
Bisma memerintahkan asistennya untuk mengambil uang tunai yang sudah dipersiapkan sebelumnya
"Mana uangnya, baru akan saya kasih sertifikatnya." ucap Pak Karim
"Bapak tenang saja. Bahkan rumah dan segala harta yang bapak punya, detik ini dan menit ini juga saya bisa membelinya. Ingat di atas langit ada langit camkan itu pak. Jangan karena keadaan ekonomi almarhum ibu mertua saya tidak memadai bapak mencari kesempatan dalam kesempitan.
"Ayo katakan berapa aset yang bapak punya? sekarang juga akan saya beli." ucap pak Bisma kembali memberikan uang tunai sebesar 40 juta. Karena sudah sudah sangat geram melihat kesombongan pak Karim. Sontak nyali pak Karim dan kedua bodyguard-nya menciut. Karena sudah melihat beberapa asisten Bisma datang menghampiri mereka.
lalu pak Karim menyerahkan sertifikat rumah milik almarhum ibu kandung Calista.
"Sayang coba kamu periksa apa betul ini surat-suratnya." ucap Bisma sambil memberikan Sertifikat kepada Calista.
Calista memeriksa sertifikat yang diberikan pak Karim dan mengamatinya.
"Ya pak ini benar sertifikat rumah ibu." sahut Calista
Bagus kalau begitu kita ke rumah kamu saja sayang. Kita menginap di sana saja malam ini." ucap Bisma kepada Calista
"Apa ?
"Memangnya bapak mau tidur di rumah gubuk kami? apalagi rumah itu sudah lama tidak dihuni. Pasti rumahnya sudah lapuk dan kotor." jawab Calista
"Ngak apa-apa sayang," kan tinggal di bersihkan. Lagian aku ingin merasakan apa yang kamu rasakan selama hidup di desa." ucap Bisma kepada Calista. Calista tidak yakin kalau Bisma akan mampu menginap di rumah gubuk peninggalan kedua orangtua Calista.
Tetapi karna Bisma meyakinkan Calista,
Akhirnya mereka pun meninggalkan rumah Pak Karim menuju rumah Calista yang sudah lama tidak ia tempati. Setelah sekitar 10 menit kemudian, Mereka tiba di rumah gubuk milik peninggalan orangtua Calista.
Calista membuka rumah peninggalan kedua orang tuanya yang sudah lama tidak Calista tempati." Ya ampun Alloh aku tidak menyangka rumah ini bisa balik lagi sama aku. Ayah....ibu... kakak," rumah kita sudah kembali lagi kepada Calista. Walaupun dengan bantuan pak Bisma." ucap Calista di dalam hati.
Calista melihat rumahnya sudah banyak sarang laba-laba dan abu yang tebal di sana. Bisma memerintahkan kepada asistennya untuk membersihkan rumah gubuk milik Calista. Mereka bekerjasama untuk membersihkan rumah gubuk peninggalan orangtua Calista.
Tidak butuh waktu lama, rumah gubuk Calista dalam sekejap sudah tampak bersih dan kinclong"Sayang apa kamu tidak lapar? tanya Bisma kepada Calista
"Lumayan sedikit," sahut Calista sambil mengembangkan senyumnya kepada Bisma.
Tetapi di sini tidak ada bahan-bahan makanan yang bisa diolah lagi pak. Gimana dong?
Kamu tenang saja sayang, kan tinggal nyuruh asisten untuk beli. Ngak perlu khawatir sahut Bisma membuat Calista sedikit kesal dengan jawaban Bisma. Yang selalu ingin mengandalkan asistenya.
"Ya......ya....ya," yang banyak duit dan banyak asisten bisa mendapatkan apa yang di mau." ucap Calista sambil bercanda.
"Uangku, uang kamu juga sayang." ucap Bisma menjawab candaan Calista
Calista tidak tahu gimana lagi membalas Budi baik bapa." ucap Calista kepada Bisma yang selama ini Calista kasih gelar es kutub Utara. Karena selama ini memang Bisma terlihat Arogant dan cuek kepada setiap orang dan wajahnya yang datar membuat Calista merasa tidak nyaman selama ini.
Tetapi setelah semakin Calista mengenal Bisma ternyata Bisma lelaki yang sangat baik dan perhatian.
"Sayang apa boleh aku meminta sesuatu kepada kamu? hitung-hitung untuk balas budi baik seperti yang kamu bilang tadi." ucap Bisma kepada Calista.
"Ya, selagi aku mampu melakukannya pasti akan aku lakukan jawab Calista singkat
"Boleh nggak kamu merubah panggilan Kamu kepadaku.? Tanya Bisma kepada Calista
Calista mengembangkan senyumnya. "Terus aku harus panggil apa sama kamu? kan nggak mungkin panggil bang!" nanti jadi seperti abang-abang tukang bakso.
He.....he....he sahut Calista.
"Terserah kamu saja deh yang penting jangan panggil Pak, seperti di kantor saja." ucap Bisma karna dirinya merasa tidak nyaman, kalau Calista memanggil Bisma dengan panggilan Pak.
"Bingung juga panggilnya apa. Kalau panggil nama juga tidak mungkin. secara usia jauh berbeda. Kalau panggil sayang, kan aku belum cinta sama pak Bisma." ucap Calista berterus terang kepada Bisma. Membuat Bisma langsung terdiam mendengar kejujuran Calista mengenai apa yang dirasakan Calista terhadap Bisma.
"Memangnya sulit ya bagimu mencintai seorang Bisma? Apa karna lelaki yang sering menjemput kamu itu, sehingga kamu sulit untuk mencintai ku? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Bisma kepada Calista.
"Sudah berulang kali aku katakan sama Bapak, saya tidak memiliki hubungan apa apa dengan Gibran. Dia teman satu kelasku sewaktu ada di desa ini. Kalau tidak percaya, bisa bapak tanya Ibu Lina dan Pak Doyan. Lagian bagi Calista tidak mudah untuk mencintai seseorang yang sudah pernah membuat kita ilfil.
"Calista minta maaf sama bapak, Karena sampai saat ini Calista belum bisa mencintai bapak. Tapi Calista akan berusaha untuk bisa menerima cinta dan kasih sayang yang dapat berikan kepada ku. Dan Calista juga akan mencoba mencintai bapak.
" Maaf Calista tidak pintar bersandiwara.Jadi ada baiknya Calista langsung berterus terang kepada bapak. Daripada Calista harus membohongi diri sendiri dan membohongi semua orang. Percayalah kelak jika kita sering bersama, mungkin seiring berjalannya waktu Calista pasti mencintai Pak bisma. Ucap Calista berterus terang tanpa ada yang ia tutup tutupi.
Bisma terdiam mendengar apa yang dikatakan Calista. Ada raut kekecewaan di hati Bisma mendengar apa yang dikatakan Calista. Tetapi Bisma juga tidak bisa memaksakan kehendaknya. Karena memang benar seperti prinsip Calista lebih baik jujur daripada membohongi orang dan membohongi diri sendiri. Bisma akhirnya mengangguk paham akan apa yang dikatakan Calista.
Calista tahu betul kekecewaan di hati Bisma mendengar apa yang ia katakan. Calista memberanikan diri memeluk Bisma. Untuk sekedar menenangkan hati seorang pria yang akan menjadi suaminya. Mendapat pelukan hangat dari Calista, Bisma mengembangkan senyumnya. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Bisma ketika mendapat pelukan hangat dari wanita yang ia cintai. Yang ternyata Bisma diam-diam sudah mencintai Calista.
Tiba-tiba asisten Bisma datang menghampiri keduanya. Membuat Bisma dan Calista sontak langsung merenggangkan pelukannya melihat kehadiran asisten di sana.
"Ma...ma.maaf Tuan!" saya tidak bermaksud untuk mengganggu nyonya dan Tuan. sepertinya makanannya sudah siap disajikan." ucap asisten itu kepada Bisma dan Calista karena makanan yang sudah dibeli oleh asisten Bisma sudah dihidangkan.
"Oh ya sudah, Terima kasih." Sahut Calista sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓🙏