I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB.72 ENAK MEMILIKI ISTRI



Ketika Calista sudah meninggalkan Tuan Zulkarnain Nyonya Katarina Dona dan juga Bisma di ruang tamu. Tuan Zulkarnain memberikan tamparan yang cukup hebat ke wajah tampan Bisma. Tuan Zulkarnain merasa kecewa terhadap putranya karena baru 3 hari menjalin hubungan rumah tangga dengan Calista, sudah ada permasalahan di antara mereka.


Masalah yang tidak diketahui Apa penyebabnya.


"Apa yang ada di dalam pikiran kamu sehingga kamu melakukan itu semua. seharusnya di usia kamu yang sudah menginjak hampir 40 tahun kamu lebih dewasa dibandingkan dia. Usia kamu berbeda jauh dengannya seharusnya sebelum mengambil keputusan menikahinya kamu harus mengetahui kalau kamu harus lebih berusaha untuk meraih cintanya.


"Tetapi Mengapa kamu mengundang pertikaian seperti ini dengan mendiamkannya tanpa ia tahu kesalahan apa yang ia lakukan."ucapkan Zulkarnaen meluapkan kekesalannya kepada putranya. Yang sama sekali tidak memahami istrinya Calista.


"Bisma minta maaf Pi, mom..."


"Tidak ada gunanya kamu minta maaf kepada Papi dan mami. Seharusnya kamu meminta maaf kepada istri kamu Calista. Papi tahu dia pasti sangat kecewa dengan sikap kamu seperti kekanak-kanakan. Usia sudah tua tapi masih saja keegoisanmu kamu buat seperti dulu."segeralah minta maaf kepada istrimu dan aku segala kesalahanmu.


Kecemburuan kamu yang tidak memiliki alasan itu membuat kamu semakin menjauh dengan istrimu." ucap ucap Tuan Zulkarnain sambil mendudukkan bokongnya di atas sofa. Bisma berpamitan kepada tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona berniat untuk menghampiri Calista.


"Sayang kamu di mana?"Panggil Bisma netranya menelisik seisi kamar tetapi ia tidak menemukan sosok istrinya di sana. Bisma mendengar suara gemercik air dari kamar mandi. Itu artinya Calista sedang melakukan ritual mandinya.


Bisma memilih menunggu Calista dan duduk di atas sofa yang ada di dalam kamar sambil mengotak-atik ponselnya untuk melihat pasar saham miliknya. 15 menit sudah berlalu Bisma menunggu Calista. Kini Calista sudah selesai melakukan ritual mandinya.


Calista keluar dengan menggunakan kimono putih yang biasanya digunakan ketika dirinya telah usai mandi. Tanpa memperhatikan sosok suaminya Di sana ia keluar dan langsung menuju pakaian yang sudah ia sediakan sebelumnya.


Ia menanggalkan kimono yang ia gunakan. karena ia belum menyadari kehadiran suaminya di sana. Bisma memilih untuk diam dan menikmati pemandangan indah yang ada di hadapannya. Pemandangan yang membuat gairahnya semakin bangkit.


Ketika Calista telah usai menggunakan pakaiannya Ia pun membalikkan tubuhnya dan dikejutkan dengan kehadiran Bisma di sana. Tetapi Calista berusaha untuk tidak menunjukkan keterkejutannya melihat kehadiran Bisma di sana. Dia hanya diam dan menata rambutnya sebagaimana mestinya.


Bisma menghampiri Calista.


"Sayang maafkan mas telah mendiamkanmu mulai dari rumah sakit sampai ke kantor." ucap Bisma sambil meraih tangan Calista. tetapi Calista hanya menatap suaminya dengan tatapan sendu.


"Tolong jangan siksa aku dengan diammu seperti ini sayang. Mas hanya cemburu melihat kedekatanmu dengan Gibran yang notabennya mas mengetahui kalau Gibran sangat mencintai kamu sejak dulu. Mas hanya khawatir kamu berpaling darinya.


Usia kalian masih sangat muda sementara Mas...! Bisma tidak melanjutkan kata-katanya."


"Kecemburuan bukan berarti kita harus mengacuhkan seseorang kalau orang itu memang kita cintai. Seharusnya kita harus bertanya terlebih dahulu."sakit kan kalau didiamkan? Calista mulai membuka suara.


Bisma menganggukkan kepalanya setelah Calista mulai membuka suara terhadapnya. suara yang ingin didengarnya dari Calista tiba di rumah. Sejujurnya batin Bisma tersiksa jika Calista mendiamkannya wanita yang sangat ia cintai mengacuhkannya begitu saja.


"Bisma meraih tubuh Calista kependudukannya." Maafkan mas, sudah mengacuhkan Mu sayang." ucap Bisma sambil langsung mengecup Calista. Calista hanya diam saja Kemudian menatap suaminya dengan tatapan penuh arti.


"Mas hanya tak kehilangan kamu Sayang. tidak ada yang lain dipikiran Mas. yang ada hanya kamu seorang ucap Bisma sembelih langsung membawakan Calista duduk di sofa bersamanya. Apa kau tahu? aku sampai meninggalkan meeting penting ku setelah aku melihatmu pergi begitu saja meninggalkanku.


"Kenapa harus kamu tinggalkan?


"Karena Mas takut kamu akan marah kepada mas. Mas tidak ingin kamu terlalu marah kepada mas karena itu menyiksa batin Ku. Bisma memberikan tubuhnya di atas sofa kepalanya ia taruh di paha Calista. Serasa dirinya benar-benar membutuhkan kasih sayang dari Calista.


"Calista memegang rambut Bisma dan mengelusnya. Lain kali kalau Mas merasa cemburu lebih baik tanyakan dulu sama Calista. Ini jangan main diam saja tanpa Calista ketahui penyebabnya."ucap Calista sambil terus mengelus rambut suaminya.


Tok....


Took...


Took...


Mas sepertinya ada yang mengetuk pintu."ucap Calista. Bisma langsung bangkit dari tidurnya. Bisma berniat membuka pintu ketika ia membuka pintu Bisma sudah melihat sosok Rasmi di sana.


"Ada apa Bi?


"Maaf Tuan nyonya besar dan Tuan besar sudah menunggu Tuan muda dan nyonya muda di bawah."Rasmi sambil mengembangkan senyumnya menatap ke arah dalam kamar melihat sosok Calista yang sedang duduk di sofa.


"Iya Bi sebentar lagi kami akan keluar."ucap Bisma lalu Bi Rasmi berlalu meninggalkan Bisma di sana. Bisma kembali menghampiri Calista."Siapa Mas?


" Bi Rasmi berkata kita sudah ditunggu Papi dan Mami di ruang makan."ucap Bisma sambil meraih tangan Calista agar Calista mengikutinya keluar untuk makan malam karena Bisma tidak ingin Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona terlalu lama menunggu mereka.


Calista mengikuti suaminya. Turun ke bawah menghampiri Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona. " Maaf sudah membuat Mami dan Papi menunggu."ucap Calista sambil tertunduk."Nggak papa Sayang ayo kita makan. Pasti sudah pada lapar kan? sahut Nyonya keterina Dona sambil langsung mempersilahkan Calista dan Bisma duduk di hadapan mereka berdampingan.


Dengan telaten Calista pun melayani suaminya layaknya istri sejati yang melayani suami dengan setulus hati. Ia melakukannya seperti yang dilakukan almarhumah ibu rospita kepada almarhum Pak Hermawan orang tua kandung Calista


Bisma bener-bener menikmati Apa yang dilakukan Calista malam ini terhadapnya.


"Enak juga punya istri dilayani seperti ini." celetuk Bisma yang mampu membuat Tuan Zulkarnain dan nyonya Katarina Dona langsung tertawa ngakak.


"Makanya Siapa suruh lo lama-lama menikah. enak kan sudah menikah ada yang ngambilin nasi nyediain pakaian memperhatikan kita. semuanya serba enak jika kita memiliki istri yang kita cintai layaknya seperti Papi dan mami ucap Tuan Zulkarnain sembari merangkul istrinya dan memberikan kecupan hangat di wajah cantik istrinya walaupun keduanya sudah lanjut usia.


"Ingat Pi, umur sudah tidak mudah lagi. Sudah tua aja serasa masih muda.


"kalau jealous bilang saja. kamu juga bisa seperti Mami dan Papi ucap Tuan Zulkarnain tanpa ada rasa malu sedikitpun di hadapan sang menantu.


Calista hanya diam dan tertunduk. Ia sedikit heran melihat kejahilan ayah mertuanya. Tapi Calista lebih memilih untuk tetap melakukan aktivitasnya tanpa pura-pura tidak mengetahui apa yang dilakukan kedua ayah dan ibu mertuanya. Yang dapat membuat suaminya kesal.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏


MAMPIR KE KARYA BARU MAMA