I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.63 KEDATANGAN CARLOS



"Kak, aku tidak mau dirawat dirumah sakit ini. Karna biayanya pasti sangat besar." ucap Sean yang tak ingin merepotkan kakaknya masalah biaya pengobatannya di rumah sakit.


"Tapi kata dokter kamu harus dirawat. Dan kalau masalah biaya perawatan kamu. Biarkan kakak yang memikirkannya. Yang penting kamu cepat sembuh.


Sean penghela nafas. Ia tahu betul Kalau kakaknya Dewi pasti akan kesulitan memikirkan biaya pengobatan rumah sakitnya dan juga biaya operasi ibu Sarah yang saat ini juga dirawat di rumah sakit yang sama dengan Sean.


Sementara Mia yang baru pulang dari sekolah, terkejut mendengar kabar adiknya Sean dirawat di rumah sakit setelah Mia tiba di rumah dan mendapat kabar dari tetangga. Setelah mengganti pakaian dia pun berjalan menelusuri jalanan ibukota, menuju Rumah Sakit tempat Ibu dan adiknya dirawat.


Ia terpaksa pergi ke rumah sakit dengan jalan berkaki. Karena Mia sama sekali tidak memiliki uang sama sekali untuk ongkos becak bermotor atau ojek online. "Lebih baik aku langsung ke rumah sakit pasti Kak Dewi butuh bantuanku. Tapi aku tidak memiliki ongkos ke sana. Aduh bagaimana ini?" Mia bermonolog sendiri dalam hati.


Tetapi ia tidak menyerah dia pun terus berjalan menapaki trotoar sampai sekitar 45 menit dengan berjalan kaki, Mia Tiba di rumah sakit tempat Ibu dan adiknya dirawat.


Mia langsung bertanya kepada resepsionis yang bertugas di rumah sakit itu. Terlihat resepsionis itu memberikan informasi keberadaan adik dan ibunya kepada Mia. Lalu Mia berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada resepsionis itu.


Karena resepsionis itu memberikan informasi tentang ibu dan adiknya. Ia berjalan menelusuri gang rumah sakit, melihat kamar ruang rawat inap Ibu Sarah dan juga Sean yang kebetulan saat ini Dewi meminta kepada pihak rumah sakit agar Ibu Sarah dan Sean ditempatkan di satu ruangan yang sama.


Agar Dewi lebih mudah untuk menjaga keduanya. Setelah tiba di ruang rawat inap Ibu Sarah dan juga Adiknya Sean, Mia langsung berlari memeluk Ibu Sarah yang masih berbaring lemah di atas Branker di punggung tangannya tertancap jarum infus dan beberapa selang terpasang di tubuh ibu Sarah.


Membuat Mia merasa tidak tega melihat ibunya berbaring lemah di atas Branker Ia pun kembali beralih melihat adiknya. Yang terlihat sudah tertidur pulas setelah mendapat pengobatan dari tim medis yang ada di rumah sakit itu.


"Kak Mengapa Sean bisa sampai seperti ini?" tanya Mia kepada Dewi sembari memeluk kakaknya Dewi. Air bening mengalir begitu deras di pipi Mia dan Dewi ketika melihat orang-orang yang mereka sayangi Nya, begitu rapuh dan lemah.


Ibu Sarah pun meraih tangan putrinya. "Mia jangan menangis, ibu akan baik-baik saja. lebih baik kamu berdoa agar ibu dan adik kamu cepat pulih. ucap Ibu Sarah kepada Mia dan Dewi yang melihat Dewi meneteskan air matanya. Mia tidak sanggup melihat tubuh ibu Sarah yang terpasang beberapa selang yang terpasang di tubuh ibu Sarah.


Sementara Carlos yang baru tiba di rumah sakit, setelah mendapat perintah dari Bisma sang Big boss Zulkarnain group. Ia langsung mendatangi pihak rumah sakit untuk melakukan pembayaran biaya pengobatan Ibu Sarah dan juga Sean. Tanpa sepengetahuan Dewi sama sekali.


Setelah melakukan pembayaran pengobatan Ibu Sarah dan juga Sean, Carlos berniat untuk melihat kondisi Ibu Sarah dan juga Sean.


Tok....


Tok....


Tok....


Suara ketukan pintu ruang rawat inap Ibu Sarah dan juga Sean terdengar jelas di telinga mereka yang ada di dalam ruangan. kemudian Carlos langsung membuka pintu setelah mendapat jawaban dari dalam ruangan.


Suara pintu terdengar dibuka seseorang dari luar ruangan. Terlihat Carlos masuk ke ruang rawat inap Ibu Sarah dan juga Sean. "loh Pak Carlos dari mana bapak tahu Kami ada di rumah sakit ini?" tanya Dewi yang begitu terkejut melihat kehadiran Carlos di ruang rawat inap Ibu Sarah dan juga Sean.


"Tidak perlu kamu pertanyakan Dari mana saya mengetahui Ibu Sarah dirawat di sini. yang penting saat ini Bagaimana kondisi Ibu Sarah. Apa dia sudah baikan?tanya Carlos kepada Dewi sambil menatap suara yang masih berbaring lemah di atas branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


"Alhamdulillah kondisi Ibu sudah mulai stabil. Tetapi Sean saat ini sedang membuat demam berdarah. Jadi Sean juga harus dirawat di sini." ucap Dewi sambil melihat ke arah Sean yang masih tidur akibat suntikan obat yang diberikan dokter ke tubuhnya.


"Maafkan saya pak!" Hari ini saya tidak dapat hadir di kantor. Dan mungkin beberapa hari kedepan juga saya tidak bisa bekerja karena harus menjaga ibu dan adik saya di sini."ucap Dewi kepada Carlos.


"Masalah itu jangan kamu pikirkan. lebih baik kamu fokus terlebih dahulu merawat ibu Sarah dan juga adik kamu. Mudah-mudahan Ibu Sarah cepat sembuh dan juga Sean." ucap Carlos sambil memberikan buah yang sudah ia bawa sebelumnya.


"Terima kasih Pak!" sudah datang berkunjung ke melihat kondisi kesehatan ibu dan adik saya. Saya tidak tahu harus bagaimana membalas ini semua." ucap Dewi sambil berusaha mengembangkan senyumnya, yang terpancar di wajah Dewi itu. Karena tersenyum paksa karena ia tahu beban pikiran Dewi saat ini cukup berat.


"Kamu yang sabar ya!" kamu tidak perlu memikirkan biaya pengobatan Ibu Sarah dan juga Sean semua sudah diselesaikan oleh perusahaan. ucap Carlos kepada Dewi membuat Dewi terkejut mendengar apa yang dikatakan Carlos kepada.


"Maksud Pak Carlos apa? tanya Dewi penasaran.


"Ya, Pak Bisma yang meminta saya untuk datang ke rumah sakit untuk melakukan pembayaran biaya pengobatan Ibu Sarah dan juga Sean." ucap Carlos berterus terang kepada Dewi.


Tapi dari mana Pak Bisma mengetahui kalau ibu dan adik saya dirawat di rumah sakit? Sementara Pak Bisma dan Calista masih berbulan madu?" tanya Dewi penasaran.


" Entahlah saya juga tidak mengetahui dari mana Pak Bisma. Mengetahui kalau hidup Sarah dan Sean dirawat di rumah sakit saya saja mengetahui ini semua dari Pak Bisma." sahu Carlos berterus terang.


Dewi mahela nafas berat. Ia teringat dengan Tiwi ketika dirinya memberitahu kepada Tiwi kalau Dewi tidak bisa hadir di kantor untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya bekerja di Zulkarnain Group.


"Pasti Tiwi yang memberitahu Pak Bisma." gumam Dewi dalam hati. Tetapi Dewi bersyukur memiliki bos yang baik seperti Bisma. Kalau tidak ada Bisma untuk membantu membayar biaya pengobatan Ibu Sarah dan juga Sean. Dengan terpaksa Dewi harus meminjam uang ke salah satu rentenir yang ada daerah tempat tinggal mereka. Karena hanya itu jalan satu-satunya Dewi mendapatkan pinjaman dengan cepat.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA LIKE COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏