
Bisma merogoh dompet yang ada di saku celananya, dan mengambil beberapa uang pecahan seratus ribu rupiah diberikan nya kepada kedua anak kecil itu.
"Dek kenapa kalian Mengamen?
"Apa kalian tidak sekolah? tanya calista. "Kami sekolah kak. Tapi kami sudah pulang." jawab salah satu anak kecil itu.
"Terus di mana orang tua kalian? tanya calista penuh selidik.
"Ibu dan ayah kami, sudah meninggal karena kecelakaan. sekarang kami tinggal bersama nenek. Tapi sekarang nenek sedang sakit." jawab kedua anak kecil itu. Mendengar kedua anak kecil itu mengatakan kalau mereka sudah kehilangan kedua orang tuanya, membuat calista kembali bersyukur.
Karena calista ditinggal orang tuanya sudah berumur 17 tahun. Setidaknya calista lebih lama merasakan kasih sayang kedua orang tuanya dibandingkan kedua anak kecil itu. Oh ya kak, kami permisi kami mau menemui nenek. Soalnya saat ini nenek sedang sakit kami ingin membawanya berobat dengan menggunakan uang ini." ucap kedua anak kecil itu kepada Calista.
"Tuan terima kasih sudah memberikan kami bantuan. Semoga kelak Alloh membalas budi baik tuan." ucap kedua anak kecil itu dibalas anggukan dari Bisma. Lalu kedua anak itu berlalu dari rumah makan milik mang udin. Calista dan Bisma pun bergegas pulang.
Sebelum mereka pulang, Bisma bertanya kepada Mang Udin. "Berapa Mang?
"Empat puluh lima ribu Tuan." jawab mang Udin kepada Bisma.
"Apa?
"Empat puluh lima ribu?"kok murah banget? sudah makan segini banyak cuman segitu bayarnya? tanya bisma tidak percaya.
" Ya Tuan di sini makanya empat puluh lima ribu." jawab Mang Udin
Bisma mengambil beberapa uang pecahan seratus ribu dan memberikannya kepada Mang Udin.
"Tuhan kok banyak sekali? tanya mang udin karena merasa heran melihat Bisma memberikan uang yang begitu banyak untuknya.
"Ambil saja Mang, hitung-hitung dapat rejeki dan tak bagus menolak rejeki." ucap Calista kepada Mang udin.
Karena Calista sangat mengetahui kalau Bisma saat ini ingin membantu mang udin
"Baik tuan, terima kasih banyak." ucap mang udin, semoga hubungan kalian langgeng sampai maut memisahkan." ucap mang udin sambil mengembangkan senyumnya, dibalas senyuman dari Bisma .
"Sayang kita pulangnya," takutnya nanti kemalaman." ucap Bisma kepada calista.
"Ya sudah kita langsung pulang saja. Nanti apa sama ibu nyariin." jawab calista. Akhirnya mereka pun meninggalkan Warung mang Udin.
Di perjalanan menuju kediaman Pak Nando, Bisma selalu memandangi calista. Entah apa yang ada di dalam pikirannya Calista sama sekali tidak mengetahui.
"Kamu kok lihatin aku terus sih." tanya calista kepada bisma
Karena ia merasa heran melihat Bisma terus memandangi nya sambil melajukan mobilnya. "Tidak apa-apa. Pengen lihat kamu saja." jawabnya singkat.
"Memangnya ada yang salah ya di penampilanku hari ini? tanya Calista penuh selidik. Karena ia merasa heran mengapa Bisma tetap melihatnya membuat dirinya merasa risih.
"Tidak ada yang salah di penampilan kamu malah kamu terlihat semakin cantik. Ternyata aku salah selama ini menilai kamu." ucap Bisma kepada Calista membuat Calista mengerutkan keningnya. Ia bingung apa maksud Bisma.
"Memang dari dulu kamu selalu salah. Kamu selalu menilai orang dari segi ekonomi dan penampilan belaka. Jujur keegoisan dan Arogant kamu, aku tidak suka. Kamu selalu merasa perfect dan lebih dari orang lain. Maaf kalau aku berbicara jujur kepadamu. Tapi itulah menurut penilai ku.
"Tapi Sebelumnya aku minta maaf kepada kamu. Sampai saat ini rasa cintaku kepadamu Belum tumbuh sedikitpun. Tetapi percayalah Aku akan berusaha membuka hatiku untuk mencintai kamu jika, sikap dan perilakumu berubah yang selalu memandang rendah orang lain.
Kalau masalah usia kita yang jauh berbeda, Calista sama sekali tidak pernah mempermasalahkannya. Tetapi Sejujurnya Calista tidak pernah suka pada lelaki yang keegoisannya cukup tinggi dan juga Arogant. Calista tidak ingin memiliki suami yang kasar dan Arogant terhadap wanita atau siapa pun.
Walaupun kehidupan keluarga Calista saat berada di desa serba kekurangan, kedua orang tua Calista tidak pernah berbicara kasar kepada orang lain. Apalagi untuk anak anaknya. " ucap Calista sambil tatapan Calista fokus kedepan tanpa memperhatikan ekspresi wajah Bisma
Bisma terdiam, dan merasa bersalah kepada Calista, karena semenjak bertemu dengan Calista Bisma selalu bersikap arogan terhadap Calista.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏