I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 148. MENCARI MASALAH



Keesokan harinya Tiwi kembali melakukan aktivitasnya seperti semula. Ia berpamitan kepada kedua orang tuanya, untuk segera berangkat ke kantor Zulkarnain Group.


Dengan menggunakan motor matic miliknya. Ia telah menelusuri jalanan ibukota, hingga tiba saatnya Tiwi sampai di Zulkarnain Group. Tiwi memarkirkan motor matic miliknya di parkiran kantor.


"Cepat amat datangnya Neng geulis? Ada apa sepertinya ada yang asing nih."


"Tidak ada yang asing Mas, hanya saja Tiwi ingin segera menyelesaikan pekerjaan Tiwi, sebelum Pak Bos Bisma dan Pak Carlos masuk ke ruangannya. Agar ruangan itu bersih dan kinclong." Tiwi langsung berpamitan setelah bertegur sapa kepada petugas keamanan yang berjaga di pos satpam itu.


Dengan langkah riang, Tiwi masuk ke lift khusus karyawan. Tanpa memperhatikan tatapan setiap orang kepadanya. Bukan Tiwi namanya kalau tidak bisa serba cuek, terkadang dia terlalu kepo dalam urusan orang lain.


Tetapi itu tidak menjadi membuat para karyawan yang bertugas di sana tidak menyukainya. Justru selalu mereka mencari keberadaan Tiwi. Karna Tiwi selalu bisa menghidupkan suasana.


Setelah tiba di lantai 10, Tiwi langsung membersihkan ruang CEO milik Bisma. Ia tidak ingin Bisma datang, tapi ruangan itu belum bersih. Dengan kebiasaan Tiwi, saat mengerjakan pekerjaannya, ia selalu mendendangkan lagu kesukaannya. Ya suara Tiwi bisa dikatakan lumayan.


Apalagi jika Tiwi menggunakan petikan gitarnya sendiri. Semua orang pasti akan terhipnotis mendengar suara merdu Tiwi.


Ketika Tiwi sedang asyik membersihkan ruangan CEO itu, sambil mendendangkan sebuah lagu, tiba-tiba Seorang Datang menghampirinya.


Ketika Tiwi membersihkan rak yang ada di ruangan Bisma, Alexa menarik kursi tempat Tiwi menginjakkan kaki, agar dirinya sampai membersihkan rak itu. Hingga Tiwi pun terjatuh.


"Aduh sakit!" keluh Tiwi dibalas tawa dari Alexa."Kamu ngapain Di Sini? Tiwi terhenyak melihat kehadiran Alexa di sana.


"Suka-suka Saya mau ngapain Saya di sini, tidak perlu ikut campur urusanku." teriak Alexa


Tiwi yang tidak terima apa yang dilakukan oleh Alexa terhadapnya, ia langsung menarik rambut di Alexa. "Aku tahu kamu sengaja menarik kursi itu agar aku terjatuh. Kau mau apa dariku? katakan terus terang. Jangan begini caramu.


"Yang Aku inginkan, Jangan kamu menghalangiku untuk merebut Bisma dari wanita kampungan itu. Karena hanya aku yang pantas mendampingi Bisma.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Alexa, Tiwi langsung tertawa ngakak lebih tepatnya tertawa mengejek. "Mana mungkin bos Bisma selera melihat wanita jadi-jadian sepertimu. "Saya saja muak melihatmu. Apalagi dengan bos Bisma." Tiwi tertawa cengengesan menatap sinis kepada Alexa.


Alexa begitu kesal mendengar apa yang dikatakan Tiwi kepadanya. Ia tidak terima, lalu ia mendorong Tiwi sampai Tiwi tersungkur.


" Kurang ajar!" kamu.... kamu datang ke sini hanya untuk membuat masalah.Kamu pikir kamu itu siapa?" teriak Tiwi sambil langsung mendorong tubuh Alexa, hingga Alexa akhirnya tersungkur juga.


Kedua wanita itu terlibat pertengkaran yang cukup hebat. Hingga mengundang perhatian para karyawan yang bertugas di sana. Para karyawan yang kebetulan lewat, langsung menghampiri keduanya.


"Ada apa ini?" apa yang kalian lakukan di ruanganku?" Bisma sudah emosi melihat pertengkaran antara Tiwi dan Alexa di ruang kerjanya. Tiwi memberitahu awal mula pertengkaran keduanya.


Tetapi Alexa membantah membuat Tiwi semakin emosi berapi-api. "Kamu datang-datang ke kantor ini, hanya untuk membuat masalah. lebih baik kamu pergi dari sini sebelum kesabaranku habis. Aku cakar-cakar nanti wajahmu yang tak seberapa itu. Kamu mau wajah kamu hancur? karena cakaranku ini?" tanya Tiwi sambil menunjukkan kukunya yang lumayan panjang.


Hal itu membuat Alexa bergedik ngeri melihat kuku Tiwi yang tampak lumayan panjang. "Ngapain Kamu lagi datang ke kantor ini Alexa? kamu Sudah dipecat istri saya dari sini. lebih baik kamu pergi dan jangan pernah kembali lagi ke kantor ini. Kami ingin menyelesaikan pekerjaan kami dengan baik. Dan Sekarang pergilah dari sini sebelum emosiku semakin memuncak.


"Aku tidak akan pergi dari sini, sebelum kamu kembali menerimaku bekerja di sini. "Bagaimana mungkin aku menerima kamu bekerja lagi di sini, sementara istriku sudah memecat kamu. Dan aku sudah tahu apa isi di dalam otak kamu. Yang ingin menghancurkan kehidupan Rumah tanggaku dengan Calista.


Bisma bertepuk tangan. Jangan Kamu kira aku lelaki bodoh yang tidak mengetahui maksud dan tujuan kedatanganmu ke kantor ini. Kamu pikir saya tertarik dengan kamu? itu tidak mungkin akan terjadi. Karena kamu sama saja seperti kakak kamu itu.


lebih baik kamu cari mangsa yang lain, daripada kamu berusaha, tetapi tidak membuahkan hasil. Untuk menghancurkan kehidupan rumah tangga aku dengan istri yang sangat aku cintai. Lebih baik kamu pergi dari sini, sebelum petugas keamanan datang untuk menyeretmu keluar dari sini." ucap Bisma yang dapat membuat emosi Alexa semakin memuncak.


" Aku tidak akan membiarkan kehidupanmu bahagia Bisma. Lihat saja nanti, apa yang akan aku lakukan kepadamu. Karena kamu sudah berbuat seperti itu kepadaku." teriaknya sambil berjalan keluar dari ruang kerja Bisma, dengan emosinya.


Tetapi Bisma sama sekali tidak peduli. Yang ia inginkan saat ini, keutuhan rumah tangganya bersama Calista. Wanita yang sangat ia cintai sedang mengandung buah cinta mereka.


" Maafkan saya pak, sudah membuat keonaran di sini." Tiwi meminta maaf kepada Bisma.


" No problem, tidak apa-apa saya tahu kok Siapa yang salah di sini. Jadi lebih baik kamu lanjutkan pekerjaan kamu saja." Bisma meminta Tiwi tetap melanjutkan pekerjaannya tanpa memikirkan sosok Alexa yang membuatnya kesal.


Tiwi kembali ke pantry. Ia masih kesal mengingat sosok Alexa yang mengerjai dirinya. Bokong Tiwi masih terasa sakit karena terjatuh akibat ulah Alexa,Yang ingin mencelakai Tiwi.


Entah kapan Alexa dapat masuk ke ruang kerja Bisma. Sehingga dirinya dapat mengerjai Tiwi. Bukankah petugas keamanan sudah mengetahui kalau Alexa dipecat dari sini? Mengapa Alexa dapat masuk dengan leluasa ke ruang kerja Tuan Bisma? pertanyaan demi pertanyaan muncul di hati Tiwi.


Tiwi membuatkan secangkir kopi untuk untuk meredakan emosinya di tempat lain, Bisma menggelengkan kepalanya melihat aksi nekat yang dilakukan Alexa." Kamu pikir Saya lelaki bodoh, yang bisa kamu kelabui begitu saja Alexa? aku tahu apa yang kamu inginkan ingin merebutku. Agar kamu menguasai harta kekayaan ku dan kekayaan orang tuaku, untuk membalaskan dendam Alena terhadapku.


Kalau kamu mengetahui kesalahan apa yang sudah dilakukan Alena, sehingga aku memutuskan hubungan dengannya dan tidak mungkin bersatu lagi dengannya. Mungkin kamu juga akan marah besar kepada kakak kamu. Tentu kamu bukan malah membantunya untuk kembali kepadaku. Daniel bermonolog sendiri.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT,LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓