I Love You Office Girl

I Love You Office Girl
BAB 166. MENJADI KELUARGA YANG SAKINAH MAWADAH WAROHMAH



Terlihat Dewi sudah bersiap ingin segera berangkat ke rumah utama keluarga Zulkarnain bersama dokter Gibran. "Mas kita jadi pergi kan?" tanya Tiwi kepada suaminya yang masih asyik ngobrol bersama ibu Sarinah.


" loh Memangnya Kalian mau ke mana nak? tanya ibu Sarinah penuh selidik. Dokter Gibran pun memberitahu kepada Ibu Sarinah, kalau mereka saat ini berniat untuk menghampiri Calista terkait pemberitaan video viral di layar televisi. Tetapi dokter Gibran tidak memberitahu alasan mereka pergi ke sana.


"Ya sudah, lebih baik kalian hati-hati di jalan jangan ngebut-ngebut." ujar Ibu Sarinah kepada dokter Gibran. Agar dokter Gibran lebih berhati-hati melajukan mobilnya di jalan raya.


Tiwi memberi salam kepada Ibu Sarinah dan juga Pak Khairul Hamzah yang berada di ruang tamu. "Ibu... Ayah Tiwi dan mas Gibran pamit dulu." ucap Tiwi sambil langsung mencium punggung tangan Ibu Sarina dan juga Pak Khairul Hamzah. Tampak Ibu Sarina mengembangkan senyumnya melihat sopan santun Tiwi saat berpamitan kepada mereka.


Ketika Dewi dan dokter Gibran sudah berada di mobil yang sama, dokter Gibran langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Zulkarnain.


Sepeninggalan Tiwi dan dokter Gibran, Ibu Sarinah mengembangkan senyumnya menghampiri suaminya." Mas ternyata Putra kita tidak salah memilih Tiwi menjadi pendamping hidupnya. Ibu yakin kalau hubungan rumah tangga Tiwi dan Putra kita akan selalu bahagia dari cara Tiwi melayani suaminya yang begitu perhatian. Membuat Ibu yakin hubungan rumah tangga mereka akan tetap bahagia." ibu Sarina membayangkan hubungan rumah tangga putranya dan menantunya menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit dokter Gibran dan Tiwi pun tiba di rumah utama keluarga Zulkarnaen. Hal itu membuat Bisma dan Calista terhenyak melihat kedatangan Tiwi dan juga Dokter Gibran.


"Assalamualaikum Sapa Tiwi. Berharap Calista berada di rumah utama keluarga Zulkarnaen. Salah satu asisten rumah tangga membuka pintu rumah utama dan mempersilahkan dokter Gibran dan Tiwi masuk ke dalam rumah.


" Calista dan Bisma ada tidak Bi? tanya Tiwi kepada asisten rumah tangga itu.


" Nyonya dan Tuan Bisma ada Non. Mari saya antar." ucap sang asisten rumah tangga itu sambil membungkukkan badannya. Tiwi dan dokter Gibran pun mengikuti sang asisten rumah tangga ingin menemui Calista di taman belakang.


"Hello...., dicariin ternyata lagi asik bermesraan di sini." Celetuk Tiwi ketika sudah melihat Calista dan Bisma sedang duduk di gazebo taman belakang.


"Kalian!" sahut Calista terhenyak


"Iya Memangnya kami tidak boleh datang ke sini atau kalian merasa terganggu?


"Bukan begitu Tiwi yang cantik dan kece badai. Tapi tumben-tumbennya kamu datang ke sini bersama suami kamu yang tampan ini, seperti yang kamu katakan. Karena bagimu suamimu yang paling tampan. Begitu juga dengan aku, suamiku Bisma dong yang lebih tampan bagiku." ucap Calista sambil tertawa cengengesan.


Setelah bercanda gurau kedua sahabat itu berpelukan melepas rindu setelah beberapa hari tidak bertemu. Akhirnya Tiwi bertanya ke intinya mengenai video viral yang ada di sosial media.


Calista dan Bisma membenarkan video viral itu. Kalau yang ada di dalam video itu benar memang Calista. Tetapi Bisma memberitahu kepada Tiwi dan dokter Gibran kalau pemilik toko tempat Calista berbelanja saat itu, sudah di blacklist dari mall milik keluarga Zulkarnaen. Meraka tidak akan bisa membuka toko di sana.


"Alhamdulillah kalau begitu. Kamu suami garecep berati." ucap Tiwi sambil kembali memeluk Calista.


"Ngak terasa usia kandungan kamu sudah jalan 8 bulan ya. Itu berarti kamu tidak akan lama lagi melakukan persalinan." ucap Tiwi kepada Calista sambil mengelus perut Calista yang membuncit.


"Keponakanku yang tersayang, baik-baik ya di dalam jangan menyusahkan Mami kamu." ucap Tiwi seolah anak yang ada di dalam kandungan Calista dapat mendengar apa yang ia ucapkan.


"Kamu sudah isi belum? tanya Calista berharap Tiwi juga saat ini sudah hamil


"Doakan saja, masih proses sahut Tiwi sambil tersenyum cengengesan.


"Oh ya Dewi sudah datang ngak ke sini? tanya Tiwi penasaran.


" Bagaimana mungkin dia bisa datang ke sini sayang. Dewi saja sekarang berada di rumah sakit.


"Hah..!


"Di rumah sakit?


"Yang benar dong mas?"


"Mas kok nggak beritahu kepada Tiwi sih?" gerutu Tiwi menyalahkan dokter Gibran tidak memberitahu sahabatnya Dewi sedang dirawat di rumah sakit.


"Memangnya kamu ada nanya sama Mas sayang?" dokter Gibran balik bertanya kepada dibalas dengan gelengan kepala dari Tiwi.


"Iya bro, Memangnya Dewi sakit apa? giliran Bisma yang bertanya kepada dokter Gibran.


"Sakit cantik! sahut dokter Gibran singkat


"Maksudnya apa sih mas? tidak perlu berteka-teki seperti itu. Tiwi tidak pintar berteka-teki." gerutu Tiwi.


"Sakit cantik itu, saat ini Dewi sedang hamil muda sayang. Dan ia sedang mengidam dan kondisinya saat ini sedang lemah. Karena itu biasa dialami ibu muda yang lagi hamil.


"Apalagi baru-baru hamil usia kandungannya masih menginjak satu sampai tiga bulan. Usia kandungan seperti itu masih rawan. Sehingga Dewi membutuhkan perawatan yang intensif di rumah sakit. Karena kondisi fisiknya saat ini lemah." sahut dokter Gibran kepada Bisma, Calista dan juga Tiwi yang sudah melontarkan beberapa pertanyaan kepada dokter Gibran. Apalagi Tiwi menyalahkan suaminya tidak memberitahu sahabatnya berada di rumah sakit.


Tiba-tiba asisten rumah tangga datang menghampiri mereka. Dengan membawakan empat gelas jus dan beberapa cemilan. "Maaf Tuan nyonya, Silakan diminum." ujar sang asisten rumah tangga sambil menyuguhkan jus dan cemilan yang ia bawa sebelumnya.


"Kalau begitu sebaiknya kita besok datang menjenguk Dewi di rumah sakit. Tapi ngomong-ngomong kenapa ya Dewi tidak memberitahu kepada kita kabar bahagia ini? ucap Tiwi kepada Calista.


"Iya iya kok Dewi menyembunyikan kehamilannya dari kita, nggak asik kalau begitu." sahut Calista sambil langsung meraih ponselnya berniat mencari nomor ponsel Dewi di sana.


Kring...


kring....


kring....


Suara deringan ponsel milik Dewi terdengar jelas di telinga Dewi dan Carlos yang sedang berada di rumah sakit. "Sayang ponsel kamu bunyi tuh." ucap Carlos sambil meraih ponsel milik Dewi.


Ia melihat nomor ponsel Calista yang menghubungi Dewi saat itu. " sayang Calista yang menghubungimu. Coba kamu angkat, siapa tahu ada kabar penting." ujar Carlos meminta kepada Dewi untuk segera menyambungkan telepon selulernya kepada Calista.


"Hallo assalamualaikum!" Sapa Dewi dengan suara parau nya.


"Waalaikumsalam Dewi, bagaimana kondisimu saat ini Apa sudah baikan?" tanya Calista kepada Dewi


"Alhamdulillah kabar aku sekarang sudah membaik." sahut Dewi di dalam sambungan telepon selulernya.


Kenapa kamu tidak memberitahu kabar gembira kalau kamu sudah hamil keponakan Ku? tanya Kalista penuh selidik. Dewi hanya tertawa cengengesan. Karena Ia memang benar-benar belum memberitahu kabar Bahagia itu kepada kedua sahabatnya.


"Maaf Calista yang cantik dan kece badai, Dewi belum kepikiran untuk mengabari kalian." sahut Dewi yang mampu membuat Calista menggerutu.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA ADA GIVEAWAY DI AKHIR BULAN