
Ibu Sarina terus mengorek-ngorek informasi tentang Tiwi kepada petugas keamanan yang bertugas di perusahaan Zulkarnain Group. Entah apa maksud dan tujuan Ibu Sarina. Yang pasti hanya Ibu Sarina yang mengetahui Apa tujuannya mencari tahu tentang Tiwi.
Padahal dokter Gibran sudah memberitahu dari awal siapa sosok Tiwi sebenarnya tanpa ada yang ditutup-tutupi dokter Gibran. Berharap sikap dan pandangan kedua orang tuanya akan berubah dari hal hari sebelumnya. Melihat seorang wanita yang akan menjadi pendamping hidup dokter Gibran,hanya melihat dari segi ekonomi dan pendidikan saja tanpa memikirkan akhlak.
Tiwi yang tidak mengetahui kehadiran Ibu Sarina di Zulkarnain Group mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai office girl di Zulkarnain Group. Dengan penuh semangat, tanpa ada keluhan sedikitpun. Tiwi selalu mengerjakan pekerjaannya membuat setiap karyawan yang bertugas Zulkarnain group selalu menyenangi sosok Tiwi.
Apalagi Tiwi selalu mampu menghidupkan suasana. Jika Tiwi tidak hadir di kantor Zulkarnain Group, pasti setiap karyawan yang bekerja di sana mencari keberadaan Tiwi. Jiwa kepo Tiwi tidak membuat dirinya menjadi orang yang tidak disukai karyawan di sana.
Justru mereka menganggap Tiwi lebih kocak membuat orang-orang di sana selalu ingin sekali bercanda dengan Tiwi. Tiwi juga tidak mudah tersinggung sehingga setiap sahabatnya Dewi selalu berbicara Ketus terhadapnya, tetapi Tiwi tidak pernah ambil pusing.
***
Calista keluar bersama Tiwi. Setelah Tiwi selesai membersihkan seluruh ruangan yang perlu dibersihkan hari itu. Berniat untuk mencari makanan yang segar untuk Calista. Ia tahu Calista saat ini sedang mengidam sehingga ia tidak ingin menolak ajakan Calista keluar mencari makanan.
"Tiwi Aku mau makan rujak. Kita pergi cari yuk, soalnya mas Bisma lagi sibuk. Aku tidak ingin merepotkan suamiku yang tampan itu." ucap Calista sambil terkekeh.
"Ya....ya ....ya suami kamu yang Tampan. Dulu saja kamu selalu mengata-ngatai Tuan Bisma es kutub Utara. Dan kamu juga mengatakan tidak akan Sudi memiliki kekasih seperti dia. Tetapi sekarang kamu malah bucin terhadap Bos es kutub Utara yang kamu katakan itu. Tapi iyalah benci dan Cinta kan beda tipis." ucap Tiwi Sambil tertawa ngakak membuat Calista langsung menepuk punggung Tiwi.
" Awas kamu selalu mengatai aku. Nanti Calista mengadu sama Mas Bisma, agar dipotong gajimu. Karena kamu telah mengejek istri yang sangat ia cintai." ucap Calista sambil terkekeh membuat Tiwi bergidik ngeri.
"Kira-kira dong Calista, gaji yang tak seberapa kamu mau potong lagi. Emangnya kamu tega membiarkan sahabat kamu yang cantik ini tidak dapat mencicipi gaji yang tak seberapa itu. Jangan durhaka sama sahabat sendiri dong. Suami kamu sudah kaya, jangan korup lagi dong gaji gue." ucap Tiwi Sambil tertawa cengengesan.
" Oalah aku hanya bercanda Tiwi yang Bawel. Tidak mungkin juga gue tega memotong gaji kamu yang tak seberapa itu. Secara Mas Bisma sudah kaya tidak mungkin dong gue tega memotong gaji sahabat gue yang cantik dan kece badai ini." ucap Calista sambil merangkul sahabatnya Tiwi.
Tanpa mereka sadari seseorang terus memperhatikan interaksi mereka
"Calista! cantik sekali dia sekarang pantaslah bosnya menyukainya. Kok bisa sih Calista menikah dengan konglomerat seperti Bisma? Padahal kan masih banyak wanita dari kalangan atas yang lebih cantik dari Calista? Ibu Sarina bermonolog sendiri. Ibu Sarina terus melihat Tiwi dan Calista.
Sementara di tempat lain Pak Khairul mencari keberadaan ibu Sarina. Ia bertanya kepada salah satu asisten rumah tangga yang bertugas di rumah pribadi dokter Gibran.
"Bi...., kamu lihat Ibu pergi ke mana tadi?" tanya Pak Khairul kepada asisten rumah tangga itu. Karena sebelumnya ibu Sarina tidak memberitahu kalau dirinya pergi ke Zulkarnain Group. Sementara Gibran saat ini masih bertugas di rumah sakit untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter.
Ketika suara ponsel ibu Sarina berdering, Tiwi dan Calista menoleh ke arah pos satpam yang mana Di sana Ada petugas keamanan dan ibu Sarina.
"loh Itu kan ibunya dokter tampanku?"ucap Tiwi penasaran.
"Maksud kamu Ibu Sarina?
"Iya Ibu Sarina sekarang berada di Jakarta.
"Kamu serius?
"Iya itu dia, tapi ngapain dia ke kantor ini? tanya Tiwi penasaran.
Daripada penasaran lebih baik kita menghampirinya ke sana." ujar Calista sambil berjalan ke arah pos satpam. Yang mana Di sana Ibu Sarina, sedang menerima sambungan telepon seluler dari Pak Khairul Hamzah.
Hingga Ibu Sarina pun kepergok datang keju karena grup oleh Tiwi dan Calista.
"Ibu Sarina! pekik Calista sambil memberi salam kepada Ibu Sarina.
"Eh Calista !" sahutnya sambil menerima salam dari Calista.
"Ibu apa kabar?
"Alhamdulillah Ibu sehat. Kamu apa kabar? Ibu Sarina kembali bertanya kepada Calista.
"Alhamdulillah Calista juga sehat dan saat ini Calista sedang hamil ucap Calista memberitahu kebahagiaannya kepada Ibu Sarinah.
" Selamat ya Calista atas pernikahanmu dengan Tuan Bisma." ucap Ibu Sarina sambil mengembangkan senyumnya berusaha untuk menutupi jiwa ke keponya.
Sementara Tiwi memperhatikan interaksi keduanya.
"Sepertinya Ibu Sarina, begitu dekat dengan Calista. Tetapi itu tidak masalah bagi Tiwi. Karena ia tahu ibu Sarina merupakan tetangga Calista saat berada di desa.
"Tiwi kamu di sini juga?" tanya ibu Sarina berusaha untuk ramah.
" Iya Bu, Tiwi bekerja di sini. Ketika Tiwi sudah menyelesaikan pekerjaan Tiwi, Calista mengajak Tiwi pergi ke suatu tempat untuk mencari makanan yang segar dan sepertinya Calista saat ini ingin memakan rujak. Maklum lagi mengidam." ucap Tiwi sambil nyengir.
"Ho....ho....ho Ada nang geulis Tiwi yang cantik kece badai datang menghampiri Mas di sini." ucap sang petugas keamanan bercanda bersama Tiwi.
"Olaah Mas nggak usah banyak basa-basi. Lebih baik mas berjaga di pos daripada banyak mengoceh." ucap Tiwi sambil terkekeh seolah dirinya tidak peduli akan kehadiran Ibu Sarina di sana.
Itu lah Tiwi, tidak pernah menutup-nutupi sikapnya yang sebenarnya. Walaupun itu di hadapan orang yang penting di kehidupan.
"Neng geulis Tiwi, jangan marah-marah dong Nanti cantiknya akan berkurang." ucap petugas keamanan itu kepada Tiwi. "Memangnya siapa yang marah Mas ganteng, sahut Tiwi sambil cengengesan.
" Kamu memang selalu bisa bikin Saya tertawa. Makanya Tiwi Kalau kamu tidak datang ke kantor ini rasanya sepi." ucap petugas keamanan itu sambil tertawa ngakak. tak peduli dengan kehadiran Ibu Sarina di sana. Calista mengajak Ibu Sarina dan Tiwi duduk di kantin di kantor untuk menikmati rujak dan makanan lainnya yang disediakan di sana.
"Bu lebih baik kita ngobrol di cafe saja. Di sana letaknya."ucap Calista sambil menunjukkan cafe yang lokasinya berada di areal kantor. Ibu Sarina menganggukkan kepalanya, lalu Tiwi, Calista dan ibu Sarina pergi meninggalkan petugas keamanan itu di sana.
Neng geulis Tiwi, makannya yang banyak-banyak ya, supaya neng geulis Tiwi selalu sehat dan bugar, dapat menghibur karyawan di sini." ucap petugas keamanan itu setengah berteriak membuat Calista dan Tiwi hanya nyengir mendengar ocehan petugas keamanan itu.
"Wi....kamu benar-benar bisa mencuri perhatian seluruh karyawan yang ada di sini. dari yang memiliki jabatan sampai petugas keamanan sekali pun." ucap Calista Sambil tertawa ngakak.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN PERNAH LUPA, LIKE, COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏