I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 170. MERASA DIABAIKAN



Karena usia kandungan Nyonya masih jalan 2 bulan dan itu rentan jika melakukan aktivitas yang berlebihan. Sepertinya saya tidak perlu menerangkannya, karena suami nyonya juga seorang dokter. Setidaknya pasti ia memahami apa yang terbaik untuk nyonya." ucap dokter Eka sambil mengembangkan senyumnya.


Dokter Eka memberi resep obat dan vitamin yang akan dikonsumsi oleh Tiwi untuk menguatkan janin yang ada di dalam rahimnya. "Tolong vitaminnya dimakan dengan rutin. Karena ini sangat penting untuk janin nyonya." ucap Dokter Eka kepada Tiwi sambil menyerahkan resep obat dan vitamin yang sudah ditulis oleh dokter Eka.


Setelah selesai berbicara dan konsultasi kepada dokter Eka, apa saja yang dapat dilakukan Tiwi saat hamil muda. Mereka pun berpamitan untuk segera kembali. Karena antrian pasien masih banyak yang mengantri saat itu.


"Terima kasih Dokter Eka yang cantik dan kece badai." ucap Tiwi Sambil tertawa cengengesan membuat Dokter Eka pun mengembangkan senyumnya. Karena menurut dokter Eka, Tiwi merupakan wanita yang kocak dan suka bercanda.


" Hati-hati nyonya." ucap Dokter Eka sambil melambaikan tangannya kepada Tiwi dan dokter Gibran. Dokter Gibran menuntun istrinya keluar dari ruang pemeriksaan itu, berjalan melewati para pasien yang ngantri di sana.


Tak ada yang berani komplain setelah suster memberitahu siapa jati diri dokter Gibran dan juga Tiwi saat itu. Tetapi Tiwi yang merasa tidak anak hati kepada para pasien yang antri di sana pun, meminta maaf kepada mereka.


" Maaf sudah membuat kalian menunggu dan sudah melangkahi nomor antrian kalian. Padahal kalian yang sudah lebih dulu tiba di sini." ucap Tiwi meminta maaf kepada para pasien yang sudah mengantri di sana.


Tampak dokter Gibran mengembangkan senyumnya menatap istrinya meminta maaf kepada para pasien. "Tidak apa-apa Nyonya, dokter Gibran." sahut salah satu pasien yang mengenali dokter Gibran, siapa jati diri dokter Gibran. Tiwi mengembangkan senyumnya lalu berpamitan kepada para pasien yang masih mengantri di sana.


Ibu Sarinah dan Pak Khairul Hamzah sudah menunggu kepulangan dokter Gibran dari rumah utama keluarga Zulkarnain. "Kok Gibran dan Tiwi lama sekali pulangnya? padahal tadi ngomongnya hanya sebentar saja." ucap Ibu Sarina kepada suaminya yang sudah menunggu kepulangan Gibran dan juga Tiwi.


Tidak Berapa lama ketika ibu Sarinah mengatakan seperti itu kepada suaminya dokter Gibran dan Tiwi sudah tiba di rumah pribadi milik dokter Gibran. "Nah, panjang umur tuh mereka sudah datang." ucap pak Hamzah kepada Ibu Sarina yang menunggu kepulangan Putra dan menantu mereka.


Terlihat dokter Gibran menuntun Tiwi turun dari mobil miliknya. Dan tetap menuntun Tiwi masuk ke dalam rumah. Ibu Sarinah terhenyak melihat wajah Tiwi yang sangat pucat. "loh nak Tiwi kenapa? kamu sakit nak? tanya ibu Sarinah kepada Tiwi.


Tiwi menggelengkan kepalanya lalu mendudukkan bokongnya di atas sofa yang ada di ruang tamu, dituntun oleh dokter Gibran. "Eh Pak dokter, kamu kan seorang dokter, Kenapa tidak kamu periksa istri kamu ? Kamu tidak kasihan melihat istri kamu sudah pucat seperti ini? Ibu Sarinah mengomel kepada dokter Gibran karena Ibu Sarinah khawatir melihat wajah Tiwi yang sudah sangat pucat.


"Ibuku yang cantik, jangan mengomel kalau tidak tahu apa-apa. Aturan tanya dulu kepada Gibran baru mengomel." ujar dokter Gibran kepada Ibu Sarinah.


"Terus kenapa menantuku wajahnya pucat seperti ini? pertanyaan itu kembali dilontarkan oleh ibu Sarinah kepada putranya.


" Tiwi tidak sakit mom, Tiwi saat ini sedang hamil dan sepertinya Tiwi sedang mual dan pusing tadi di rumah Bisma Tiwi terus muntah-muntah dan Gibran memeriksanya eh menurut analisa Gibran sepertinya Tiwi sedang hamil. Dan untuk memastikannya Gibran membawa menantu Mami yang cantik ini ke rumah sakit tepatnya ke dokter kandungan. Untuk memastikan analisa Gibran benar atau tidak. Dan ternyata sebentar lagi Ibu akan segera memiliki cucu." ucap dokter Gibran yang mampu membuatmu Sarinah sangat bahagia dan bersorak kegirangan.


"Kamu serius Tiwi saat ini sedang hamil?


" Iya bu, Tidak mungkin Gibran berbohong kepada ibu.


"Benaran nak?" ibu Sarina mengalihkan pertanyaan kepada Tiwi. lalu dibalas anggukan dari Tiwi. Ibu Sarinah langsung memeluk Tiwi dan mengecup kening Tiwi.


" Terima kasih sayang, kamu sudah memberikan kabar gembira ini untuk ibu." ucap Ibu Sarinah berterima kasih, karena ia merasa bahagia dan bersyukur. Karena tidak lama lagi Ibu Sarinah akan menjadi seorang nenek.


"Kalau begitu, kalian harus segera mengabari Ibu Sari dan Pak Khairul Bakti untuk memberitahu kabar gembira ini. Jika kalian memberitahunya, pasti ibu Sari dan pak Bakti akan merasa bahagia." ujar Ibu Sarinah agar dokter Gibran segera memberitahu kepada ayah dan ibu mertuanya.


"Iya Bu, Ibu jangan khawatir kami pasti memberitahu kepada mereka. Tidak mungkin kabar gembira ini tidak kami kabari kepada Ibu Sari dan juga Pak Khairul Bakti l." sahut dokter Gibran.


"Ya sudah kalau begitu ajak istrimu istirahat. Mungkin dia masih terasa lemas." ujar Ibu Sarinah meminta kepada putranya agar segera membawa Tiwi istirahat di kamar. Tetapi sebelumnya ibu Sarinah meminta kepada dokter Gibran agar Tiwi diberi susu khusus ibu hamil dan makan makanan yang cukup. Agar gigi untuk Dewi dan bayi yang ada di dalam kandungannya tercukupi.


****


Sementara di tempat lain, terlihat Calista menikmati dirinya menjadi seorang ibu. Ia begitu bahagia menatap wajah tampan putranya yang begitu menggemaskan. Seolah dirinya tidak berniat berpisah dari putranya walau sedetik pun.


Membuat Bisma menatap putranya dan sedikit merasa cemburu. Karena perhatian Calista saat ini terfokus kepada baby Adnan. sehingga Bisma merasa kurang diperhatikan oleh Calista. Ia menghampiri Calista dan mengatakan apa yang ada di dalam isi hatinya.


Membuat Calista pun merasa bersalah. ternyata suaminya merasa diabaikan dengan kehadiran baby Adnan. Calista pun meminta maaf kepada Bisma atas kurang perhatiannya Calista kepada Bisma. Setelah adanya baby Adnan.


Calista juga mengatakan kepada Bisma, agar berusaha membagi waktu untuk suami dan putranya. Karena ia tidak ingin membuat suaminya merasa terabaikan dan putranya juga tidak kurang kasih sayang darinya.


Tiba-tiba suara Deringan ponsel milik Calista terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya nomor ponsel Milik ibu Intan. Calista langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Ibu Intan.


"Hallo Assalamualaikum Ibu." sahut Calista di dalam sambungan telepon selulernya.


"Waalaikumsalam nak, sahut Ibu Intan lalu Ibu Intan pun menanyakan kabar Calista, baby Adnan dan juga Bisma.


"Alhamdulillah kondisi kami baik-baik saja di sini Bu. Bagaimana dengan Ibu apa ibu dan ayah baik-baik saja di sana?" tanya Calista kepada Ibu Intan.


Ibu Intan memberitahu Kalau kabar mereka baik-baik saja dan Ibu Intan juga memberitahu maksimal dan tujuannya menghubungi Calista. Kalau Pak Rohdian saat ini berada di rumah milik Pak Nando dan bu Intan. Berkunjung untuk sekedar bersilaturahmi.


Hal itu membuat Calista terhenyak, sekaligus bahagia mendengar kedatangan guru sekaligus Dewa penolong untuk Calista saat berada di desa. "Tolong tahan Pak Rohdian di sini dulu Bu, jangan langsung pulang Sampai Calista datang menghampirinya. Karena Calista sangat merindukan Pak Rohdian.


"Dia guru yang paling Calista hormati dan hargai." ucap Calista memohon kepada Ibu Intan agar mengatakan kepada Pak Rohdian untuk tidak langsung pulang ke desa. Karena Calista ingin sekali bertemu dengan Pak Rohdian.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏