
Drama perdebatan antara Calista dan Bisma telah usai. Calista meninggalkan Si es kutub Utara dan pergi menemui kedua rekan kerjanya yang satu divisi dengannya.
"Eh Lis gimana kamu dimarah tidak? Kamu tidak dipecat kan? Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan kedua sahabat Calista.
"Ya, aku kena marah lah sama si CEO songong itu. "Tapi kamu tidak di pecat kan? tanya Tiwi semakin penasaran.
" Untuk sementara aku belum dipecat, entah nanti-nanti aku juga tidak tahu." sahut calista sambil memperbaiki rambut dan melap keringatnya.
Setelah jam kerja telah usai, Calista berlalu dari kantor tempat Calista bekerja. Ia menyetop angkutan umum tujuan ke kampusnya. Karena Calista ingin menyelesaikan skripsinya secepat mungkin. "Mudah-mudahan Calista ketemu sama ibu Rania." Gumam Calista dalam hati. Ya Bu Rania adalah salah satu dosen pembimbing untuk skripsi Calista. Calista akan menemui ibu Rania hari ini untuk mendatangi berkas skripsinya untuk pengajuan meja hijau. mengingat waktu sidang skripsinya sudah semakin dekat.
Setelah beberapa menit kemudian, Calista turun dari angkutan umum yang ia tumpangi
"Pinggir bang !"teriak Calista agar sang supir angkot menghentikan angkutannya tepat di depan gerbang kampus Gunadarma. Calista pun turun dari angkot itu, Ia langsung menuju ke areal kampus.
" Eh Lis sudah datang?" ucap salah satu teman satu angkatan dengan Calista.
"Iya nih" oh ya ibu Rania ada nggak ya? tanya Kalista
"Oh ada," sepertinya dia ada di ruang dekan jawab Andita.
"Oh iya," memang ada apa ya kok ibu Rania di ruang dekan?" tanya Calista kepada Andita karena penasaran selama ini Bu Rania yang tidak pernah bermasalah di kampus.
"Oh tidak apa-apa kok Calista," cuman kata ibu Rania tadi mau bicarakan soal sidang kita besok." jawab Andita
"Hah.....,"
Memangnya kita sidangnya besok?" tanya Calista
"Ya makanya kamu cepat meminta tanda tangan ibu Rania. Agar kamu bisa langsung mendaftar hari ini, untuk mengikuti sidang besok." ucapan Andita kepada Calista menyarankan agar Calista cepat membereskan skripsinya.
Maklumlah waktunya tidak banyak untuk menyelesaikan skripsinya. Di samping Calista kuliah, Calista juga harus bekerja. ya beginilah nasib rakyat jelata seperti Calista. Tidak seperti orang kaya yang bisa bermain atau nongkrong di cafe dengan santai.
Setelah Calista melihat Ibu Rania keluar dari ruang dekan, Calista langsung menemuinya.
"Sore Bu!" Sapa Calista
"Sore juga Calista," gimana sudah kelar?" tanya ibu Rania
"ya Bu," Calista tinggal minta tanda tangan dari ibu jawab Calista.
Calista pun memberikan berkas skripsinya kepada ibu Rania. Ibu Rania menandatanganinya sekarang. Kamu persiapkan dirimu untuk sidang besok. Ingat jangan sampai telat." ucap ibu Rania mengingatkan Calista.
" Baik bu," Terimakasih banyak Bu." jawab Calista, ibu Rania berlalu dari hadapan Calista sementara Calista menemui temannya Andita
"Sudah,"besok aku sidang." jawab Calista.
"Oh ya Lis, untuk perayaan ini gimana kalau sebelum pulang kita makan bakso dulu? Ajak Andita kepada Calista.
"Boleh tuh." jawab Calista lalu Andita mengambil motor matic miliknya yang terparkir di parkiran kampus.
"Yuk Calista kita cap cus...,
Lalu Calista naik di belakang Andita
" Sudah Lis? tanya Andita kepada Calista sudah, tarik sis...... Semongko ah mantap." mereka saling bersahutan diatas motor sambil tertawa cekikikan.
Beberapa menit melakukan perjalanan, mereka tiba di salah satu warung bakso pinggir jalan langganan anak anak kampus Gunadarma. Andita menghentikan motor metik miliknya didepan warung bakso itu.
"Mang baksonya dua ya." ucap Andita dan Calista sambil duduk di kursi kosong.
"Baik neng," jawab tukang bakso.
Tidak berapa lama mereka menunggu pesanan mereka pun datang. Sambil makan Calista dan Andita saling curhat.
"Oh ya Lis, habis wisuda kamu mau ke mana? tanya Andita kepada Calista. Calista diam dan tidak langsung menjawab pertanyaan Andita. "Kamu kok diam sih Lis? tanya Andita karena dirinya penasaran mengapa Calista hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaannya sama sekali.
"Aku belum tahu Andita, cuman aku rasa aku mau cari pekerjaan yang lebih layak dari sekarang." jawab Calista.
"Oh ya Calista, aku salut lho sama kamu bisa kuliah sambil kerja. Udah itu gimana sih kamu buat supaya kuliahmu cepat kelar? padahal aku yang lebih duluan masuk daripada kamu. Tapi Kamu bisa sama wisuda denganku. kamu memang jenius Calista. Aku salut lihat kamu." ucap Andita kepada Calista.
"Ah kamu bisa saja Andita mujinya. Perasaan aku biasa aja kok." jawab Calista
Sementara di tempat lain Tuan Zulkarnain meminta pak Nando dan Bu intan untuk menemuinya di salah satu restoran bintang 5 yang ada di kota Jakarta.
Entah mengapa Tuan Zulkarnain berniat untuk menjodohkan Calista dengan Bisma.
Pak Nando dan Bu intan sudah rapi dan siap untuk berangkat menaiki mobil Avanza milik pak Nando. Ya pak Nando memang sudah memiliki mobil hasil jerih payahnya selama bekerja di perusahaan Zulkarnain group.
Di dalam mobil, bu Intan bertanya kepada pak Nando. "Pak ada apa ya kok tuan Zulkarnain meminta kita menemui mereka? Apa papa ada masalah di kantor ? Tanya ibu intan karena ibu intan merasa penasaran mengapa tiba-tiba Tuan Zulkarnain meminta mereka menemui tuan Zulkarnain di restoran bintang Lima, yang letaknya tidak jauh dari perusahaan Zulkarnain Group.
" Setahu papa sih tidak ada ma, kita positif thinking saja dulu jawab pak Nando. Tapi jawaban itu tidak membuat bu Intan puas dengan apa jawaban pak Nando.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏