
"Bagaimana hubungan kamu dengan wanita cantik itu? baru saja Carlos tiba dirumah, Carlos sudah disuguhi pertanyaan yang membuat Carlos kesal kepada sang ayah.
" Papa ada ada saja, baru saja Carlos pulang. sudah disuguhi pertanyaan seharusnya disapa atau dipersilahkan duduk. Malah mempertanyakan hal beginian." gerutu Carlos sambel menatap Tuan Baskoro dengan tatapan yang sulit diartikan.
Tuan Baskoro langsung tertawa ngakak ketika mendengar ocehan putranya. langsung lamar saja. Nanti keburu disambar orang, kalau kamu sudah benar-benar cinta sama dia iya langsung kamu lamar saja. Papa sudah tidak sabar ingin menimang cucu di usia Papa yang sudah tidak muda ini lagi." ucap Tuan Baskoro.
Papa terus bicara yang itu itu saja, tidak ada apa pokok pembahasan yang lain selain itu? ucap Carlos sambil berlalu meninggalkan Tuan Baskoro di ruang tamu dan masuk kedalam kamar berniat langsung membersihkan diri.
***
Kok, aku ngak bisa tidur nya? gumam Carlos dalam hati. Entah apa yang membuat Carlos tidak bisa memejamkan matanya. Padahal sudah satu jam lebih Carlos berbaring di atas tempat tidur, yang sudah lama menemani tidurnya. Tetapi karena tak kunjung dapat memejamkan matanya.
Carlos meraih ponsel yang ada di atas nakas. Entah mencari nomor siapa di sana yang pasti saat ini Carlos seolah ingin menghubungi seseorang. Tetapi ia bingung siapa yang akan ia hubungi. "Ada apa sih ini?kok aku jadi linglung begini? jari tangan Carlos menekan tombol hijau ketika melihat nomor ponsel Milik Dewi terlihat disana.
Tut.....
Tut...
Tut....
suara ponsel milik Carlos di dalam sambungan telepon selulernya. Ketika sambungan telepon seluler itu tersambung, Dewi melihat nomor ponsel Carlos yang menghubungi dirinya pun merasa sedikit heran. Melihat Carlos menghubungi nomor ponselnya.
" Ada apa Pak Carlos menghubungiku malam-malam begini? apa ada sesuatu yang penting?" gumamnya dalam hati sambil langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.
"Hello Selamat malam Pak Carlos, ada yang bisa dibantu?" tanya Dewi berhati-hati. Maaf kalau aku mengganggu istirahat kamu." sahut Carlos sedikit gugup.
"Tidak apa-apa!" Pak Lagian saya belum tidur kok, masih ngobrol bersama ibu dan Mia tadi. Tetapi saat ini Ibu dan Mia sudah berlalu untuk istirahat." sahut Dewi di dalam sambungan telepon selulernya.
"Tumben Pak Carlos menghubungiku malam-malam begini ? Ada apa Pak?tanya Dewi melihat tingkah aneh Carlos akhir-akhir ini. Carlos hanya terdiam. Ia bingung apa yang harus ia katakan kepada Dewi. karena saat ini Entah mengapa Carlos tidak dapat berbicara apa-apa, ketika sudah berbicara langsung dengan Dewi di dalam sambungan telepon selulernya.
"Kok diam?
"Eh maaf, saya hanya ingin memberitahu kalau saya sudah tiba di rumah."sahut Carlos lalu langsung mengakhiri pembicaraannya dengan Dewi. "Ada-ada aja ini Pak Carlos." gumam Dewi ketika Carlos sudah mematikan sambungan telepon selulernya.
Sementara di tempat lain, Calista masih setia menunggu suaminya keluar dari ruang kerjanya. Ia masih mengotak-atik ponselnya entah apa yang dilihat Calista di sana. Hingga Calista sudah mulai mengantuk. Kini Calista berlalu ke kamar mandi ini membersihkan diri. agar Calista dapat segera istirahat.
Ketika Calista keluar dari kamar mandi, Ia juga kejutkan dengan kehadiran Bisma di sana.
"Ya Allah Mas, buat Calista terkejut saja." gerutu Calista ketika melihat kehadiran suaminya di sana.
Tetapi Bisma seolah tidak peduli. Dia justru kembali melahap bibir manis Calista. membuat Calista tidak dapat menolaknya. perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga Calista pun mulai membuka rongga mulutnya.
Agar Bisma dapat leluasa memainkan lidahnya di sana. Hingga lidah keduanya pun saling bertautan disana. Membuat Calista tidak dapat menahannya de$@hannya. Hal itu membuat Bisma semakin melancarkan aksinya.
Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Perlahan kecupan itu turun ke jenjang leher Calista. Membuat Calista pun bergelinjang seolah dirinya seolah meminta lebih dan lebih lagi.
Tangan Bisma sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar milik Calista. Hingga Calista pun semakin tidak dapat menahan de$@hannya. Bisma semakin melancarkan aksinya. Kini tangan Bisma menuntun tangan Calista untuk segera memainkan adik kecilnya.
"Kamu begitu menggemaskan sayang." sahut Bisma kepada istrinya perlahan demi perlahan, Calista sudah mulai memainkan adik kecil milik Bisma. Hingga Bisma pun tidak dapat menahan de$@hanya lagi.
"Sayang," besik Bisma tepat di telinga Calista membuat Calista pun semakin melancarkan aksinya. Ia tidak ingin membuat Bisma kecewa di bawah kungkupan Bisma. Calista melakukan segala permintaan suaminya.
Berharap suaminya merasa puas dengan pelayanannya. Kini Bisma benar-benar merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Ketika Calista berhasil membuatnya benar-benar menikmati permainan mereka saat ini.
"Kamu sudah mulai pintar ya sayang." bisik Bisma tepat di telinga Calista. Calista pintar karena mas sendiri Yang mengajari Calista " sahut Calista. Kemudian ia berjongkok dan langsung melahap bagian adik kecil Bisma bak eskrim. Merasa sudah tidak tahan lagi,Ia pun merasakan sensasi yang sangat luar biasa dengan apa yang dilakukan oleh Calista.
"Kamu memang sangat luar biasa mengerti sayang. Kamu tau apa yang mas inginkan." bisik Bisma sambil terus memainkan tangannya di bagian gunung kembar milik Calista dan memberikan kecupan hangat di sana dan menciptakan karya-karya yang indah bertanda kepemilikannya di bagian gunung kembar milik Calista.
Hingga Calista merasakan sensasi yang sangat luar biasa, dari gerakan demi gerakan yang dilakukan suaminya. Karena sudah merasa tidak tahan lagi, kini Bisma langsung membawakan Calista ke atas tempat tidur agar bisa lebih leluasa melakukan apa yang dia mau terhadap istrinya.
Begitu juga dengan Calista. Ia tidak ingin ketinggalan dari suaminya. Kamu memang benar-benar tahu apa yang aku inginkan sayang. Ketika Bisma memimpin permainan mereka malam itu. Calista mengembangkan semua sembari langsung memberikan kecupan hangat tidak ada bidang suaminya.
Sesekali Ia pun menciptakan karya-karya yang indah di sana. Pertanda kepemilikan Calista. Entah karena faktor tidak ingin mau kalah lagi, kini Bisma langsung membaringkan tubuh Calista agar Bisma yang memimpin permainan.
" Sayang Sudah bisa Mas mulai, bukan? tanya Bisma kepada Calista dengan nada suara yang sangat pelan. "Ia Mas lakukan lah." sahut Calista dengan nada sedikit menggemaskan.
Membuat Bisma Marasa mendapat lampu hijau dari istrinya. Ia langsung memasukkan adik kecilnya kebagian lembah sungai yang dimiliki oleh Calista. Hingga permainan panas itu pun berlanjut sampai benar-benar mereka mencapai puncaknya.
Setelah kurang lebih satu jam dalam permainan panas itu, Bisma dan Calista pun benar-benar mencapai puncaknya. Hingga Bisma pun langsung terkulai lemas di samping istrinya. "Terimakasih sayang untuk segalanya. Mas sangat mencintaimu." ucap Bisma sambil langsung memberikan kecupan hangat di kening Calista.
"Calista juga mencintaimu mas." sahut Calista sembari menganggukkan kepalanya. entah karena faktor kecapean, hingga pasangan suami istri itu pun Langsung tertidur pulas,Ketika permainan panas Itu sudah berlalu. Tanpa mengenakan sehelai benang pun kedua insan itu pun mengarungi alam mimpinya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏