kedatangan guru sekaligus Dewa penolong untuk Calista saat berada di desa. "Tolong tahan Pak Rohdian di sini dulu Bu, jangan langsung pulang Sampai Calista datang menghampirinya. Karena Calista sangat merindukan Pak Rohdian.
"Dia guru yang paling Calista hormati dan hargai." ucap Calista memohon kepada Ibu Intan agar mengatakan kepada Pak Rohdian untuk tidak langsung pulang ke desa. Karena Calista ingin sekali bertemu dengan Pak Rohdian.
Ketika sambungan telepon seluler Ibu Intan dan Calista sudah terputus, Bisma kembali mendekatkan dirinya kepada Calista. Siapa sayang? tanya Bisma penasaran.
"Ibu Intan menghubungiku dan memberitahu kalau saat ini Pak Rohdian berada di rumah.
"Mas ingatkan, dulu pernah Calista cerita awal mula Calista berada di Jakarta ini? Bisma menganggukkan kepalanya. Karena Calista memang pernah mendengar apa yang dikatakan Calista. Saat Calista baru berada di Jakarta karena bantuan seseorang yaitu Pak Rohdian yang memperkenalkan Pak Nando kepada Calista.
Pak Rohdian merupakan kakak sepupu dari Pak Nando yang saat ini menjadi Ayah angkat Calista sendiri. Jadi saat ini Pak Rohdian ada di rumah ibu? Bisma memperjelas kepada Calista. Calista menganggukkan kepalanya pertanda apa yang dikatakan suaminya benar adanya.
"Ya sudah nanti kita bareng saja ke sana. Mas juga ingin sekali mengenal orang yang telah menolong istri mas yang cantik ini di masa lalu. Calista mengembangkan senyumnya ternyata suaminya juga ikut bahagia mendengar Pak Rohdian berada di kota Jakarta saat ini.
"Memangnya mas tidak ke kantor hari ini? tanya Calista penuh selidik. Nanti setelah makan siang, Mas akan jemput kamu dan kita pergi ke sana." sahut Bisma. Calista langsung memeluk suaminya setelah menyelesaikan memberi ASI kepada putranya.
"Terima kasih suamiku yang tampan." ucap Calista sambil memberikan kecupan hangat bibir ranum Bisma.
****
Di tempat lain, terlihat Nyonya Anjani sedang meratapi nasibnya saat ini. Hidup bergelimang harta, Tetapi hanya hidup sendiri tanpa adanya kehadiran anak di kehidupan. Padahal di pernikahannya dengan Tuan Baskoro memiliki seorang anak Carlos bin Baskoro.
Tetapi ia tidak bisa memaksakan kehendaknya. Carlos tinggal bersama dirinya di rumah mewah yang ia miliki saat ini.
Carlos memilih tetap tinggal di rumah utama keluarga Baskoro, rumah yang selama ini membesarkan Carlos setelah ditinggal pergi oleh Nyonya Anjani.
" Apa artinya harta ini, kalau aku tidak dapat bersama Putraku." gumam Nyonya Anjani. Nyonya Anjani sama sekali tidak menyangka di hari tuanya seperti ini hidup hanya seorang diri ditemani para asisten rumah tangga saja.
Hidup Nyonya Anjani terasa hampa. Apalagi setelah ditinggal oleh suaminya Tuan Aceng. Tiba-tiba Dia sangat merindukan putranya Carlos. Nyonya Anjani berniat untuk menghubungi putranya. Nyonya Anjani meraih ponselnya dan mencari nomor ponsel Carlos yang ada di layar kerjanya.
Tut....
Tut...
Tut....
suara bunyi di dalam sambungan telepon seluler Nyonya Anjani.
Carlos yang sedang sibuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya di perusahaan miliknya sendiri, Carlos melihat nomor nyonya Anjani yang menghubunginya. Ia terhenyak sekaligus khawatir terjadi sesuatu kepada Nyonya Anjani. Carlos langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Nyonya Anjani.
"Hallo assalamualaikum." Sapa Carlos dalam sambungan telepon selulernya "Waalaikumsalam Nak, kamu apa kabar Apakah kamu baik-baik saja? mami sangat merindukanmu." ucap Nyonya Anjani berbicara kepada Carlos.
"Kalau Mami merindukan Carlos, seharusnya Mami datang ke rumah dan tinggallah di rumah bersama Carlos." ucap Carlos dengan santai tanpa tahu apa yang ada di dalam pikiran Nyonya Anjani.
Penghianatan yang dilakukan Nyonya Anjani pastilah menyakitkan di hati Tuan Baskoro. itulah yang membuat Nyonya Anjani enggan tinggal bersama mereka di rumah utama Tuan Baskoro.
"Mom aku tunggu Mami di rumah, setelah Carlos pulang dari kantor, Mami sudah harus di rumah." ujar Carlos menekankan kepada Nyonya Anjani Kalau hari itu Nyonya Anjani harus datang ke rumah utama Tuan Baskoro.
Nyonya Anjani tidak langsung menjawab. Ia bingung apa yang harus dia lakukan saat ini. bagai dilema. Pergi ke sana merasa malu melihat Tuan Baskoro. Sedangkan tidak ia merindukan Putra dan menantunya. Apalagi saat ini Dewi sedang hamil membutuhkan teman ngobrol saat berada di rumah.
Setelah berbicara dengan nyonya Anjani, Carlos memutuskan sambungan telepon selulernya dan kembali mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin perusahaan miliknya sendiri.
Tiba-tiba suara ketukan pintu ruang kerja Carlos terdengar jelas di telinganya.
" Masuk! teriak Carlos dari dalam ruang kerjanya.
Ceklek....
Sekali hentakan pintu terbuka lebar oleh Tuan Baskoro. "Eh Papi!" Carlos terbanyak melihat kedatangan Tuan Baskoro di sana.
"Ada apa Pi? apa ada sesuatu yang dapat Carlos bantu? tanya Carlos penuh selidik Tuan Baskoro mendudukkan bokongnya tepat di hadapan Carlos. "Bagaimana kondisi ibu kamu ya apa dia baik-baik saja? tanya Tuan Baskoro yang mampu membuat Carlos terkejut mendengar pertanyaan Tuan Baskoro.
Karena Tuan Baskoro terlihat mengkhawatirkan mantan istrinya itu.
"Baru saja mami menghubungiku, sebelum Papi masuk ke ruangan ini. Katanya dia kesepian dan sangat merindukan Carlos jadi Carlos meminta kepada Mami agar segera datang ke rumah hari ini.
"Terus apa jawab mami kamu? tanya Tuan Baskoro penasaran. Mami tidak menjawab apa-apa. Mami hanya terdiam ketika Carlos meminta Mami harus segera datang ke rumah. Carlos sangat tahu mami pasti sangat kesepian di sana.
Carlos juga merasa kasihan melihat Mami di usianya yang sudah tidak muda, hidup sendiri di rumah mewah dan bergelimang harta. Tetapi itu pasti hampa rasanya." sahut Carlos sambil membayangkan Bagaimana Nyonya Anjani menjalani hari-harinya di dalam kesendiriannya.
"Menurut Carlos Tidak ada salahnya Papi dan Mami rujuk Kembali. Jika papi masih mencintai Mami." ujar Carlos sambil mengembangkan senyumnya dan mengedipkan matanya sebelah kepada Tuan Baskoro. Membuat Tuan Baskoro menatap putranya dengan Tatapan yang sulit diartikan.
"Kamu memang selalu apa-apa melimpahkan sama papi. Jika kamu ingin Mami kamu tinggal di rumah, Papi izinkan kok. Papi tidak masalah kan itu. Yang pasti saat ini Papi masih menikmati kesendirian Papi." sahut Tuan Baskoro sambil terkekeh.
"Sudahlah Pi, jika papi masih mencintai Mami. kenapa tidak? Carlos berusaha untuk membujuk Tuan Baskoro agar Tuan Baskoro bersedia rujuk Kembali kepada Nyonya Anjani di hari tua Tuan Baskoro dan nyonya Anjani, pasti membutuhkan seseorang yang begitu berarti di kehidupan mereka.
Tuan Baskoro hanya terdiam. Sembari dirinya memikirkan dan mempertimbangkan apa yang dikatakan Carlos kepadanya. pengkhianatan yang dilakukan Nyonya Anjani begitu menyakitkan. Tetapi tidak bisa dipungkiri cinta Tuan Baskoro, begitu besar kepada Nyonya Anjani. Hingga saat ini Tuan Baskoro tidak pernah menikah dengan wanita lain, Setelah nyonya Anjani meninggalkannya begitu saja.
BERSAMBUNG......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN