
Pagi itu Dewi dan Carlos pergi ke rumah kontrakan yang ditempati oleh keluarga Dewi. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 40 menit dari kediaman rumah utama keluarga Baskoro, mereka tiba di rumah kontrakan keluarga Dewi. Terlihat Ibu Sarah, Mia dan Sean sudah berkemas dan siap untuk pergi dari rumah kontrakan yang selama ini menemani hari-hari mereka.
"Kak sebenarnya kita pindah ke mana sih? tanya Sean kepada Mia. Mia menggerdikkan bahunya pertanda dirinya juga tidak mengetahui kemana mereka akan pindah saat itu juga.
Kemudian Sean menghampiri Dewi yang baru tiba di rumah itu. " Kak Dewi, memangnya kita mau pindah ke mana? jauh ya dari sini? Bagaimana dengan sekolah Sean jika kita pindah terlalu jauh?" ucap Sean kepada Dewi.
Dewi yang sama sekali tidak mengetahui Di mana lokasi rumah baru yang dibeli Carlos kepada keluarganya pun, menggerdikkan bahunya membuat Sean merasa heran melihat jawaban kakaknya Dewi kalau kakaknya juga tidak mengetahui kemana saat ini mereka akan pindah.
Sean yang terlihat penasaran Langsung kembali menghampiri Carlos. " Kak Carlos yang tampan dan baik hati sejagat bumi ini, kemana Kakak membawa kami pindah? Apakah lokasi rumah baru yang akan kita tempati jauh dari sekolah Sean? tanya Sean penuh dengan drama.
Membuat Carlos pun langsung tertawa cengengesan mendengar pertanyaan adik yang masih berusia 11 tahun itu.
"Tidak kok, kamu tenang saja justru rumah yang akan kalian tempati sekarang lebih dekat ke sekolahmu, dibandingkan dari rumah ini." ucap Carlos dibalas anggukan dari Sean.
Ada rasa bahagia di hati Sean ketika mengetahui kalau rumah tempat tinggal yang mereka tempati, Lebih dekat dari rumah kontrakan yang selama ini menemani hari-hari mereka. "Syukurlah kalau lokasi rumah baru itu lebih dekat ke sekolah Sean. itu berarti Sean dapat berjalan kaki pergi ke sekolah untuk mengirit ongkos." ucap Sean sambil tertawa cikikikan membayangkan uang ongkos itu dapat ia gunakan menjadi uang jajannya.
Karena selama ini Dewi memberi uang pas untuk ongkos angkutan umum. Tidak ada yang namanya uang jajan. Tetapi Dewi selalu menyempatkan diri menyediakan bekal untuk Sean dan Mia. Tanggung jawab Dewi cukup besar di keluarganya setelah Ayah kandungnya meninggal dunia.
Apalagi setelah kondisi kesehatan ibu Sarah semakin menurun, membuat Dewi menjadi tulang punggung keluarga. Ia berusaha memberikan yang terbaik kepada keluarganya, sekalipun itu ia harus mengubur cita-citanya menjadi seorang dokter.
Karena kondisi ekonomi keluarganya, tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendidikannya ke fakultas kedokteran. Hingga ia memilih langsung bekerja di perusahaan Zulkarnain Group.
Memiliki ijazah hanya berbekal SMA membuat Dewi hanya dapat bekerja menjadi seorang office girl. Tetapi Dewi tidak pernah putus asa dan selalu semangat untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang anak paling sulung.
Itulah yang dilakukan Dewi selama ini membuat Carlos jatuh cinta kepadanya jiwa tanggung jawab Dewi dan perhatian penuhnya kepada keluarga membuat Carlos salut dan takjub melihat wanita tangguh seperti Dewi.
Pagi itu mereka Langsung berlalu dari rumah kontrakan itu, dibantu salah satu asisten Carlos untuk membantu mereka mengangkat barang bawaan yang perlu dibawa ke rumah baru yang akan mereka tempati.
****
"Wah rumahnya bagus sekali Kak." ucap Mia dan Sean takjub melihat rumah baru yang direnovasi oleh Carlos untuk keluarga Dewi. "Apa kalian menyukai rumah ini? tanya Carlos penuh dengan selidik.
"Tentu suka dong Kak. lokasinya terasa nyaman, Bersih dan asri. Pasti Sean akan betah tinggal di sini." ucap Sean sambil meneliti seisi ruangan rumah yang akan mereka tempati.
Carlos pun menunjukkan beberapa ruangan yang ada di rumah itu. Membuat Ibu Sarah menggelengkan kepalanya seolah dirinya tidak percaya dapat tinggal di rumah semewah itu. "Apa ini tidak terlalu berlebihan nak Carlos?" tanya ibu Sarah kepada Carlos merasa dirinya merepotkan Carlos selama ini.
"Tidak Bu, ini memang sudah rencana Carlos merenovasi rumah ini. Untuk ibu dan adik-adik, karena ibu itu sudah aku anggap seperti ibu kandungku sendiri. Yang selama ini saya tidak merasakan kasih sayang seorang ibu." ucap Carlos dengan nada Sendu.
Membuat hati ibu Sarah pun merasa iba mendengar apa yang dikatakan Carlos tentang dirinya, yang kekurangan kasih sayang dari ibu kandungnya. Kamu boleh menganggap Ibu seperti Ibu kandungmu. Jangan sungkan. Jika kamu ingin cerita sama ibu cerita lah Siapa dengan kamu cerita sama ibu kamu bisa merasa lebih tenang dan nyaman dan dapat merasakan kasih sayang seorang ibu." sahut Ibu Sarah sambil mengembangkan senyumnya menatap Carlos dengan tatapan seksama.
"Terima kasih Mas! kamu memang sangat luar biasa memberikan kejutan yang sangat berarti untuk keluarga Dewi." ucap Dewi sambil langsung mengalungkan tangannya ke jenjang leher Carlos.
"Bukan keluarga kamu saja sayang, tetapi keluarga kita. Dari awal Mas sudah mengatakan kepadamu, jangan pernah memisahkan Mas dari ibu dan adik-adik." ucapnya sembari langsung memberikan kecupan hangat di wajah cantik istrinya.
" Dewi minta maaf Mas. Tidak ada niatan sedikitpun di hati Dewi untuk memisah-misahkan mas dengan adik-adik dan juga Ibu." ucap Dewi sambil mengembangkan senyumnya.
"Sudah tidak apa-apa. Tidak perlu dipikirkan. yang penting sekarang ibu dan adik-adik bahagia tinggal di rumah ini." ucap Carlos kepada Dewi.
Mulai hari itu, Ibu Sarah sean dan Mia resmi tinggal di rumah yang dibeli Carlos khusus untuk keluarga Dewi."Ya Allah betapa baiknya menantu hamba ya Allah, kiranya keluarga Carlos dan Dewi menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah. Dan berikan mereka kesehatan dan rejeki yang melimpah ya Alloh." doa ibu Sarah dalam hati sambil terus berjalan melihat-lihat lokasi rumah yang akan mereka tempati.
****
Di tempat lain terlihat Alexa berusaha untuk mencari ide menghancurkan keluarga Bisma dan Calista. Entah dendam apa yang dimiliki Alexa sehingga dirinya berusaha terus mencari ide Bagaimana caranya agar hubungan rumah tangga calista dan Bisma hancur berantakan.
Alena menghampiri Alexa. Alexa ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada kamu.
"Memangnya Kakak mau nanya apa kepada Alexa tanya Alexa penasaran.
"Ada hubungan apa kamu dengan Robin ucapnya membuat Alexa mengerutkan keningnya.
"Maksud kakak apa ? sepertinya Robin menyembunyikan sesuatu kepadaku. Seperti yang kamu katakan sebelumnya, Kalau Robin itu merupakan teman satu kerjamu saat berada di Singapura. Siapa tahu kalian memiliki hubungan khusus sebelumnya." ucap Alena menebak apa yang terjadi antara Robin dan Alexa saat berada di Singapura.
"Kakak ada-ada saja. Tidak mungkin ada hubungan apa-apa aku dengan Robin. Karna dia hanya teman satu kerja Alexa. Kakak Tenang saja, jika kamu memang benar-benar mencintainya." ucap Alexa berusaha untuk menutupi masa lalunya bersama Robin saat berada di Singapura
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏
MAMPIR JUGA KEKARYA BARU EMAK
"MY HOT DUDA Kesayangan
"JODOH DI USIA SENJA
"PERAWAN LIMARATUS JUTA "