I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.58 TIWI JAHIL



Tetapi ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Calista.


"Hallo selamat pagi sapa Calista di dalam sambungan telepon selulernya.


"Hallo selamat pagi juga sahabat cantikku." sahut Tiwi berbasa-basi dari Zulkarnain group. Mereka sudah melakukan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai karyawan di Zulkarnain group.


"Ya ada apa Tiwi kamu menghubungiku?" tanya Calista dengan nada suara selembut Mungkin.Ia tidak ingin sahabatnya mengetahui rasa sakit yang amat perih di area sensitifnya.


Karena itu dapat membuat Tiwi dan Dewi akan menjahilinya. "Bagaimana bos Bisma Apa masih sehat? kamu juga masih sehat kan? katakan kepada Bos Bisma. jangan terlalu ganas nanti bisa kamu meringis kesakitan." ucap Tiwi asal membuat Calista langsung mengerutkan keningnya .


"loh Dari mana ini anak tahu masalah ini?" gumam Calista dalam hati. "Kamu ini ngomongnya asal saja. "Ada apa kamu menghubungiku pagi-pagi seperti ini?" apa hanya untuk menanyakan itu saja? ucap Calista di dalam sambungan telepon selulernya.


Tiwi langsung tertawa ngakak dari ujung telepon membuat Calista sedikit kesal terhadap sahabatnya. Calista tidak tahu kalau Dewi juga Mendengar pembicaraan antara Calista dan Tiwi.


Karena Tiwi sengaja menghidupkan speakerphone-nya, agar sahabatnya Dewi dapat Mendengar pembicaraan yang dilakukan Calista dengan Tiwi.


"Makanya Tiwi,,,,,kamu juga segera menikah. agar kamu rasakan yang enak-enak itu." ucap Calista berniat mengerjai kedua sahabatnya.


Membuat Tiwi dan Dewi membulatkan matanya, ketika mendengar apa yang dikatakan Calista. Mereka seolah tidak percaya kalau Calista saat ini merasa tidak kesakitan seperti yang orang-orang bicarakan.


karena kedua wanita sahabat Calista itu sama-sama belum pernah merasakan yang namanya bercinta.


"Ya sudah, nikmati masa bulan madu Kalian. Kami lanjutkan dulu bekerja. Ingat katakan sama bos Bisma agar lebih berhati-hati dan melakukannya dengan selembut mungkin." ucap Tiwi mengakhiri sambungan telepon seluler mereka.


"Dasar ini bocah tengil semua ingin dia ketahui." gerutu Calista sambil kembali meletakkan ponselnya di atas nakas sementara Bisma hanya tersenyum mendengar ketiga sahabat itu berbicara di dalam sambungan telepon seluler.


Karena dari inti apa yang diutarakan Calista ketika menerima sambungan telepon dari Tiwi membuat Bisma tau persis apa yang mereka bicarakan.


"Ada apa Sayang mengapa wajah kamu kusut seperti itu?


" Entahlah Mas, Calista kesal melihat Tiwi dan Dewi menghubungi Calista hanya untuk mengatakan kalau mas harus lebih berhati-hati melakukannya kepada Calista. Apa coba maksud mereka?" ucap Calista yang mampu membuat Bisma semakin tertawa ngakak.


"Mas kok malah tertawa sih? gerutu Calista "Berarti mereka paham Sayang, apa yang kita lakukan malam ini. Malam panjang yang indah. malam indah yang sangat berkesan di hati Mas. Mas tidak akan melupakan ini semua.


Apalagi mas benar benar menikmati indahnya dunia dan ciptaan Tuhan. Mas merasa sangat bahagia hari ini." ucap Bisma sambil langsung memeluk istrinya dan memberikan kecupan hangat di bibir Calista siang itu.


Calista enggan keluar dari kamar hotel. ia ingin terus di dalam kamar hotel, Karena rasa perih yang ia alami saat ini mas. Calista di kamar saja ya. Calista malu banget keluar, karena Calista tidak ingin orang-orang melihat Calista berjalan seperti bebek." ucap Calista sembari mengalungkan tangannya di jenjang leher suaminya.


Ia benar-benar merasa kalau Bisma merupakan pasangan hidupnya yang begitu mengerti kondisinya.


Bisma Kembali mengecup bibir manis Calista. Perlahan kecupan itu semakin dalam hingga lidah keduanya saling bertautan di sana. Karena Calista sudah merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Kecupan yang diberikan Bisma kepadanya hingga dirinya tidak dapat menahan diri lagi.


Calista pun mulai membalas kecupan demi kecupan yang dilakukan suaminya kepadanya. Hal itu membuat Bisma merasa bahagia setelah Calista membalas segala gerakan demi gerakan yang dilakukan Bisma terhadap Calista.


Bisma kembali menuntun tangan Calista agar Calista memainkan adik kecil milik Bisma yang sudah sedari tadi meminta bermain dengan Calista. Calista pun melakukan apa yang diminta Bisma kepadanya.


Ia pun merasakan getaran yang hebat di tubuhnya ketika melihat tubuh sixpack milik suaminya yang sudah terlihat jelas di matanya. Bisma mulai bergerilya bagian gunung kembar Calista. Membuat Calista langsung mende$@h merasakan sensasi yang sangat luar biasa.


Apalagi jari tangan Bisma sudah memainkan area sensitif milik Calista, membuat Calista semakin bergelinjang. Ia seolah tidak mampu menahan suara merdunya. Hal itu membuat Bisma semakin melancarkan aksinya agar istrinya benar-benar puas akan apa yang ia lakukan saat ini.


Calista juga tidak mau kalah. Ia pun terus memainkan adik kecil milik Bisma hingga Bisma pun mengeluarkan de$@hnya. De$@han demi de$@han bertautan di kamar hotel yang didesain khusus untuk malam pertama Bisma dan Calista.


"Auh....mas!" seru Calista ketika Bisma terus memainkan jarinya di area sensitif milik Calista. Begitu juga dengan Bisma Ia pun mende$@h ketika tangan Calista. Perlahan tapi pasti. Calista memainkan adik kecil milik Bisma membuat dirinya merasakan getaran yang cukup hebat.


Merasa sudah tidak tahan lagi, Bisma langsung membalikan tubuh Calista, agar dirinya dapat lebih leluasa memainkan adik kecilnya di goa milik Calista. Pagi itu, pagi yang begitu mengairahkan kepada kedua makhluk Tuhan itu, yang sedang dimabuk asmara.


Hingga beberapa menit dalam permainan itu membuat tenaga kedua insan itu terkuras. Tetapi mereka sama-sama saling menikmati permainan pagi itu.


" "Ahhhhhh " suara Bisma terdengar jelas di telinga Calista ketika Bisma sudah mencapai puncaknya. Bisma langsung mengecup kening Calista.


"Terima kasih sayang kamu wanita yang sangat luar biasa." ucap Bisma kepada Calista dibalas anggukan dari Calista pertanda Ia juga menikmati apa yang mereka lakukan pagi itu.


Bisma langsung membaringkan tubuhnya di samping Calista. Entah karena faktor kelelahan, Bisma Langsung tertidur pulas ketika beberapa menit sudah melakukan permainan panas itu bersama istri yang sangat ia cinta.


Tidak Berapa lama Calista juga menyusul suaminya Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya pagi itu. Hingga mereka menghabiskan tidur waktu mereka berada di dalam kamar tanpa bepergian ke mana-mana.


Sementara di tempat lain terlihat Gibran sudah memulai aktivitasnya sebagai seorang dokter di sebuah rumah sakit ternama di kota ini. Ya Gibran sudah menyelesaikan studinya mengambil pendidikan dokter di kota Jakarta. setelah kepergian Gibran dari desa menuju kota Jakarta.


Yang mana tujuan utamanya untuk menuntut ilmu agar dirinya dapat menjadi seorang dokter. Cita-cita yang selama ini ia impikan. Gibran terinspirasi menjadi seorang dokter, ketika melihat penderitaan yang dialami oleh keluarga Calista sulit untuk mendapatkan pengobatan akibat ekonomi yang lemah. Membuat orang-orang di desa mereka kesulitan untuk mendapat pertolongan kesehatan medis.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA LIKE COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏