I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 21. TERONG MAKAN TERONG



Calista langsung meninggalkan ruang kerja tanpa terasa takut sedikitpun ia berlalu menuju pantry di sana sudah ada Dewi dan Dewi menunggu Calista karena mereka mengkhawatirkan kalau Bisma akan mengucap Calista saat itu juga. melihat kemarahan Bisma pagi itu membuat kedua sahabat Calista semakin mengkhawatirkan kalau Calista dipecat hari itu juga


Ketika Calista sudah tiba di pantry, Tiwi dan Dewi langsung menghampirinya."Bagaimana Calista apa kamu dimarahi sama itu bos songong itu? tanya Dewi kepada Calista. "Pastilah aku dimarahi bos es kutub utara itu. bos yang paling Arogant, selama aku hidup di dunia ini." ucap Calista kepada Dewi.


Tiba-tiba Tiwi datang menghampiri Calista. Bagaimana si tampanku? Dia memarahi kamu tidak? kamu tidak dipecat kan? kalau sempat si tampanku mecat kamu, aku akan berdemo agar si tampan my honey bunny sweety tidak memecat kamu." ucap Tiwi kepada Calista.


"Jangan sok beran berani kamu.Bisa-bisa kamu kencing celana jika bos songong itu marah kepadamu. Kemarin saja kamu sudah mengatakan seperti itu." gurutu Dewi karena mendengar apa yang dikatakan Tiwi seolah dirinya tidak percaya.


Ketiganya pun langsung tertawa ketika mengingat apa yang dikatakan Tiwi saat itu. Yang mengatakan dirinya hampir kencing celana akibat Bisma membentaknya. Ketika Tiwi memberitahu kalau Calista tidak masuk kerja.


****


Jam kerja Calista telah usai, Ia pun berpamitan pulang kepada kedua sahabatnya. karena Calista harus segera pergi ke kampus untuk menyelesaikan pendidikannya menjadi seorang sarjana. Salah satu impian Calista dan listra saat berada di desa.


Calista menyetop angkot jurusan ke kampus Gunadarma. Berharap ia tidak terlambat masuk kampus kali ini. Calista tidak ingin berurusan dengan dosen killer yang selama ini selalu dihujat oleh para mahasiswa yang ada di kampus Gunadarma.


Selama ini Calista memang tidak pernah memiliki masalah kepada dosennya. Justru Calista menjadi contoh diberikan oleh para dosen kepada mahasiswa mahasiswi agar lebih bersyukur dapat melanjutkan pendidikan mereka di kampus Gunadarma. Tanpa harus bekerja membanting tulang seperti Calista. Yang hanya mengharapkan beasiswa dan gaji yang tak seberapa bekerja sebagai OG di salah satu perusahaan ternama di kota ini.


Ketika Calista sudah tiba di ruang kelas, Ia pun dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang tak lain teman satu kampusnya.


"Hei Calista....." ucap Jensen sambil menepuk punggung Calista. Membuat Calista sedikit tersentak dan langsung spontan menoleh ke arah Jensen.


"Kamu ini ngagetin aku saja." gerutu Calista.


"Kamu sudah kelar tugas belum? tanya Jensen kepada Calista.


"Alhamdulillah kalau tugas sudah kelar aku ngerjainnya di rumah. Walaupun besok paginya aku harus bekerja. Tugas itu saya nomor satukan." ucap Calista sambil mengembangkan senyum.


" Aku salut sama kamu Calista. Bisa bekerja Sambil kuliah, sudah itu otak kamu memang jenius.Emangnya apa sih yang kamu makan sehingga kamu sepintar itu? ucap Jensen kepada Calista membuat Calista langsung tertawa ngakak.


"kamu ada-ada saja ngomongnya memangnya aku mau makan apa? Paling juga yang aku makan itu nasi, sayur, sama seperti kalian juga. Memangnya aku vampir sehingga aku memakan darah." ucap Calista Sambil tertawa cengengesan.


Jansen hanya tertawa-san mendengar apa yang dikatakan Calista kepadanya. Jensen merupakan teman satu kelas Calista selama berada di kampus Gunadarma. Jensen merupakan salah satu putra pengusaha di kota ini.


Semenjak Jansen bertemu dengan Calista di kampus Gunadarma, Jensen sudah menaruh perhatian Kepada Calista. Tetapi Calista tidak menyadari akan hal itu. Ia menganggap Jansen selama ini hanya sebagai teman satu kampusnya. Berulang kali Johnson ingin mendekati Calista, tetapi Calista sama sekali tidak menyadarinya.


Apalagi Calista hanya terfokus untuk belajar. berharap agar kuliahnya cepat.


"Kamu tidak takut apa sebentar lagi yang menurutmu dosen killer akan datang. Memangnya kamu tidak bosan dihukum melulu? tanya Calista kepada Jensen yang sedari tadi ingin mengganggunya belajar.


Padahal niat hati Jensen hanyalah untuk bisa lebih dekat dengan Calista. Tetapi Calista tidak memahami maksud dari Jensen. Tiba-tiba sang dosen yang dianggap para mahasiswa mahasiswi killer masuk ke dalam ruang kelas.


Membuat keduanya langsung terdiam tidak dapat berkata-kata. Karena setiap mahasiswa yang ada di ruang kelas sangat menakuti sang dosen itu yang terlihat garang dan menakutkan. Para mahasiswa mahasiswi takut kepada dosen itu karena mahasiswi membuat kesalahan maka sang dosen tidak segan-segan memberikan nilai mahasiswa itu nilai E. itu berarti mereka tidak akan lulus mata kuliah yang diajarkan sang Dosen


****


"Bagaimanapun kamu harus segera menikah Papa dan Mama tidak terima penolakan." Ucap Tuan Zulkarnain kepada Bisma membuat Bisma kesal mendengar permintaan kedua orang tua.


"Kenapa setiap Bisma berada di rumah ini yang hanya itu-itu aja yang dibicarakan apa tidak ada pokok pembahasan lain lagi selain itu ? tanya Bisma kepada kedua orang tuanya karena dia sudah merasa bosan orang tuanya selalu membahas yang itu itu saja.


"Ingat umur kamu sudah Berapa sekarang? Apa kamu tidak ingin seperti teman-temanmu yang sudah memiliki anak. Sementara kamu kekasih aja tidak punya. Atau jangan-jangan kamu tidak menyukai wanita." tuduh Tuan Zulkarnain kepada Bisma.


"enak aja Papa ngomong Bisma tidak menyukai wanita?


"Ya iyalah siapa tahu terong makan terong." ucap Tuan Zulkarnain Sambil tertawa ngakak membuat Nyonya kandarina Dona langsung menatap Tuan Zulkarnain dengan tatapan tajam karena Tuhan Zulkarnain sudah menuduh putranya menyukai sesama jenis.


"Papi kalau ngomong kira-kira dong. Tidak mungkin Putra Mami menyukai sesama jenisnya.Tidak ada diriwayat keluarga kita seperti itu. jangan asal bicara gerutu Nyonya Katarina Dona. Mendengar apa yang dikatakan Tuan Zulkarnain kepada putranya.


"Bagaimana tidak Papi mengatakan seperti itu, sudah jelas-jelas di kantor juga banyak wanita-wanita cantik yang pasti bersedia menjadi pendamping hidupnya. Tetapi sampai sekarang Putra kita tidak pernah membawa seorang wanita ke rumah.


Bahkan setiap kita ingin menjodohkan Putri teman-teman Mami dan juga Papi kepada putra kita, Putra kita selalu menolak. Padahal di antara anak teman-teman mami, karirnya juga bagus dan cantik. Tidak ada yang kurang dari mereka.


Tetapi Putra kita selalu menolak, ketika kita perjodohan kepadanya sehingga Papi khawatir karena Putra kita tidak memiliki rasa kepada wanita." ucap membuat Bisma semakin kesal mendengar apa yang dikatakan Tuan Zulkarnain.


Nyonya Katarina Dona hanya menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan suaminya. Bisma langsung meninggalkan kedua orang tuanya begitu saja. Ia berniat pergi ke suatu tempat yang bisa menenangkan diri.


Tetapi ketika Bisma menghubungi Carlos justru saat ini, karena memiliki halangan. karena ia harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya yang diberikan oleh Tuan Zulkarnain kepadanya. Hal itu membuat Bisma semakin kesal.


bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏