
"Siapa sayang?" Tanya Gibran ketika melihat Tiwi sudah selesai berbicara dengan seseorang di dalam sambungan telepon selulernya.
"Tiwi lupa ngabarin Dewi, kalau hari ini Tiwi tidak kerja " sahutnya sambil nyengir.
"Maaf ya sayang, gara gara mas, pekerjaan kamu menjadi terganggu."
"Tidak apa apa mas, lagian Tiwi memang sengaja mbak kerja hari ini. Bukan karna mas."
****
Siang ini Carlos dan Dewi berniat untuk mendaftar pernikahan mereka ke KUA Mengingat pernikahan Carlos dan Dewi tinggal tiga Minggu lagi. Semua catering dan dekorasinya sudah atur oleh EO yang menangani pesta pernikahan Dewi dan Carlos
Sementara tempat diadakannya resepsi pesta pernikahan Carlos dan Dewi Diadakan di hotel milik keluarga Zulkarnain " Mas bagaimana dengan undangannya? Tanya Dewi karna dirinya belum memikirkan sampai kesana
" Kamu tenang aja sayang semua sudah diatur. Kamu tinggal duduk manis dan persiapkan dirimu yang akan menjadi nyonya Carlos Bin Baskoro." Ucap Carlos sembari mengebangkan senyumya kepada Dewi.
" Ih... kamu memang luar biasa sayang ku, manis bangat sih calon suamiku ini" celetuk Dewi untuk pertama kalinya memuji Carlos di hadapan Carlos sendiri. Dewi memberikan cubitan cinta di pipi Carlos dan iapun langsung mengecup bibir ranum calon suaminya tanpa ada sedikitpun rasa malu.
"Sudah mulai pinta menggoda ya sayang." ucap Carlos sambil mengembangkan senyumnya.
Melihat sikap manis Dewi terhadapnya membuat hati Carlos menjadi menghangat.
"Uh kalau saja ini tidak ditempat umum, sudah aku lahap kamu sayang." geram Carlos karna gemas dengan sikap manis calon istrinya Dewi.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 45 menit, Dewi dan Carlos tiba di kantor KUA. Carlos dan Dewi langsung mendaftarkan pernikahan mereka agar resmi di mata agama dan hukum
Setelah selesai melakukan pendaftaran pernikahan di KUA , Carlos mengajak Dewi kesebuah toko mas untuk memilih cincin pernikahan mereka.
Diperjalanan Carlos terus saja memandangi wajah Cantik Dewi yang sudah membuat hidup Carlos semakin berwarna.
"Kenapa sih Mas?" kok lihatin aku melulu lihat tuh jalan" kata Dewi untuk memberitahu agar Carlin terpusat menyetir mobil yang ia kendarai. Setelah sampai di sebuah mall mewah yang berada di Jakarta, Carlos memarkirkan mobilnya di parkiran yang berada di mall.
"Mas....kita mau kemana sih " tanya Dewi yang belum mengetahui tujuan Carlos membawa dirinya ke mall milik keluarga Zulkarnain itu. Ya kekayaan Tuan Zulkarnain sudah tidak terhitung kekayaanya. Zulkarnain group memiliki banyak anak perusahan diberbagai bidang. Bukan hanya properti, mall dan investasi lainya.
Calista saja tidak mengetahui seberapa banyak harta kekayaan yang dimiliki suaminya.
Ketika Carlos menghentikan langkahnya disebuah toko emas, Dewi mengerutkan keningnya sekaligus sedikit heran
"Mas kamu mau beli emas?" Tanya Dewi dengan polosnya.
" Hum ....calon istri aku ini gimana sih, kan kita mau menikah, jadi pilih cincin pernikahan dong." ucap Carlos sembari mencubit pipi cantik Dewi yang terlihat heran ketika mendapat apa yang di katakan Carlos kepadanya. Carlos mencubit wajah cantik Dewi dengan cubitan cinta.
" Selamat datang tuan Carlos " pegawai toko emas yang berlokasi di mall milik keluarga Baskoro" Ya!" keluarkan cincin pernikahan yang terbaru di toko ini." perintah Carlos kepada pegawai toko emas miliknya sendiri.
Tetapi Dewi tidak mengetahui kalau toko mas itu milik Carlos miliknya yang diberikan kepadanya kepadanya oleh ayah kandungnya sendiri yaitu Tuan Baskoro.
"Mas ....ini cantik bangat....." Ucap Dewi sembari mencoba cincin yang ia nilai cantik dan tampak mewah.
" Kamu suka sayang?" Tanya Carlos kepada Dewi yang terlihat menyukai cincin yang ia pilih.
" Iya mas, aku suka bangat yang ini." Ucap Dewi sembari menunjukkan cincin yang ia coba di jari manisnya.
" Cantik bangat kalau kamu yang pakai" puji Carlos membuat pipi Dewi merah merona.
" Pilih yang ini aja mbak" kata Carlos sembari meminta pegawai toko untuk membungkus cincin berlian pilihan Dewi.
" Maaf mbak harganya berapa Ya ?" Tanya Dewi penasaran dengan harga cincin yang ia pilih.
" Oh 150 juta Nona" jawab pegawai toko yang bertugas menjaga toko mas milik Carlos itu. Membuat Dewi terkejut
" Hah.....cincin itu harganya 150 juta ?" Yang benar aja dong mbak ?" ucap Dewi sembari meminta kepada Carlos kalau Dewi tidak jadi memilih cincin itu.
" Sudah sayang biarin saja itu aja, cantik kok kalau kamu pakai." ucap Carlos sembari mengebangkan senyumya.
" Iya mas tapi harganya mahal bangat mas. Harganya persis seperti harga satu unit mobil ah." ucap Dewi sambil mengerdikkan bahunya
"Sudah biarin aja sayang, yang penting kamu suka itu sudah cukup bagiku. Untuk apa Mas bekerja mati Matian kalau bukan untuk istri dan anak anak mas kelak." Ucap Carlos membuat hati Dewi menjadi menghangat.
Hal itu Membuat Dewi semakin mencintai dan menyayangi Carlos.
"Ini Tuan cincinnya" ucap pegawai toko itu lalu sambil memberi kotak perhiasan kepada Carlos dan carlos langsung mengajak Dewi langsung pulang.
" Loh sayang kenapa langsung pergi sih? kan belum dibayar ?" ucap Dewi heran karna Josua langsung pergi saja, meninggalkan toko itu sembari membawa cincin pernikahan yang dipilih Dewi.
" Sudah sayang ayo kita makan kebetulan perut mas sudah keroncongan." Ajak Carlos membuat Dewi semakin bingung.
"Loh diajak makan kok bengong sih sayang?" Carlos meraih Tubuh Dewi yang masih terdiam di tempat ia berdiri
"Kamu mau tau yang sebenarnya?" Toko itu milik kita sayang...." ucap Carlos membuat Dewi sangat terkejut.
Dewi seolah tidak percaya dan melihat kearah pegawai toko yang berjaga di toko mas milik Carlos.
"Iya Nona, Toko ini milik Tuan Carlos." ucap pegawai toko itu sambil mengebangkan senyumnya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏