I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 142. CANDA DAN TAWA TIWI



"Bagaimana dengan rencana kamu Apa kamu sudah menjalankan rencana B yang kamu katakan?" tanya Alena kepada Alexa. Kakak Tenang saja serahkan semua ini kepadaku. aku akan tetap membuat keluarga Bisma dan Calista hancur berantakan. Sama seperti rencana kita sebelumnya.


"Sekalipun Kakak sudah move on dari Bisma, tetapi aku tidak akan terima penghinaan yang dilakukannya terhadap kakak." ucap Alexa meyakinkan Alena kalau dirinya akan berhasil menghancurkan hubungan rumah tangga Calista dengan Bisma.


Alexa belum mengetahui kalau Calista dan Bisma benar-benar bijak dalam menghadapi masalah. Ia belum mengetahui siapa sosok Calista sebenarnya. Alexa memandang sepele Calista karena Calista terlahir dari desa dan dari rakyat kecil.


Bahkan Alexa dan Alena selalu menamai Calista adalah rakyat jelata. Tetapi Calista tidak pernah mempermasalahkan Siapa yang mengatakannya kalau dirinya merupakan rakyat jelata. Karena itu tidak penting baginya.


****


Pagi itu dengan langkah semangat, Tiwi berangkat ke Zulkarnain grup untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya di sana. Dengan mengendarai motor matic miliknya, ia berpamitan kepada kedua orang tuanya


"Ayah....


" Ibu...., Dewi berangkat dulu. Doakan yang terbaik untuk Tiwi." ucap Tiwi sembari langsung mencium punggung tangan kedua orang tuanya


Tiwi melambaikan tangannya,dan langsung mengendarai motor matic miliknya melajukannya ke arah jalan raya menuju Zulkarnain Group. Ia memarkirkan motor matic miliknya di parkiran khusus karyawan.


Dengan mendendangkan sebuah lagu kesukaannya, Tiwi berjalan masuk ke ruang kerjanya. Tanpa ia sadari Ibu Sarina sudah berada di sana untuk memantau apa saja yang dilakukan Tiwi saat berada di Zulkarnain Group.


"Selamat pagi semuanya....sapa Tiwi dengan Ring kepada setiap karyawan yang iya lewati. "Hallo Tiwi yang cantik dan kece badai, Kamu terlihat riang saat ini, sepertinya semangat Banget." ucap salah satu karyawan yang selalu senang bercanda dengan Tiwi.


"Ah kamu bisa saja. Tiwi memang selalu riang seperti ini, Apa kamu pernah melihatku cemberut seperti ini." ucap Tiwi sembari memperagakan wajah buruknya.


Membuat setiap karyawan di sana langsung tertawa ngakak. Kamu ada-ada saja membuat kami tertawa. Kamu tahu Tiwi, setiap kali kamu tidak datang ke kantor ini, rasanya sepi tanpa adanya kamu. Tetapi kalau ada kamu kami jadi semangat karena jiwa semangat empat lima kamu itu memang luar biasa." ucap salah satu karyawan yang berparas tampan di sana.


"Ah Pak Cleo bisa saja memujinya. Nanti Tiwi bisa besar kepala." ucap Tiwi Sambil tertawa cengengesan. Tiba-tiba Bisma dan Calista tiba di kantor dan mendengar suara tawa Tiwi yang begitu membuat mereka penasaran.


Calista berjalan mendahului suaminya. "Sayang tunggu dong, kok jalannya lari seperti itu? ingat kamu sedang hamil sayang." Bisma mengingatkan Calista.


Calista langsung mengembangkan senyumnya dan memperlambat langkahnya. "Hai sahabatku yang cantik dan kece badai, sapa Calista membuat orang-orang yang di sana pun langsung menoleh ke arah suara Calista yang baru masuk ke kantor.


"Aku rindu melihat kamu. Jarang sekali kamu datang ke kantor." ucap Tiwi sambil terus memeluk sahabatnya itu.


"Aku juga sudah rindu mendengar ocehan kamu itu. Tidak mendengar ocehan kamu rasanya terasa sepi." ucap Calista Sambil tertawa cengengesan. Bisma menggelengkan kepalanya melihat interaksi kedua sahabat itu. "Ya Allah kalian ini seperti tidak bertemu bertahun-tahun saja." gerutu Bisma yang melihat interaksi antara Calista dan juga Tiwi yang begitu lebay menurutnya.


"Mas tidak bisa lihat orang senang aja. maunya ada Dewi lagi di sini." ucap Calista sambil langsung mengembangkan senyumnya.


"Ya sudah deh, kalian lanjutkan saja canda dan tawa kalian itu." ucap Bisma sambil berjalan mendahului Calista dan Tiwi.


"I dih, Pak Bos gitu saja ngambek. Malu tahu sama Tiwi yang cantik dan kece badai ini." ucap Tiwi sambil tertawa ngakak membuat Bisma menggelengkan kepalanya melihat tingkah karyawan yang satu yang paling jahil itu.


Tetapi Bisma menyukai sifat Tiwi yang ceplas-ceplos berbicara canda dan tawa menggema di seisi ruang kantor.


"Ya sudah kamu pergi gih sama suami kamu. nanti dia ngambek." ujar Tiwi meminta Calista untuk mengikuti suaminya masuk ke ruang kerja Bisma.


"Aku ingin kerja terlebih dahulu, nanti pak bos ngomel lagi." ucap Tiwi tidak dapat menahan tawanya. Calista melambaikan tangannya lalu kembali berjalan mengikuti Bisma. Sementara Ibu Sarina dari kejauhan terus melihat apa saja yang dilakukan Tiwi selama berada di Zulkarnain Group.


"Kok Sepertinya orang-orang di kantor ini begitu menyukai sosok Tiwi?" pertanyaan itu muncul di hati ibu Sarina. Ia Pun menghampiri salah satu petugas keamanan yang bertugas saat itu di Zulkarnain Group.


" Maaf Apa kamu mengenal yang namanya Tiwi? tanya ibu Sarina kepada salah satu petugas keamanan yang ada di pos satpam itu.


"Oh Tiwi sahabatnya Nyonya Calista?


"Ya kenal dong Bu, Dia itu wanita yang periang baik hati. Pokoknya dia wanita paling bisa membuat orang tertawa di kantor ini. Apalagi jiwa sosialnya sangat luar biasa." puji petugas keamanan itu membuat Ibu Sarina mengerutkan keningnya. Mendengar pujian dari petugas keamanan itu, memuji Tiwi.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓💓


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏🙏